Kripto Aset Spekulatif & Sangat Berisiko, Presiden Bank Sentral Eropa: CBDC Euro Digital Lebih Baik

23 Mei 2022, 09:15 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
23 Mei 2022, 15:33 WIB
Ringkasan
  • Christine Lagarde menilai aset kripto sangat spekulatif. Menurutnya, inisiatif CBDC Euro digital lebih baik, karena terjamin oleh ECB.
  • Bank sentral Eropa diprediksi akan memulai pengembangan Euro digital pada akhir 2023.
  • Akan tetapi, banyak masyarakat Eropa menentang gagasan mata uang yang dikendalikan oleh bank sentral dan menyoroti kurangnya privasi bagi pengguna.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengatakan bahwa kripto merupakan aset spekulatif sangat berisiko. Di sisi lain, inisiatif central bank digital currency (CBDC) Euro digital dinilai sebagai ide yang lebih baik karena akan dijamin oleh ECB.

Dalam acara televisi Belanda, College Tour, pada 21 Mei 2022, Christine Lagarde menegaskan bahwa dia telah mengatakan selama ini aset kripto adalah aset yang sangat spekulatif dan sangat berisiko.

“Penilaian saya yang sangat sederhana adalah bahwa [kripto] itu tidak ada artinya. itu tidak didasarkan pada apa pun, tidak ada aset yang mendasari untuk bertindak sebagai jangkar keselamatan,” kata mantan Managing Director International Monetary Fund (IMF) itu.

Christine Lagarde mengatakan dia prihatin dengan orang-orang yang tidak memiliki pemahaman tentang risikonya. Tentang siapa yang akan kehilangan semuanya dan siapa yang akan sangat kecewa, “Itulah sebabnya saya percaya bahwa itu harus diatur.”

Pernyataan ini muncul usai terpukulnya market kripto akibat berbagai hal, mulai dari kondisi makro sampai momentum kehancuran proyek Terra.

Meski mengaku bahwa dia tidak pernah berinvestasi dalam kripto, tetapi Christine Lagarde menjelaskan bahwa anak laki-lakinya memiliki kripto ‘dengan sedikit keberuntungan’.

CBDC Euro Digital Lebih Baik?

Dia menjelaskan bahwa Euro digital, yang merupakan mata uang digital bank sentral yang digagas oleh ECB, akan menjadi pemain yang sama sekali berbeda.

“Hari ketika kami memiliki mata uang digital bank sentral, Euro digital, saya akan menjaminnya. Jadi, bank sentral akan berada di belakangnya. Saya pikir itu sangat berbeda dari hal-hal itu [yaitu kripto],” jelas Christine Lagarde.

Dalam pidato di National College of Ireland pada 16 Mei, Fabio Panetta yang merupakan anggota dewan eksekutif ECB mengatakan bahwa bank sentral Eropa dapat memulai pengembangan Euro digital pada akhir 2023.

Dia juga mengomentari volatilitas market kripto baru-baru ini termasuk kehancuran stablecoin UST. Menurutnya, sejumlah stablecoin termasuk Tether USD (USDT) tidak bebas risiko dan masih rentan untuk dijalankan sama seperti cryptocurrency lainnya.

Pernyataan ini muncul setelah Bank Sentral Eropa pada 13 Mei lalu merilis working paper tentang Euro digital yang memberikan analisis teknis mengenai potensi dan posisinya dalam sistem keuangan yang ada. Working paper tersebut bertujuan untuk mempelajari isu-isu seperti intermediasi keuangan, pilihan pembayaran, hingga privasi dalam ekonomi digital.

Studi ini menunjukkan bahwa ‘CBDC dengan anonimitas’ lebih disukai daripada pembayaran digital tradisional seperti deposito bank, tetapi mungkin digantikan oleh mata uang digital atau payment token yang dikeluarkan oleh raksasa teknologi. 

“Risiko ini akan sangat nyata jika platform tersebut bersaing dengan bank di pasar layanan keuangan. Namun, opsionalitas untuk fitur berbagi data dapat mengakibatkan adopsi CBDC secara luas,” bunyi working paper tersebut.

Akan tetapi, banyak masyarakat Eropa menentang gagasan mata uang yang dikendalikan oleh bank sentral dan menyoroti kurangnya privasi bagi pengguna. Beberapa bahkan menyebut CBDC sebagai “slavecoin“.

G7 Setuju Standar Peraturan Tinggi bagi Stablecoin

Di sisi lain pada 19 Mei, para pemimpin keuangan top dunia yang tergabung dalam G7 menyerukan regulasi cryptocurrency yang cepat dan komprehensif menyusul runtuhnya harga native token Terra (LUNA) dan stablecoin TerraUSD (UST) secara dramatis.

G7 disebutkan mendukung pekerjaan Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) untuk memantau dan mengatasi risiko stabilitas keuangan yang timbul dari semua bentuk aset kripto.

Dalam pernyataan terkait Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 yang pada tahun 2022 ini diselenggarakan di Jerman, mereka turut menyambut baik peningkatan kerjasama global untuk mengatasi masalah peraturan yang terkait dengan penggunaan aset kripto, termasuk dalam pembayaran lintas batas.

Mereka menegaskan kembali bahwa tidak ada proyek stablecoin global yang harus mulai beroperasi sampai proyek tersebut memenuhi persyaratan hukum, peraturan, dan pengawasan yang relevan melalui desain yang sesuai dan dengan mematuhi standar yang berlaku.

Adapun G7 tetap berkomitmen pada standar peraturan tinggi untuk stablecoin global, mengikuti prinsip aktivitas yang sama, risiko yang sama, serta regulasi yang sama.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.