Bitcoin btc
$ usd

Pemanfaatan Blockchain di Sektor Perbankan Diramal Bakal Makin Masif

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Research and Markets mengungkapkan nilai pasar blockchain global di industri perbankan akan jadi lebih dari Rp269 triliun di 2026 mendatang.
  • Proyeksi tersebut didasarkan pada pertumbuhan nilai pasar blockchain sendiri yang sudah mencapai 62,7% dari periode 2016 ke 2021.
  • Riset itu menyebutkan bahwa wilayah Amerika Selatan dan Timur Tengah akan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat dalam hal pemanfaatan teknologi blockchain di pasar perbankan.

Pemanfaatan teknologi blockchain di kancah global diprediksi akan semakin masif. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap proses transfer cepat dan real time membuat banyak lembaga perbankan untuk mengadopsi teknologi blockchain demi bisa tetap berkompetisi.

Laporan yang diterbitkan oleh lembaga riset pasar Research and Markets mengungkapkan bahwa nilai pasar untuk blockchain secara global di industri perbankan pada tahun 2021 lalu mencapai US$2,03 miliar. Lalu, angka tersebut akan meningkat 53,9% menjadi US$17,58 miliar atau lebih dari Rp269 triliun di tahun 2026 mendatang.

Proyeksi tersebut didasari pada pertumbuhan nilai pasar blockchain sendiri yang sudah mencapai 62,7% dari periode 2016 ke 2021. Akselerasi penggunaan blockchain akan banyak dipengaruhi oleh tuntutan kebutuhan masyarakat akan proses transaksi yang efisien, cepat dan juga aman.

Selain itu, perihal lokalisasi data dan skalabilitas dalam pemanfaatan teknologi baru ini juga mampu mendorong sektor perbankan untuk bergerak maju untuk menggunakannya dengan lebih baik.

“Pasar blockchain publik diharapkan menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam pemanfaatan teknologi tersebut di sektor perbankan dan jasa keuangan yang diprediksi mampu meningkat 55,6% hingga 2024,” jelasnya dalam riset.

Hal tersebut sekaligus mengesampingkan kekhawatiran bahwa hadirnya blockchain dan kripto akan menggeser industri keuangan tradisional. Dalam praktiknya, justru kedua industri tersebut bisa saling bersinergi untuk memberikan pelayanan mumpuni pada masyarakat.

Amerika Utara Jadi Wilayah Terbesar dalam Pemanfaatan Blockchain bagi Perbankan

Jika dibagi berdasarkan wilayah, Amerika Utara masuk sebagai area yang paling banyak memanfaatkan layanan blockchain dalam sistem perbankan dan jasa keuangan. Pada tahun 2021, sebanyak 37,5% dari total pasar blockchain di dunia perbankan berasal dari wilayah tersebut.

Posisi berikutnya dihuni oleh wilayah Eropa Barat, Asia Pasifik, dan beberapa wilayah lain. Namun, melihat perkembangan industri kripto, yang mana beberapa negara di wilayah Amerika Selatan; seperti Brasil dan Argentina, justru menduduki peringkat atas dalam hal adopsi kripto, akan mengubah peta pertumbuhannya dalam beberapa tahun ke depan.

Lebih lanjut, riset itu menyebutkan bahwa wilayah Amerika Selatan dan Timur Tengah akan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat dalam hal pemanfaatan teknologi blockchain di pasar perbankan. Masing-masing area diprediksi mampu mencapai tingkat pertumbuhan 71,5% dan 67,1% sampai 2026 mendatang.

Global Head of Digitalization and Client Access Standard Chartered Bank, Gautam Jain, menambahkan blockchain merevolusi kecepatan dan efisiensi transaksi. Meskipun penerapan teknologi tersebut masih dalam tahap pembuktian konsep, namun hadirnya blockchain dapat berperan positif di berbagai industri, termasuk sektor perbankan.

“Dampak pada perbankan sangat penting dengan kemajuan seperti adanya penyelesaian real-time, mengurangi risiko tekanan dan juga peningkatan akan otomasi transaksi,” ungkapnya.

Bank Bisa Luncurkan Produk Baru

Game Blockchain

Mengacu pada riset, tren blockchain di pasar perbankan dan layanan keuangan akan berada pada adanya integrasi teknologi anyar tersebut ke dalam layanan aset. Salah satu sektor jasa keuangan yang bisa memanfaatkannya dengan baik adalah asuransi.

Sementara dalam lingkup perbankan, lembaga keuangan tersebut bakal menempuh banyak proses merger dan akuisisi untuk mempercepat proses integrasi. Hal itu akan dilakukan untuk bisa memperluas portofolio produk dengan peluncuran produk keuangan yang didukung oleh blockchain.

Sebagai catatan, salah satu hal konkret dalam pemanfaatan teknologi blockchain dalam sistem perbankan adalah adanya potensi pengurangan biaya operasional karena transaksi real-time menjadi lebih dekat.

Dalam hal pencegahan penipuan, teknologi blockchain mampu menyimpan informasi konsumen pada blok secara terdesentralisasi, sehingga proses know-your-customer (KYC) bisa berjalan lebih baik.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori