Mayoritas ETH Dikendalikan oleh Pool Teratas, Kekhawatiran Terkait Isu Sentralisasi Staking Ethereum pun Mencuat

14 September 2022, 14:03 WIB
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
14 September 2022, 18:45 WIB
Ringkasan
  • Menurut data yang dikumpulkan oleh Nansen, 70% dari staked ETH ternyata berada di bawah kendali enam pool terbesar saat ini.
  • Laporan tersebut juga menguak fakta bahwa perusahaan liquid staking pool terdesentralisasi menyumbang 31% dari keseluruhan staked ETH tersebut.
  • Namun, lebih dari 70% staked ETH dibeli pada harga yang lebih tinggi dari nilai pasarnya.

Menyusul semakin dekatnya agenda transisi jaringan Ethereum dari proof of work ke proof of stake, tepatnya antara tanggal 13 dan 15 September, maka sebuah fenomena unik pun muncul. Data yang Nansen terbitkan menguak fakta bahwa sebanyak enam pool saat ini tengah merajai lebih dari 70% keseluruhan staked ETH di jaringan.

Sehubungan dengan hal itu, berikut rincian persentase staked ETH yang dimiliki keenam pool tersebut:

  1. Sebanyak 31% dari keseluruhan staked ETH dipegang oleh platform terdesentralisasi penyedia solusi liquid staking pool Lido
  2. Unlabelled juga mengelola sebanyak 23% staked ETH
  3. Sekitar 30% staked ETH dijalankan oleh Coinbase, Kraken, dan Binance
  4. Staked.us yang memegang sebanyak 3% dari staked ETH
Grafik Liquid Staking Pool ETH dari Nansen
Sumber: Nansen

70% Investor yang Staking ETH Gagal Profit

Namun demikian, jika kita perhatikan pembelian stake tersebut, maka laporan menemukan bahwa lebih dari 70% staked ETH dibeli dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai pasarnya saat ini. Oleh karena itulah, sangat kecil kemungkinan para staker untuk terburu-buru menjual ETH mereka setelah Shanghai upgrade tayang nantinya.

Jika sesuai jadwal, maka upgrade Shanghai baru akan tayang dalam 6 hingga 12 bulan setelah The Merge. Upgrade ini merupakan langkah penting berikutnya setelah transisi mekanisme konsensus Ethereum dari PoW ke PoS. Pasalnya, Shanghai akan berperan penting dalam membuka (unlock) ETH yang telah pengguna staked. Selain itu, staked ETH (imbalan yang diperoleh staker saat ini) serta ETH yang baru dibuat tepat setelah The Merge, semuanya akan tetap terkunci di Beacon Chain, dan tidak akan bisa ditarik sebelum upgrade Shanghai berhasil tayang nantinya.

Tapi, meskipun Shanghai upgrade akhirnya memberikan para investor akses untuk bisa menarik aset mereka, sebagian besar staker tidak akan terdorong untuk menjual Ethereum mereka. Kecuali, jika harga aset tersebut benar-benar melonjak tajam.

Nansen memperkirakan bahwa hanya ada 18% staked ETH dipegang oleh staker yang memperoleh profit dari aktivitas penjualannya. Selanjutnya, menurut temuan dari sebuah perusahaan analitik, staker tidak likuid (illiquid staker); seperti Lido, Coinbase, atau Rocket Pool, lebih cenderung akan menjual aset mereka.

“Namun, [jika] melihat gambaran keseluruhan, sebagian besar staked ETH (71%) gagal profit dengan harga saat ini,” kata Nansen. Selain itu, ‘penarikan stake dan [yang] keluar sebagai validator saat ini akan memakan waktu sekitar 300 hari dengan lebih dari 13 juta ETH yang staked.

Meskipun demikian, Nansen menemukan bahwa, “kira-kira 1 juta ETH yang terkunci pada level harga ini dapat masuk ke pasar jika ditarik melalui antrian unlock.” Kemudian, mereka menambahkan, “Tapi, perlu dicatat [juga] bahwa sebagian investor awal ini adalah staker setia Ethereum dan mungkin tidak akan menjual stake mereka.”

Harga Ethereum (ETH) Masih Stagnan

Pada saat publikasi, Ethereum mempertahankan harga pada kisaran level US$1.682 dan US$1.758 selama 24 jam terakhir. Lalu, sesuai data dari CoinGecko, di periode yang sama, ETH juga mencatat kerugian harian sekitar 2,5%. Sementara itu, harga Ethereum juga telah turun sebesar 14% dalam sebulan terakhir. Parahnya lagi, harganya saat ini menunjukkan penurunan sebesar 65% di bawah rekor tertingginya pada titik US$4.878,26; yang mana rekor tersebut berhasil ETH cetak pada bulan November tahun lalu.

Menurut data terbaru dari Intotheblock, sebanyak 39% holder Ethereum saat ini berada di zona merah. Sementara itu, hanya ada 3% yang impas. Sedangkan, sisanya lagi yaitu 58% telah sukses mengantongi profit pada kisaran harga saat ini.

Kemudian, berdasarkan laporan baru-baru ini, sebagian besar trader Ethereum telah melakukan lindung nilai posisi mereka terhadap kemungkinan penurunan harga ETH. Bloomberg melaporkan bahwa saat ini semakin banyak trader kripto yang melakukan short terhadap ETH di pasar berjangka (futures).

Di sisi lain, Andrew Tu, yang saat ini menjabat sebagai Head of Growth untuk perusahaan perdagangan algoritmik kripto Efficient Frontier, juga mengatakan kepada Bloomberg, “Dengan [The] Merge yang tayang pekan ini, bisa jadi orang-orang melakukan lindung nilai karena harga ETH sebagian besar meningkat sementara tingkat pendanaannya menjadi negatif.”

Bagaimana pendapat Anda tentang isu sentralisasi staking ETH ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.