Lihat lebih banyak

HSBC Bakal Makin Eksis di Metaverse, Ajukan Merek Dagang untuk NFT

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • HSBC baru saja mengajukan merek dagang untuk nama HSBC beserta logonya di USPTO dalam rangka memperbesar ekosistem metaverse.
  • Pengajuan itu dimaksudkan agar HSBC bisa menggunakan mereknya di beberapa produk virtual.
  • Dari pengajuan tersebut, kuat dugaan HSBC memiliki rencana yang lebih serius dalam pemanfaatan metaverse.
  • promo

Setelah resmi masuk ke metaverse lewat akuisisi lahan virtual milik The Sandbox, HSBC yang merupakan salah satu bank global terbesar di dunia tampak lebih serius untuk memulai bisnisnya di ruang virtual. Perusahaan baru saja mengajukan merek dagang untuk nama HSBC beserta logonya di Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) dalam rangka memperbesar ekosistem metaverse dan aset digital.

Pengajuan yang dilakukan pada 15 Desember itu dimaksudkan agar HSBC bisa menggunakan mereknya di beberapa produk virtual, termasuk di dalamnya non-fungible token (NFT) dan aktivitas perdagangan berbasis kripto lainnya. 

Dalam utas Twitter, pengacara merek dagang kondang, Mike Kondoudis, menjelaskan HSBC juga mengajukan merek dagang untuk transfer aset kripto, pemrosesan kartu kredit di metaverse, dan masih banyak lagi. 

“Pengajuan aplikasi merek dagang dimaksudkan untuk pemanfaatan merek perusahaan dalam aset digital dan bursa kripto,” jelasnya. 

HSBC web3 metaverse

Dari rencana tersebut, kuat dugaan HSBC memiliki rencana yang lebih serius dalam pemanfaatan metaverse. Pasalnya, selama ini lembaga perbankan yang berbasis di Hong Kong itu hanya memanfaatkannya untuk kepentingan pemasaran. 

Lewat tanah virtual yang sudah dibelinya, HSBC hanya akan berfokus pada sektor olahraga, e-sport dan juga game. Chief Marketing Officer (CMO) HSBC Asia-Pasifik, Suresh Balaji, mengungkapkan terdapat potensi besar untuk menciptakan pengalaman baru lewat platform yang juga baru. 

“Hal tersebut dapat membuka peluang untuk nasabah kami di masa sekarang dan masa depan,” jelasnya.

HSBC Ikuti JPMorgan

Langkah yang dilakukan HSBC mengikuti JPMorgan yang sudah lebih dulu mendapatkan persetujuan untuk merek dagang di dunia Web 3. 

Pada November kemarin, salah satu bank terbesar di dunia itu sudah diberi restu untuk pemanfaatan dompet kripto dengan menggunakan merek dagangnya sendiri, yakni JPMorgan. 

Dompet tersebut dirancang untuk bisa melakukan transfer kripto, konversi aset kripto, proses pembayaran berbasis kripto, rekening giro virtual dan layanan umum di sektor keuangan. Menariknya, masuknya perusahaan ke ranah web3 terjadi di tengah sikap bos JPMorgan, Jamie Dimon yang terus mengkritik pemanfaatan kripto, khususnya Bitcoin (BTC).

Dalam sebuah pernyataan, Dimon bahkan menyebut bahwa bitcoin merupakan aset yang tidak berharga, penipuan dan juga aset yang menjalankan ponzi terdesentralisasi.

Tetapi terlepas dari itu, JP Morgan jugalah yang menjadi lembaga perbankan jumbo pertama di ranah metaverse. Dunia yang dalam bertransaksi memerlukan aset digital dan juga kripto yang selama ini di pandang sebelah mata oleh pimpinan perusahaan.

Selain itu, dalam sebuah laporan, JP Morgan juga menyebut bahwa terdapat peluang pasar dari metaverse yang mampu mendongkrak pendapatan hingga US$1 triliun per tahun.

Bank Tidak Bisa Menolak Kehadiran Metaverse

Di dalam metaverse terdapat banyak potensi transaksi keuangan yang dilakukan oleh pengguna dan juga pengembang metaverse itu sendiri. Melihat hal itu, lembaga perbankan yang selama ini mendominasi arus transaksi keuangan dunia tentu tidak ingin kehilangan pasarnya di ranah virtual.

Prinsipnya sederhana, jika bank tidak hadir di dalam metaverse, maka sepak terjang platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) akan semakin luas. Oleh karena itu, dengan lembaga perbankan berupaya untuk bisa tetap hadir di metaverse meskipun ruang tersebut masih belum terbentuk dengan sempurna.

Chief Technology Officer (CTO) Brilio, Chander Damodaran, dalam sebuah unggahan blog mengungkapkan terdapat kesepahaman antara metaverse dan perbankan. Di antaranya adalah bank bisa menjadi tulang punggung untuk transaksi virtual yang aman dan terjamin. Dengan begitu, industri lain yang hadir di Web3 bisa berkembang pula dalam memberikan layanan yang lebih interaktif dan imersif dengan nyaman.

“Selain itu, pengguna metaverse kedepannya akan banyak dihuni oleh generasi Alpha, generasi yang saat ini mungkin mash menjad anggota keluarga termuda dalam lingkungan. Oleh karena itu, bank perlu menyiapkan infrastruktur digitalnya untuk merengkuh pasar di masa depan,” jelas Damodaran.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah HSBC melakukan pengajuan hak paten dan merek dagang di metaverse? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori