Lihat lebih banyak

Dorong Adopsi Aset Digital, NFTpay Jalin Kolaborasi dengan Polygon

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • NFTpay, platform solusi pembayaran NFT berbasis kartu kredit, menjalin kerja sama dengan Polygon.
  • Hal ini dilakukan untuk bisa memperluas akses aset digital menjadi lebih masif ke masyarakat umum.
  • Selain Polygon, NFTpay juga sudah melayani jaringan blockchain; seperti Ethereum, BSC, hingga Solana.
  • promo

NFTpay, platform solusi pembayaran non-fungible token (NFT) berbasis kartu kredit, baru saja menjalin kerja sama dengan jaringan blockchain Polygon. Hal ini dilakukan untuk bisa memperluas akses aset digital menjadi lebih masif ke masyarakat.

Kerja sama ini bukan yang pertama dilakukan NFTpay dengan perusahaan infrastruktur kripto. Sebelumnya, mereka yang berbasis di Florida, Amerika Serikat (AS), itu juga sudah melayani jaringan blockchain Ethereum, Algorand, Binance Smart Chain (BSC), Fantom, Avalanche, EOS, Solana, dan Cronos.

Terkait hal ini, co-founder sekaligus CEO NFTpay, Mike Krilivsky, mengungkapkan bahwa Polygon telah memantapkan dirinya sebagai proyek skalabilitas Ethereum yang paling menjanjikan. Mumpuninya tim yang ada di belakang Polygon menjadi salah satu alasannya.

Sukses Gandeng Starbucks, Reddit, dan Meta Inikah Kebangkitan Layer 2 Polygon?

“NFTpay memungkinkan marketplace NFT maupun penjual aset digital untuk menambahkan opsi pembayaran kartu kredit demi meningkatkan penjualan. Untuk bisa mengintegrasikan NFTpay, mereka hanya perlu memasukkan informasi dasar terkait proyeknya,” jelas Mike Krilivsky.

Lewat mekanisme ini, akan sangat memudahkan investor atau kolektor NFT untuk membeli aset digital yang mereka inginkan. Dengan begitu, artinya pengguna tidak perlu menggunakan aset kripto ataupun dompet kripto untuk bisa melakukan pembelian.

CEO NFTpay mengklaim bahwa selama ini, kepemilikan aset kripto menjadi penghambat para kolektor untuk bisa memiliki NFT. Pasalnya, sekitar 99% calon pembeli aset digital tidak memiliki kripto.

NFTpay Gandeng Milan Jaram

Demi memperluas adopsinya, NFTpay pada Oktober lalu turut menggandeng kolaborasi dengan salah satu seniman digital, yakni Milan Jaram. Lewat langkah ini, Milan Jaram akan membantu untuk membuat, meluncurkan, dan menjual karya seninya melalui NFT.

Adapun koleksi NFT edisi terbatas pertama yang meluncur memuat konten The Simpsons versi artificial intelligence (AI). Lewat popularitas aset digital besutannya, NFTpay mencoba masuk dan melebarkan sayap bisnis demi menjangkau khalayak yang lebih luas.

Mike Krilivsky mengungkapkan bahwa dengan mempermudah proses pembayaran, maka pemasaran produk akan menjadi lebih nyaman. Masyarakat pun memilki lebih banyak opsi pembayaran.

Mereka mengklaim bahwa platform NFTpay turut memiliki kemampuan moncer untuk memproses ribuan transaksi secara sekaligus. Sebagai catatan, mereka pun sudah menggandeng marketplace NFT terbesar, yaitu OpenSea untuk membuka akses pembayaran yang lebih mudah melalui NFT Shark.

Apakah Krisis FTX Pengaruhi Penjualan NFT?

Non-fungible token memang berbeda dengan cryptocurrency, seperti Bitcoin (BTC) maupun altcoin lainnya. Oleh karena itu, ketika pasar perdagangan kripto melandai, beberapa pihak masih percaya bahwa antusiasme terhadap NFT akan berbeda. Bahkan, penjualan NFT pada November lalu berhasil naik 13,2% dari bulan sebelumnya.

Mengenai hal ini, co-founder LiquidX, Giulio Xiloyannis, menuturkan bahwa investor kakap di industri non-fungible token lebih tahan terhadap guncangan ketimbang investor kripto. Itu mengapa, kegagalan salah satu bursa kripto global seperti FTX dinilai tidak begitu berpengaruh terhadap prospek aset digital.

Data menyebutkan bahwa pasar non-fungible token memiliki kapitalisasi pasar senilai lebih dari US$11,3 miliar. Jumlah ini setara dan lebih besar dari Produk Domestik Bruto (PDB) banyak negara kecil; seperti Kosovo, Togo, dan Somalia. Dalam delapan tahun ke depan, kapitalisasi pasar aset digital diprediksi akan terus naik ke level US$231 miliar pada tahun 2030.

“Penggerak utama pertumbuhan dan permintaan NFT adalah barang koleksi yang telah berhasil menembus industri utama. Hal itu termasuk seni, musik, yang kemudian berkembang ke film, olahraga, fashion, game, metaverse, penjualan tiket, supply chain, hingga barang mewah, semuanya menggunakan teknologi NFT,” bunyi riset yang dirilis Nansen.

Bagaimana pendapat Anda tentang kolaborasi antara NFTpay dan Polygon ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori