Lihat lebih banyak

Kantongi Izin MVP, Crypto.com Siap Genjot Pasar Dubai

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Crypto.com, crypto exchange asal Singapura, baru saja mengantongi izin Preparatory MVP dari Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) Dubai.
  • Perizinan ini merupakan kelanjutan dari lisensi sementara tahap awal yang sudah di berikan VARA terhadap Crypto.com pada Juni 2022 kemarin.
  • Perluasan bisnis Crypto.com ke Dubai seiring dengan ambisi dari salah satu keamiran Uni Emirat Arab tersebut untuk menjadi salah satu pusat kripto di dunia.
  • promo

Crypto.com, crypto exchange asal Singapura, baru saja mengantongi izin Preparatory MVP dari Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) Dubai. Dengan begitu, perusahaan siap untuk memperkuat penetrasi bisnis aset digitalnya untuk investor yang berbasis di bawah yurisdiksi VARA.

Perizinan ini merupakan kelanjutan dari lisensi sementara tahap awal yang sudah di berikan VARA terhadap Crypto.com pada Juni 2022 kemarin. Chief Executive Officer (CEO) Crypto.com, Kris Marszalek, mengungkapkan perusahaan mendapatkan preparatory MVP setelah berhasil memenuhi syarat dalam anti money-laundering (AML), ultimate beneficial owner (UBA), kebijakan know-your-customer (KYC), serta tindakan keamanan dan keselamatan lintas batas.

“Setelah berhasil mendapatkan lisensi tahap awal dan operasional perusahaan, Crypto.com akan mulai menawarkan layanan lengkap di pasar sesuai dengan peraturan,” jelas Marszalek.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa dengan dikantonginya izin prepatory MVP perusahaan siap untuk bekerja sama lebih jauh dengan regulator untuk memberikan pengalaman komprehensif pada pelanggan. 

Terpilihnya Dubai sebagai destinasi baru pengembangan bisnis Crypto.com bukanlah tanpa alasan. Salah satu keamiran dari Uni Emirat Arab (UEA) itu sudah berniat untuk menjadi pusat kripto global. 

Oleh karena itu, pada Februari lalu VARA sudah merilis aturan untuk penyedia aset virtual. Salah satunya adalah mereka yang ingin menawarkan aset kripto di Dubai harus mendapatkan izin dari VARA dan wajib mengikuti ketentuan yang ada.

VARA Dubai Terbuka untuk Pendaftaran Sukarela

Ilustrasi Kripto di Dubai | Crypto Arabs

Di samping itu, VARA juga membuka diri untuk bisnis kripto yang belum masuk dalam pengawasannya untuk melakukan pendaftaran sukarela. Hal tersebut menunjukkan bahwa regulator setempat sangat mendukung dinamika bisnis aset digital yang ada. Pasalnya, pada umumnya banyak perusahaan rintisan yang memiliki model bisnis berbeda di luar kondisi yang ada saat ini.

Salah seorang Partner di Reed Smith, Adela Mues, menuturkan bahwa langkah yang dilakukan VARA menunjukkan keseriusan Uni Emirat Arab untuk menciptakan lingkungan yang jelas untuk penyedia aset virtual dan perusahaan keuangan tradisional yang ingin menambahkan teknologi blockchain ataupun aset virtual dalam lini bisnisnya.

“Aturan VARA berlaku untuk semua penyedia aset virtual yang beroperasi di Dubai (tidak termasuk DOFC) dan dimaksudkan untuk meregulasi berbagai aset digital yang ada, termasuk NFT dan token utilitas,” jelasnya dalam posting blog. 

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hadirnya VARA juga sudah memberikan sinyal positif bahwa Dubai berniat untuk memberikan lingkungan yang berbeda dan aman untuk bisnis aset virtual.

Timur Tengah Jadi Wilayah Adopsi Kripto Tercepat

Wilayah Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), menjadi area yang memiliki adopsi kripto tercepat di dunia. Mereka yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) bahkan disebut memainkan peran lebih besar di dalam maupun di luar kawasan untuk mendorong adopsi aset virtual.

Manajer Senior untuk kebijakan publik di crypto exchange BitOasis, Kos Erzse, menyebut adopsi kripto di wilayah GCC didominasi oleh individu kaya yang mencari alternatif investasi.

Di samping itu, tingginya perkembangan aset digital di sana juga dipicu oleh banyaknya platform kripto yang sudah bermitra dengan entitas lokal. Sebagai catatan, selain Crypto.com, Binance dan Bybit juga sudah merangsek masuk ke Dubai.

Pemerintah setempat bukan hanya berniat membangun industri aset digital swasta, proyek mata uang digital besutan bank sentral (CBDC) juga ikut dikembangkan. Belum lama ini, bank sentral UAE baru saja menyelesaikan uji coba pembayaran CBDC lintas batas dengan Otoritas Moneter Hong Kong, Bank Thailand, dan Institut Mata Uang Digital Bank Rakyat Cina.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori