Lihat lebih banyak

Ketua FCA Inggris Serukan Aturan Kripto yang Lebih Ketat

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Ketua FCA berikutnya, Ashley Alder, mengatakan bahwa platform kripto memfasilitasi pencucian uang dalam skala besar.
  • Alder berpendapat bahwa kripto harus diatur lebih lanjut.
  • Menurut laporan FT, pernyataan Alder tersebut bertentangan dengan niatan pemerintah Inggris yang ingin menjadikan negaranya sebagai crypto hub.
  • promo

Sosok yang akan memimpin upaya Inggris untuk mengatur perusahaan kripto pada hari Rabu (14/12) mengeluarkan pernyataan keras.

Ketua Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (Financial Conduct Authority / FCA) berikutnya, Ashley Alder, mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa platform kripto memfasilitasi pencucian uang dalam skala besar dan menciptakan risiko yang tidak diinginkan secara besar-besaran.

Ashley Alder, yang saat ini menjabat sebagai kepala eksekutif Komisi Sekuritas & Berjangka Hong Kong, mengatakan bahwa, “Saya pikir itu [kripto] harus diatur lebih lanjut.”

“Pengalaman kami hingga saat ini tentang platform [kripto] itu, adalah bahwa mereka sengaja mengelak. Mereka adalah metode yang digunakan untuk pencucian uang. [Cara mereka] menggabungkan seluruh rangkaian kegiatan yang biasanya dipisahkan, menimbulkan risiko yang sangat tidak diinginkan,” jelasnya. Ashley Alder menyoroti potensi konflik kepentingan dan aset yang tidak dipisahkan dengan benar.

Sebagai informasi, Ashley Alder rencananya akan dilantik sebagai Ketua FCA pada Februari 2023

Sikap yang Bertentangan dengan Aspirasi Pemerintah Inggris?

Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan kripto yang berharap membangun bisnis di Inggris akan menghadapi perjuangan berat, ketika FCA mengambil kekuatan baru untuk mengatur sektor kripto.

Dengan pandangan Ashley Alder terkait kripto, laporan FT pada hari Kamis (15/12) menilai bahwa hal ini berada dalam jalur yang ‘berpotensi bertabrakan dengan aspirasi pemerintah Inggris’ untuk menciptakan crypto hub berkualitas tinggi yang mendorong inovasi.

Terkait hal ini, pihak FCA menolak mengomentari apakah pandangan ketua baru mereka yang akan dilantik bertentangan dengan pandangan pemerintah Inggris.

Komentar Ashley Alder muncul selama sidang penunjukan yang terkadang singkat dengan komite pemilihan Departemen Keuangan lintas partai. Dia menghadapi kritik terus-menerus karena muncul secara virtual dari Hong Kong dan karena kurangnya keakraban dengan beberapa bagian market Inggris dan struktur akuntabilitasnya.

Sebagai informasi, FCA secara tradisional mengambil pendekatan yang keras seperti membatasi pengiriman kripto (crypto remit), hingga menolak 80% perusahaan yang ingin bergabung dalam daftar bisnis yang yang telah lulus pemeriksaan anti-pencucian uang (AML).

Saat ini, pemerintah Inggris sedang menyelesaikan rencana untuk memberi pengawas kekuatan yang lebih luas, termasuk mengawasi periklanan, praktik, penjualan, dan manajemen perusahaan kripto.

FCA yang Menuai Sorotan

FCA, yang telah berjuang dengan beban kerja yang ada, sedang menjalani rencana transformasi yang dijanjikan kepala eksekutif (Chief Executive) FCA saat ini, yaitu Nihil Rathi, yang akan meningkatkan efisiensi.

Ketika ditanya oleh anggota parlemen tentang reaksi staf yang signifikan yang diilhami oleh rencana tersebut, termasuk temuan baru-baru ini bahwa kurang dari sepertiga memiliki kepercayaan pada kepemimpinan FCA, Ashley Alder berkata, “Anda hanya bisa berharap itu membaik.”

Dia mengakui FCA memiliki persepsi bahwa mereka telah gagal untuk memastikan perlindungan yang memadai bagi konsumen serta pertanyaan abadi seputar efisiensi operasional. Terkait hal ini, Ashley Alder mengatakan bahwa dia berencana untuk pindah ke Inggris pada bulan Januari 2023 dan akan menghabiskan lebih dari 2 hingga 3 hari yang secara resmi diperlukan untuk peran ketua FCA dalam upaya mendukung perubahan haluan.

Ashley Alder juga menjanjikan dukungan terkait rencana pemerintah Inggris untuk meninjau kembali rezim manajer senior yang diperkenalkan pada tahun 2016 untuk meningkatkan akuntabilitas individu setelah krisis keuangan.

Posisi Perdana Menteri Inggris yang Dinilai Ramah Kripto

Sebagai informasi, Perdana Menteri Inggris saat ini, Rishi Sunak, merupakan sosok yang dinilai cukup ramah terhadap kripto.

Selama waktunya menjadi Menteri Keuangan di bawah kepemimpinan Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak pada April lalu mengumumkan bahwa dia ingin mengubah Inggris menjadi crypto hub.

Saat mempromosikan Inggris sebagai crypto hub pada April lalu, Rishi Sunak mengatakan, “Adalah ambisi saya untuk menjadikan Inggris sebagai pusat global untuk teknologi aset kripto. Langkah-langkah yang kami uraikan akan membantu memastikan perusahaan dapat berinvestasi, berinovasi, dan meningkatkan skala di negara ini. Ini adalah bagian dari rencana kami untuk memastikan industri jasa keuangan Inggris selalu menjadi yang terdepan dalam teknologi dan inovasi.”

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori