Lihat lebih banyak

Jadi Mitra Pembayaran bagi GrabPay hingga Shopee Pay, FOMO Pay Kini Jalin Kolaborasi dengan Ripple

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Ripple mengumumkan bahwa mereka menjalin kemitraan dengan perusahaan pembayaran FOMO Pay yang berbasis di Singapura.
  • FOMO Pay sendiri merupakan perusahaan pembayaran yang telah menjadi mitra berbagai perusahaan ternama; seperti GrabPay, WeChat Pay, ShopeePay, Mastercard, NETS, Singtel Dash, dan masih banyak lagi.
  • Kolaborasi FOMO Pay dengan Ripple akan memanfaatkan teknologi crypto-enabled enterprise Ripple untuk meningkatkan arus cross-border treasury atau perbendaharaan lintas batas.
  • promo

Ripple pada hari Senin (25/7) mengumumkan bahwa mereka menjalin kemitraan dengan perusahaan pembayaran FOMO Pay yang berbasis di Singapura. Sebagai informasi, berbagai mitra bisnis FOMO Pay juga termasuk GrabPay, WeChat Pay, ShopeePay, Mastercard, NETS, Singtel Dash, dan lain sebagainya.

Kolaborasi FOMO Pay dengan Ripple akan memanfaatkan teknologi crypto-enabled enterprise Ripple untuk meningkatkan arus cross-border treasury atau perbendaharaan lintas batas. Hal ini menjadikan FOMO Pay sebagai perusahaan terbaru yang mengintegrasikan solusi likuiditas Ripple yang bernama On-Demand Liquidity (ODL).

FOMO Pay merupakaan perusahaan pembayaran yang telah mendapatkan lisensi dari Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk melakukan layanan pengiriman uang lintas batas, layanan pengiriman uang domestik, layanan token pembayaran digital, serta layanan akuisisi merchant.

Berdiri pada tahun 2015, perusahaan ini telah menjadi penyedia solusi perbankan dan pembayaran digital satu atap. FOMO Pay memungkinkan pedagang maupun lembaga keuangan untuk menerima serangkaian metode pembayaran yang komprehensif di pasar negara berkembang di seluruh Asia dan Afrika.

FOMO Pay juga merupakan salah satu anggota pendiri gugus tugas Kode Respon Cepat Singapura (Singapore Quick Response Code / SGQR). Mereka juga berkontribusi pada pengenalan SGQR, standar nasional untuk menyatukan semua dompet elektronik dan bergerak menuju promosi masyarakat tanpa uang tunai di Singapura.

FOMO Pay sendiri bertujuan untuk membangun gateway berlisensi pertama di Asia yang membantu perusahaan terhubung dengan fiat dan cryptocurrency.

Peluang bagi FOMO Pay dan Ripple untuk Menangani Inefisiensi Pembayaran

website fomo pay
Tampilan situs web FOMO Pay

Sebagai salah satu lembaga pembayaran di Singapura, founder & CEO FOMO Pay, Louis Liu, mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk memberikan mode pembayaran yang lebih efisien dan hemat biaya dalam berbagai mata uang kepada para kliennya.

“Kami senang bermitra dengan Ripple untuk memanfaatkan ODL dalam manajemen treasury, yang memungkinkan kami mencapai penyelesaian yang terjangkau dan instan dalam EUR [Euro] dan USD [dolar Amerika Serikat] secara global,” jelas Louis Liu.

Sementara itu, Brooks Entwistle, selaku SVP dan Managing Director di Ripple, mengatakan dengan kawasan Asia Pasifik yang penuh peluang untuk menyelesaikan ketidakefisienan pembayaran, pihaknya melihat banyak lembaga keuangan berwawasan ke depan dalam menuntut evolusi infrastruktur pembayaran berikutnya, terutama berdasarkan teknologi kripto dan blockchain.

“Inilah sebabnya, kami sangat bersemangat untuk meluncurkan kasus penggunaan manajemen treasury berbasis kripto untuk ODL dengan para pelanggan inovatif seperti FOMO Pay,” kata Brooks Entwistle.

FOMO Pay diketahui bergabung dengan sejumlah perusahaan lainnya; termasuk Azimo, Novatti, FlashFX, iRemit, Tranglo, SBI Remit, Pyypl, dan lain sebagainya yang menyadari manfaat ODL untuk bisnis dan pelanggan mereka.

Ripple mengklaim sebagai perusahaan pertama yang memanfaatkan kripto untuk mengatasi tantangan triliun dolar AS dengan pembayaran lintas batas.

RippleNet mengandalkan teknologi blockchain untuk membantu mitra di seluruh jaringan global mempercepat kinerja dan skala bisnis mereka. Ini memberikan pengalaman end-customer yang unggul, kemitraan jaringan yang disederhanakan, solusi manajemen likuiditas, jalur kredit, serta infrastruktur canggih untuk memungkinkan pembayaran secara real-time.

Membedah Keunggulan ODL

ODL, yang memanfaatkan XRP, merupakan aset digital yang dibangun untuk pembayaran sebagai jembatan antara 2 mata uang fiat, sehingga memungkinkan penyelesaian instan dan berbiaya rendah tanpa perlu menahan modal yang didanai sebelumnya di tujuan market.

Secara historis, ODL telah digunakan terutama untuk pembayaran lintas batas guna membantu berbagai penyedia layanan pembayaran (PSP) dan usaha kecil menengah (UKM) mengelola modal yang ‘terperangkap’, yang dapat digunakan dengan lebih baik untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan skala bisnis mereka.

Namun, pembayaran perbendaharaan tradisional tunduk pada masalah dan gesekan yang sama seperti pembayaran lintas batas karena infrastruktur kuno yang diandalkan oleh perbankan koresponden. Ripple mengklaim sekitar US$3,5 miliar dihabiskan setiap tahun untuk mengatasi masalah yang terkait dengan perbendaharaan dan likuiditas.

Sebelum menggunakan ODL, manajer treasury FOMO Pay harus menggunakan mode pembayaran lain dalam EUR dan USD. Adapun dana akan memakan waktu 1 sampai 2 hari untuk mencapai rekening tujuan.

Dengan memanfaatkan ODL untuk pembayaran treasury, entitas seperti FOMO Pay bisa mendapatkan layanan yang aktif setiap saat, akses sepanjang tahun ke likuiditas untuk EUR dan USD, sehingga memungkinkan penyelesaian harian yang sama secara global.

ODL untuk pembayaran treasury memudahkan penyedia layanan pembayaran seperti FOMO Pay untuk meningkatkan arus kas bisnis internal, sehingga memungkinkan mereka untuk mengurangi biaya bisnis dan meningkatkan operasi.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori