Lihat lebih banyak

Merger Token Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, Disetujui Komunitas

2 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Merger token Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, menjadi Artificial Superintelligence Alliance (ASI) disetujui komunitas.
  • Native token ASI hasil merger diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang.
  • Gabungan native token FET, AGIX, dan OCEAN menjadi ASI diharapkan dapat menghasilkan market cap US$7,5 miliar.
  • promo

Merger token dari proyek Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, menjadi Artificial Superintelligence Alliance (ASI) akhirnya disetujui oleh mayoritas dari masing-masing komunitas pada hari Selasa (16/4).

Native token ASI hasil merger diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang.

Setelah pemungutan suara dari komunitas masing-masing proyek, merger ini siap untuk menempatkan token ASI ke dalam peringkat 20 cryptocurrency terbesar berdasarkan market cap atau kapitalisasi pasar.

Dengan perkiraan nilai total sebesar US$7,5 miliar, merger ini akan menggabungkan native token FET, AGIX, dan OCEAN menjadi ASI.

Terkait berita ini, harga FET naik sekitar 0,4%, AGIX naik sekitar 3,6%, dan OCEAN naik sekitar 2,9%, dalam 24 jam terakhir.

Merger 3 proyek kripto yang terkait dengan narasi artificial intelligence (AI) ini dinilai menandai momen penting dalam penelitian dan pengembangna AI yang menjunjung prinsip desentralisasi.

Aliansi ini diklaim tidak hanya menandai tonggak sejarah dalam menanggapi pesatnya pertumbuhan proyek AI, tetapi juga bertujuan untuk menantang dominasi Big Tech dalam pengembangan, pemanfaatan, dan monetisasi AI.

Merger ini diharapkan dapat mempercepat investasi pada artificial general intelligence (AGI), memfasilitasi komersialisasi teknologi AI mutakhir, dan memungkinkan akses skala luas ke platform AI dan database besar.

Tantang Dominasi Big Tech di Sektor AI

Terkait hal ini, Humayun Sheikh, selaku chairman ASI dan CEO Fetch.ai, mengaku bahwa pihaknya sangat senang dengan keberhasilan proses pemungutan suara terkait merger token ini.

Hal ini disebut menandai dimulainya babak baru dalam pengembangan AI, ketika upaya kolektif akan mendorong kemajuan menuju desentralisasi AGI dan artificial super intelligence (ASI).

“Misi kami adalah menciptakan infrastruktur AI yang terdesentralisasi dalam skala besar, memastikan praktik yang etis dan dapat dipercaya. Dengan menggabungkan platform, kami memberdayakan para developer dan pengguna, mendorong ekosistem AI yang lebih demokratis dan transparan,” jelas chairman ASI itu.

Sementara itu, Ben Goertzel, selaku pendiri dan CEO SingularityNET, menekankan pentingnya demokratisasi pengembangan AI.

“Visi bersama kami adalah untuk meluncurkan AGI yang bermanfaat, kemudian ASI dengan cara yang terbuka, demokratis, dan terdesentralisasi. Merger token ASI membawa kami lebih dekat ke tujuan tersebut dan memperkuat kemampuan kami untuk menantang tawaran Big Tech untuk mengendalikan AI,” ungkap CEO SingularityNET.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori