Lihat lebih banyak

Konsumsi Listrik Mining Bitcoin Lebih Banyak dari Swedia di Tahun 2022

2 mins
Oleh Nicholas Pongratz
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Menurut sebuah laporan baru-baru ini, penggunaan energi Bitcoin selama tahun lalu tercatat telah melebihi negara Swedia.
  • Emisi 90 mt CO2 akhirnya meniadakan keuntungan bersih dari kendaraan listrik, menurut laporan itu.
  • Sementara itu, pendekatan energi yang terbarukan untuk mining crypto memperoleh proporsi bauran energi yang lebih tinggi.
  • promo

Menurut laporan Digiconomist, aktivitas mining Bitcoin telah melebihi penggunaan listrik Swedia selama tahun 2022 lalu. Namun, saat ini sudah ada alternatif sumber energi yang dapat digunakan untuk mining Bitcoin.

Menurut Digiconomist, selama tahun 2022 lalu, mining Bitcoin global tercatat telah menghabiskan total 161 TWh listrik. Platform yang skeptis akan teknologi itu mengatakan bahwa jumlah listrik ini melebihi penggunaan tahunan sebuah negara seperti Swedia.

Mereka menemukan bahwa masing-masing dari sekitar 93 juta transaksi di jaringan Bitcoin tahun lalu rata-rata menghasilkan 1.738 kWh energi listrik. Salah satu dari transaksi ini saja dapat memberi daya pada rata-rata rumah tangga AS selama dua bulan, tambah Digiconomist. Meski jumlah transaksi tersebut sudah berkurang sejak tahun 2021, pangsa Bitcoin dalam konsumsi listrik global secara kebetulan naik menjadi 0,64%.

Sementara itu, Digiconomist menambahkan bahwa satu transaksi Bitcoin tahun lalu mengeluarkan sekitar 969 kilogram CO2. Kabarnya, angka ini sesuai dengan jejak karbon per penumpang penerbangan satu arah dari New York ke Sydney. Kemudian, Digiconomist mengatakan bahwa total tahunan 90 megaton emisi CO2 secara efektif meniadakan penghematan bersih global dari kendaraan listrik.

Statistik Mining Crypto

Bayar Utang ke Galaxy Digital, Argo Blockchain Lego 637 BTC

Meskipun Digiconomist tidak menyukai efek yang ditimbulkan dari aktivitas mining crypto bagi keberlanjutan global, faktanya sudah semakin banyak sumber daya terbarukan dalam produksi energi tersebut. Indeks Konsumsi Listrik Cambridge Bitcoin menerbitkan jumlah dari energi tersebut yang banyak digunakan. Menurut data terbarunya, terhitung dari bulan Januari 2022, sumber energi terbarukan mencapai hampir 40% dari konsumsi energi Bitcoin.

Selain itu, Bitcoin Mining Council (BMC), sebuah forum global mining Bitcoin, juga mengumpulkan data yang lebih baru tentang masalah ini. Menurut hasil surveinya, sekitar 66,8% anggota BMC saat ini memanfaatkan bauran daya yang berkelanjutan. Berdasarkan data ini, mereka memperkirakan bahwa bauran energi listrik berkelanjutan industri mining bitcoin global kira-kira sebesar 59,5%. Jumlah ini merupakan hasil dari peningkatan sekitar 6% year-on-year, dari Q2/2021 hingga Q2/2022.

Pendekatan Alternatif untuk Energi Mining Bitcoin

Data Cambridge menyoroti bahwa terdapat sepasang sumber daya yang porsinya dalam bauran energi mulai bertambah. Peran gas alam dan juga energi nuklir dalam aktivitas mining Bitcoin telah berkembang pesat selama dua tahun terakhir ini. Pangsa gas dalam bauran listrik BTC melonjak dari sekitar 13% pada tahun 2020 menjadi 23% pada tahun 2021. Di sisi lain, persentase energi nuklir juga meningkat, dari 4% pada tahun 2021 menjadi hampir 9% pada tahun 2022.

Pendekatan alternatif ini telah mencuri perhatian selama setahun terakhir. Selain memanfaatkan energi panas bumi, El Salvador juga berencana memanfaatkan gunung berapi untuk dijadikan sumber gas alam mereka dalam menjalankan mining Bitcoin. Sementara itu, Wali Kota Miami, Francis Suarez, juga telah mendorong para miner untuk memanfaatkan energi nuklir yang murah di kawasan itu.

Bagaimana pendapat Anda tentang konsumsi listrik mining Bitcoin tahun lalu? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori