NFT dan Keberlanjutan: Apakah Non-Fungible Token adalah Ancaman Bagi Lingkungan?

Diperbarui oleh Lynn Wang

Anda mungkin pernah mendengar tentang betapa banyaknya biaya energi yang cryptocurrency dan NFT konsumsi. Nyatanya, hal itu memang benar adanya. Tapi, saat ini semuanya mulai berubah. Dengan cepat.

Artikel ini adalah bagian dari pembahasan e-book baru yang dapat Anda unduh gratis dari Be[In]Crypto, berjudul “Sustainability and Cryptocurrency: An Analysis”. Unduh di sini.

Digiconomist.net memperkirakan bahwa satu transaksi Ethereum bahkan membutuhkan sekitar 120kWh energi. Artinya, jumlah tersebut hanya sedikit lebih banyak dari konsumsi daya rata-rata pada rumah tangga di AS selama empat hari.

Apalagi, mengingat sebagian besar penjualan NFT bergantung pada blockchain Ethereum dan ada ribuan penjualan setiap harinya, maka penggunaan energinya pun signifikan.

Selain itu, tidak seperti token biasa yang sebagian besar merupakan smart contract ERC-20 Ethereum, NFT adalah smart contract ERC-721 atau ERC-1155. Akibatnya, melakukan proses pencetakan (minting) NFT berarti Anda membuat smart contract yang kemudian akan masuk ke penyimpanan di jaringan blockchain.

Oleh karena smart contract dapat mentokenisasi berbagai aktivitas manusia, penggunaan NFT pada akhirnya pun mempunyai cakupan penggunaan yang luas.

NFT Dapat Berupa:

– Karya seni, baik independen maupun dalam bentuk game blockchain/kartu trading

– Tiket untuk pertandingan olahraga dan acara lainnya, yang juga dapat berfungsi sebagai memorabilia

– Video dan musik

Merchandise virtual pada platform metaverse untuk karakter avatar

– Nama domain dan dokumen

– Aset dunia nyata, seperti halnya real estat (CityDA0 di Wyoming).

Maka dari itu, karena NFT adalah smart contract, mereka menggunakan platform smart contract tanpa melibatkan Bitcoin di dalamnya. Alhasil, penggunaan energi trading NFT sama intensifnya dengan energi pada blockchain PoS. Menurut Statista, dalam kondisinya yang belum ditingkatkan, Ethereum menjadi platform smart contract terbesar yang menggunakan 238,22 kWh per transaksi.

NFTs

NFT dan Ethereum

Meski begitu, Ethereum juga sedang dalam proses perpindahan dari model proof-of-work ke proof-of-stake. Upaya tersebut juga sudah menjadi proyek jangka panjang untuk Ethereum Foundation. Transisi itu akan dapat mengurangi energi per transaksi, hingga serendah 35Wh, mengingat tidak akan lagi memerlukan banyak komputer yang bersaing untuk menyelesaikan setiap transaksi. Sebagai gantinya, aktivitas tersebut akan digantikan dengan validator dengan dana yang mereka jalankan dalam staking.

Jika berhasil, maka ini adalah bentuk pengurangan dari penggunaan daya tahunan yang serupa dengan beberapa negara berukuran sedang dengan kota kecil di AS. Di samping itu, karena transaksinya memerlukan energi, langkah ini merupakan solusi yang baik untuk membuat cryptocurrency dan non-fungible token menjadi jauh lebih ramah lingkungan.

NFTs

Jika Merge Ethereum selesai sesuai jadwal, maka blockchain ini bisa kita sejajarkan dengan blockchain PoS yang lain dalam hal konsumsi energinya. Kemudian, kita juga dapat membandingkan penggunaan energi Visa yang sebelumnya dengan ekosistem blockchain PoS yang luas dan akan dimasuki oleh Ethereum nantinya.

Di samping itu, ini adalah metrik yang bagus untuk meninjau pengurasan energi di pasar NFT. Jika kita gambarkan dengan lebih rinci, menurut Digiconomist, konsumsi energi Visa sama dengan konsumsi sekitar 20.000 rumah tangga AS pada tahun 2019.

NFTs

Kondisi Pasar Hari Ini

Di tahun 2021, ukuran pasar NFT tumbuh menjadi US$41 miliar dengan penjualan mingguan antara 15.000 hingga 50.000 NFT. Penghitungan konsumsi energinya adalah dengan menggunakan rentang yang lebih tinggi sebagai dasar, lalu mengalikannya dengan pengeluaran energi PoS rata-rata sebesar 20 Wh per transaksi. Sebagai hasilnya, jumlah konsumsi energi pasar NFT terhitung mencapai 1.000 kWh setiap minggunya.

Sementara itu, apabila dihitung per tahun, berarti jumlahnya menjadi 0,052 GWh. Menurut Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS), konsumsi listrik tahunan rata-rata untuk pelanggan utilitas perumahan AS adalah 10.715 (kWh) pada tahun 2020.

Jika kita bandingkan, itu artinya:

• 0,0107 GWh per satu rumah tangga AS setiap tahunnya.

• 0,052 GWh per seluruh pasar NFT pada rentang yang lebih tinggi (50 ribu penjualan mingguan), setiap tahunnya.

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa blockchain PoS secara inheren selaras dengan kebijakan lingkungan dibandingkan dengan jaringan PoW.

Artikel ini adalah bagian dari pembahasan e-book baru yang dapat Anda unduh gratis dari Be[In]Crypto, berjudul “Sustainability and Cryptocurrency: An Analysis.” Unduh di sini.

Punya pendapat yang ingin Anda sampaikan terkait keberlanjutan NFT? Sampaikan kepada kami atau bergabunglah dalam diskusi di saluran Telegram kami. Anda juga bisa tetap terhubung dengan kami di TikTok, Facebook, atau Twitter.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.