Meta Mulai Uji Coba Integrasi NFT di Instagram dengan SparkAR dan Kenalkan Meta Pay

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Meta berencana melakukan uji coba penggunaan NFT pada fitur Instagram Stories, melalui platform SparkAR.

  • Mereka juga akan memperluas jangkauan uji cobanya ke lebih banyak wilayah dan content creator.

  • Di samping menggenjot bisnis NFT dan metaverse, Meta juga makin serius terhadap lini bisnis dompet digital, dengan memperkenalkan Meta Pay.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Meta Platform, Inc., induk usaha Facebook, terus menggenjot proses integrasi penggunaan aset digital di salah satu platform miliknya, yakni Instagram. Perusahaan raksasa media sosial ini berencana melakukan uji coba penggunaan non-fungible token (NFT) di Instagram Stories, melalui platform augmented reality (AR) SparkAR.

Hal itu merupakan bagian dari rangkaian upaya perusahaan agar para content creator bisa menghasilkan uang di platform perusahaan, sekaligus memperluas pengujian koleksi digital Meta.

“Kami sudah melihat beberapa content creator, seperti @misshattan@nylacollection_nft@amber_vittoria, dan @bossbeautiesnft, yang berhasil membagikan NFT mereka dengan komunitasnya di Instagram,” tulis keterangan resmi perusahaan.

Perluas Jangkauan Uji Coba NFT Instagram

Jika sebelumnya Meta hanya melakukan uji coba NFT di Amerika Serikat (AS), kali ini perusahaan yang tengah membangun metaverse itu bakal memperluas uji cobanya di beberapa negara tambahan dan ke lebih banyak content creator.

Nantinya, setiap content creator dan kolektor juga bisa membagikan koleksi digitalnya di Facebook dan Instagram, setelah perusahaan resmi meluncurkan fitur tersebut. Layanan anyar itu diklaim akan tersaji gratis.Namun, sebagai kompensasinya, perusahaan juga belum akan menawarkan fitur tersebut menjadi iklan.

Di samping itu, Meta juga sudah merilis panduan tentang cara kerja NFT dan mengapa aset digital tersebut penting bagi pembangunan metaverse.

Meta optimistis, di dekade berikutnya, metaverse akan mampu menjangkau 1 miliar orang, dan NFT adalah aspek penting dari potensi ekonomi dan pembangunan komunitas metaverse. Lewat NFT, setiap komunitas ataupun perorangan bisa membangun identitasnya secara daring, mendapatkan pengalaman baru, serta berinteraksi dengan orang lain di dalam ruang digital. Dalam metaverse pula, diprediksi akan bisa menampung perdagangan digital bernilai ratusan miliar dolar dan menciptakan pekerjaan bagi jutaan orang.

Meta Ubah Facebook Pay Jadi Meta Pay

Selain NFT dan metaverse, upaya perusahaan untuk masuk ke bisnis dompet digital pun kian serius. Chief Executive Officer (CEO) Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa Facebook Pay secara resmi telah berubah menjadi Meta Pay.

Melalui sebuah kiriman di akun Facebook pribadinya, Zuckerberg menjelaskan bahwa dalam pengembangannya, bakal hadir fitur di Meta Pay yang disebut dompet untuk metaverse.

Pada dasarnya, perubahan Facebook Pay menjadi Meta Pay hanyalah soal branding. Akan tetapi, perubahan itu juga bisa dianggap sebagai bukti keseriusan Meta untuk menggarap bisnis di Web3 dan metaverse.

“Ini akan tetap menjadi cara mudah yang sama untuk berbelanja, mengirim uang, dan melakukan donasi ke tujuan yang Anda pedulikan di Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger, dan di mana pun Anda bisa menggunakan Facebook Pay,” katanya.

Tangkapan layar kiriman Zuckerberg di Facebook mengenai Meta Pay
Sumber: akun Facebook Mark Zuckerberg

Dalam pengembangan dompet metaverse, setiap penggunanya akan dimungkinkan untuk mengelola identitas dengan aman, item, dan metode pembayaran; sambil menjelajahi dunia digital yang akan menjadi masa depan penggunanya.

Di masa yang akan datang, setiap penggguna bakal bisa membeli pakaian digital, karya seni digital, video digital, musik, ataupun acara yang digelar secara digital. Dengan begitu, bukti kepemilikan akan barang digital tersebut menjadi penting bagi penggunanya.

Koleksi-koleksi tersebut juga akan bisa dibawa ke metaverse. Namun, Zuckerberg mengakui bahwa perjalanan menuju ke sana masih cukup panjang. Jika dilihat secara sederhana, konsep dompet metaverse yang tengah dibangun Zuckerberg sangat mirip dengan dompet kripto yang saat ini memiliki fungsi untuk menyimpan aset kripto, termasuk NFT.

Zuckerberg juga tidak menjelaskan konsep metaverse yang akan dibangun; apakah akan menggunakan teknologi blockchain seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan kripto atau hanya menggunakannya sebagai referensi untuk pengembangan konsep.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Adalah seorang pecinta kuliner yang pernah berkiprah di beberapa media ekonomi dan bisnis . Berpengalaman di bidang konten keuangan sebagai penulis dan editor artikel di startup. Gemar mendengarkan musik Britpop dan suka memasak di waktu senggang. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan

Ikuti Penulis