Mengaku Bisnisnya Lesu, Tinder Urungkan Niat Garap Metaverse

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Platform kencan daring Tinder mengurungkan niatnya untuk memasuki metaverse.

  • Di samping kinerja perusahaan yang melandai pada kuartal kedua tahun ini, CEO Tinder, Bernard Kim, juga merasa dunia metaverse masih diliputi dengan banyak ketidakpastian.

  • Selain itu, Bernard Kim pun memutuskan untuk menarik Tinder Coins, setelah melihat berbagai hasil pengujian yang perusahaan lakukan.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Melihat bisnisnya yang melandai, platform kencan daring Tinder mengurungkan niatnya untuk masuk dan mengembangkan dunia metaverse. Padahal, sejak tahun lalu, perusahaan sudah merencanakan untuk masuk ke dunia yang menggabungkan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) pada tahun ini.

Menilik laporan keuangan perusahaan di kuartal 2 tahun ini, kinerja keuangan Tinder memang kurang begitu memuaskan. Pandemi yang terjadi sejak 2 tahun ke belakang memukul bisnis perusahaan. Setelah berhasil meraup laba operasi sebesar US$210 juta di kuartal pertama tahun ini, di tiga bulan yang berakhir di Juni 2022, posisi laba operasi perusahaan malah berbalik menjadi negatif.

Perusahaan jadi mencatatkan rugi bersih operasional sebesar US$10 juta. Manajemen Tinder mengakui, jika hal itu merupakan imbas dari akuisisi perusahaan berbasis teknologi AR dan VR, yaitu Hyperconnect, yang mereka lakukan pada tahun lalu. Perusahaan jadi mencatatkan penurunan nilai aset tak berwujud sebesar US$217 juta.

Meksipun begitu, perusahaan tetap mensyukuri langkah pengambilalihan Hyperconnect. Pasalnya, CEO Match Group, perusahaan pemilik platform Tinder, Bernard Kim, mengatakan bahwa dengan akuisisi Hyperconnect, perusahaan bisa mencapai efisiensi biaya yang lebih baik.

Selain itu, dengan pemanfaatan teknologi yang Hyperconnect miliki, Tinder pun bisa melakukan kustomisasi untuk time delivery product ke pasar.

“Saya percaya masih banyak lagi yang bisa kita lakukan dengan Hyperconnect ke depannya. Saya menantikan untuk berkolaborasi dengan tim Hyperconnect, menghasilkan lebih dalam sinergi dan penerapan teknologi mereka lebih jauh dan lebih cepat di seluruh merek Match Group,” katanya.

Tunda Proyek Metaverse

Meskipun manfaat dari akuisisi sudah dirasakan oleh Tinder, namun platform tersebut mengurungkan niatnya untuk menggarap metaverse. Kim menuturkan bahwa dunia metaverse masih diliputi banyak ketidakpastian. Mulai dari bagaimana implementasinya, serta tingkat keberhasilannya. Oleh karena itu, Kim menginstruksikan kepada Hyperconnect untuk mengalihkan fokus bisnis metaverse-nya dan menahan alokasi dana investasinya.

“Kami akan terus mengevaluasi ruang metaverse dengan cermat. Perusahaan akan bergerak maju pada waktu yang tepat, ketika sudah terdapat kejelasan tentang layanan dan juga prospek keberhasilannya,” jelas Kim.

Sebagai catatan, meskipun mencatatkan rugi operasional, Tinder masih mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12%. Di kuartal dua tahun ini, perusahaan membukukan pendapatan US$795 juta. Namun, capaian tersebut ternyata masih jauh dari ekspektasi analis yang memproyeksikan Tinder sanggup meraup angka pendapatan di kisaran US$804 juta.

Tinder Coins Ditarik Mundur

Pasca mundurnya Renate Nyborg sebagai CEO Tinder di September lalu, ada perubahan strategi yang Kim lakukan. Selain mengurungkan niatanya untuk masuk ke metaverse, yang mana hal itu juga merupakan ambisi Nyborg untuk menciptakan Tinderverse, Kim juga menganulir langkah perusahaan yang sudah merilis Tinder Coins.

Kim menuturkan, ia mengambil keputusan itu setelah melihat berbagai hasil pengujian yang perusahaan lakukan. Tinder akan lebih mengkaji lebih serius utilitas barang virtual yang akan mereka rilis, agar bisa benar-benar menjadi pendorong pertumbuhan perseroan.

“Saya yakin bahwa pada paruh kedua tahun ini, dengan mengatur ulang prioritas produk, road map dan juga tim yang baru bisa membuat kemajuan yang berarti pada produk perusahaan,” jelas Kim.

Tinder Coins sendiri merupakan mata uang yang ada dalam aplikasi Tinder. Produk virtual tersebut sudah perusahaan rilis ketika Februari kemarin pada beberapa pasar di seluruh dunia. Dengan adanya Tinder Coins, harapannya dapat meningkatkan basis pengguna platform, sebab Tinder Coins bisa menjadi hadiah bagi pengguna yang aktif dan menjaga profilnya tetap update.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Adalah seorang pecinta kuliner yang pernah berkiprah di beberapa media ekonomi dan bisnis . Berpengalaman di bidang konten keuangan sebagai penulis dan editor artikel di startup. Gemar mendengarkan musik Britpop dan suka memasak di waktu senggang. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan

Ikuti Penulis