Makalah Konsultasi Kripto Segera Rampung, Angin Segar untuk Industri Kripto di India?

31 Mei 2022, 14:39 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
31 Mei 2022, 18:39 WIB
Ringkasan
  • Makalah konsultasi terkait aturan kripto di India akan segera rampung dalam waktu dekat.
  • Jurnal penelitian yang berisi segala hal tentang aset kripto itu dikaji secara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan.
  • Hasil dari makalah itu bakal menjadi rujukan dalam penentuan keputusan penggunaan aset kripto di India.

Pemerintah India bakal segera menerima makalah konsultasi terkait penggunaan aset kripto di negaranya. Jurnal penelitian yang berisi segala hal tentang aset kripto itu dikaji secara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan. Baik dari level domestik, hingga organisasi internasional, seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank).

Urgensi penyelesaian makalah tersebut cukup tinggi, lantaran hasilnya bakal menjadi rujukan dalam penentuan keputusan penggunaan aset kripto di India. Sekretaris Urusan Ekonomi, Ajay Seth, mengatakan, negaranya juga akan melihat dan juga membandingkan peraturan kripto di negara lain sebelum memutuskan kebijakan terkait kripto di sana.

“Kami telah melakukan penelitian mendalam dan juga konsultasi dengan berbagai pihak. Makalah ini akan segera menyelesaikannya,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, secara pararel, India juga tengah mengerjakan peraturan global terkait kripto. Makalah konsultasi ini juga digadang-gadang bakal menjadi rujukan bagi negara lain yang menerapkan pelarangan penggunaan aset kripto.

Seth menambahkan, nantinya hasil penelitian tersebut bisa menjadi konsensus global untuk mengetahui bagaimana menentukan kerangka kerja untuk menangani aset digital, termasuk kripto.

“Kami dapat mengatasi tantangan yang ada saat ini dan yang akan terjadi. India siap tumbuh pealing cepat diantara semua negara besar di dunia,” tambahnya.

Jalan Panjang Industri Kripto di Negeri Anak Benua

Industri kripto di India tumbuh dalam kondisi yang serba tidak pasti. Pasalnya, belum ada regulasi yang jelas dari pemerintah setempat terkait legalitas kripto.

Industri ini sudah hadir sejak tahun 2013 silam. Kala itu, Reserve Bank of India (RBI), bank sentral India, sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mata uang virtual bukanlah alat pembayaran yang sah. Kemudian, di 2018, pandangan pemerintah mulai melunak.

Lewat Kementerian Keuangan India, pemerintah setempat menunjuk sebuah komite yang bertugas untuk membuat rancangan undang-undang (RUU) terkait aset kripto. Hingga hadirlah crypto exchange pertama di India, yaitu CoinDCX.

Namun, kemudian pandangan tersebut kembali berbalik arah. Pada tahun 2019, saat RUU terkait aset kripto dikeluarkan, terdapat aturan yang mengatakan pelarangan untuk memegang, menambang, menjual, menerbitkan, mentransfer atau menggunakan aset kripto.

Ancaman hukuman yang diberikan juga tidak tanggung-tanggung, yakni ganjaran denda atau kurungan penjara hingga 10 tahun. Setahun berselang, Mahkamah Agung mencabut aturan tersebut. Lalu, di 2021, Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, mengungkapkan bahwa pemerintah belum mengambil langkah nyata untuk melarang aktivitas pemasaran aset kripto di India.

Tidak lama berselang, pemerintah India kembali mengeluarkan kebijakan yang menunjukkan sikap positif terhadap aset kripto. Transfer aset kripto atau mata uang virtual di negeri yang beribu kota di New Delhi itu akan dikenakan tarif pajak 30%.

Hal itu dapat diartikan bahwa aset kripto sudah mendapatkan legitimasi dari pemerintah sebagai aset yang sah. Founder dan CEO Cashaa, platform keuangan berbasis blockchain, menjelaskan investor menyambut hal tersebut secara positif.

“Deklarasi tersebut merupakan langkah pertama dalam pengakuan aset kripto sebagai aset yang sah,” katanya.

Potensi Besar India untuk Industri Kripto

Berdasarkan riset Chainalysis, India masuk dalam 20 besar indeks adopsi kripto di seluruh dunia. Bahkan jika dilihat secara peringkat, India berada di posisi 2 untuk adopsi kripto dengan skor 0,37 dibawah Vietnam.

Pesatnya pertumbuhan aset kripto di negara berkembang di dukung oleh volume transaksi pada platform peer to peer kripto.

Head of Executive Bitmex, Alexander Höptner, mengatakan jika regulator di India mengambil sikap progresif, negara tersebut bisa mengubah peta industri kripto global. Pasalnya, negara tersebut memiliki amunisi yang cukup untuk bisa melakukannya.

Baik dari sisi kekuatan ekonomi, demografi dan juga kekuatan teknologi, India mampu melakukan adopsi massal aset kripto.

Ia juga mengatakan bahwa jika sudah ada kejelasan regulasi dari pemerintah setempat, akan menjadi titik awal yang baik bagi Bitmex untuk memasuki pasar India.

“India adalah pasar yang menarik bagi kami. Kami ingin melakukan pendekatan yang tepat ke India,” tutupnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.