Ulasan Lengkap The Sandbox (SAND): Tokenomics, Ekosistem, dan Prediksi di 2022

Bagikan Artikel

The Sandbox adalah salah satu game blockchain terpopuler yang tengah berupaya untuk membuat metaverse miliknya sendiri. Di dunia virtual ini, nantinya pengguna bisa memiliki plot tanah (land), menggunakan berbagai item, dan berinteraksi antar pengguna. 

Tidak hanya itu, semua transaksi game tersebut juga akan muncul di blockchain Ethereum. Pengguna akan mendapatkan insentif atas partisipasinya di dalam game. Selain itu, pengguna juga bisa membuat dan menjual aset digital mereka sendiri di marketplace game Sandbox.

Sebagai game blockchain, The Sandbox telah berkembang secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Meskipun game tersebut menjadi yang paling populer saat ini, juga terdapat banyak game lain dengan konsep yang mirip. Sementara itu, istilah “metaverse” juga telah menjadi kata yang populer di industri kripto. Potensinya untuk menciptakan dunia virtual global telah menarik minat banyak perusahaan terkemuka. The Sandbox pun telah menunjukkan bagaimana dunia digital seperti itu dapat dioperasikan.

Kebangkitan metaverse

the Metaverse | Game

Ada banyak produksi sci-fi klasik yang berfokus pada gagasan tentang dunia virtual. Mereka melakukannya karena konsep itu sudah tentu tampak eksotis dan berada di luar akal manusia. Topik-topik ini muncul di banyak film Hollywood beberapa tahun yang lalu. Namun, bersamaan dengan semakin banyaknya orang yang mulai mempertimbangkan prospek gagasan itu, kini semakin banyak juga orang berupaya untuk mewujudkan dunia virtual impian tersebut.

Hal inilah yang membawa kita menuju konsep “metaverse” yang telah menjadi buah bibir masyarakat dunia saat ini. Intinya, metaverse merupakan dunia digital dengan fitur-fitur yang memungkinkan adanya interaksi dengan manusia lain, seperti halnya di dunia nyata. Apakah hal ini realistis? Untuk menyimpulkannya, kita bisa menggunakan informasi dari sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan. Di dalam studi tersebut, ditemukan bahwa pengguna internet rata-rata menghabiskan hampir tujuh jam untuk online setiap harinya. Tentunya hal ini bisa menjawab pertanyaan tersebut, bukan?

Metaverse sendiri merupakan alternatif digital yang imersif dari dunia nyata. Dunia yang ada di dalamnya dianggap sebagai tempat di mana avatar virtual bisa bekerja, memiliki hobi, berbelanja, atau bermain bersama. Hal ini juga memungkinkan kita untuk berinteraksi dalam komunitas online dan menjelajahi ruang digital. Ketika Facebook mengubah namanya menjadi Meta Platforms, Inc., istilah “metaverse” pun secara resmi menjadi bagian dari jajaran istilah yang sering digunakan. Hal ini secara garis besar hanya diwujudkan sebagai sebuah konsep. Namun, banyak dari karakteristiknya yang kini sudah mulai digunakan, meskipun masih terbatas pada tingkat mikro.

Perusahaan yang terlibat dalam proyek untuk membangun metaverse mengklaim bahwa untuk mewujudkan proyek tersebut, mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun. Walau demikian, baik veteran di dunia industri maupun pengamat biasa masih tetap memiliki ketertarikan yang tinggi akan konsep tersebut. Sebagai contoh, kita bisa mengacu pada potensi peningkatan realitas yang perlu dibangun dengan perangkat VR augmentation. Terlebih lagi, akan ada sedikit transisi dari metode penggunaan internet saat ini. Dalam beberapa aspek, metaverse dapat dianggap sebagai upaya untuk memprediksi masa depan internet.

Menelusuri prospek metaverse

Metaverse memungkinkan kreator konten untuk terhubung dengan audiens mereka dengan cara yang baru. Hal tersebut membuka peluang yang besar untuk melakukan monetisasi melalui NFT, merchandise digital dan banyak lagi cara lainnya. Alat pembayaran metaverse yang paling umum digunakan adalah mata uang virtual. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa teknologi metaverse dan blockchain terlihat saling berhubungan secara intrinsik.

Konsep metaverse sendiri telah menarik perhatian masyarakat dunia. Tujuannya saat ini adalah untuk mulai membuktikan secara lebih lanjut tentang penerapannya di kehidupan nyata. Terdapat beberapa kemajuan yang telah nampak dalam beberapa aspek. Di antaranya yaitu semua perusahaan yang ingin bekerja dalam industri ini berupaya untuk mempekerjakan karyawan berpengalaman. Pakar kripto juga menjadi salah satu di antara mereka yang terpilih oleh perusahaan-perusahaan penting ini.

Wajah metaverse di tahun 2022 dan tahun-tahun mendatang

Banyak dari para penggerak industri terkemuka melakukan investasi besar dalam proyek metaverse. Di antaranya yaitu perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft atau SoftBank yang telah memperoleh platform dan individu bertalenta yang memungkinkan mereka membangun metaverse versi mereka sendiri. Sementara itu, Microsoft juga telah menginvestasikan miliaran dolar dalam upaya ini.

Lambat laun, perusahaan-perusahaan tersebut juga perlu memamerkan inovasi mereka kepada publik. Omniverse Enterprise Nvidia atau Horizon Workrooms Meta juga telah menunjukkan adanya potensi kolaborasi digital terkait pekerjaan. Di sisi lain, ada juga AltspaceVR dengan usahanya melayani orang-orang yang ingin merasakan pengalaman dalam menghadiri acara langsung di dunia digital. Contohnya yaitu seperti pengalaman menghadiri konser. Bahkan, perusahaan fesyen juga mendapatkan insentif dalam pembuatan versi NFT dari pakaian mereka untuk dunia digital.

Apakah hal ini hanya akan menjadi tren sesaat dan segera terlupakan? Pastinya hal tersebut mungkin saja terjadi. Akan tetapi, ada baiknya juga jika kita mencari tahu pendapat para ahli yang sudah berpengalaman. Contohnya, seperti Bill Gates yang percaya bahwa publik sudah mulai terbiasa dengan berbagai aspek dari eksperimen ini. Ia telah memperhitungkan bahwa hanya dalam waktu beberapa tahun, metaverse akan sepenuhnya menjadi kenyataan.

Evolusi The Sandbox

The Sandbox dan berbagai hal di dalamnya merupakan perwujudan dari gabungan sejumlah ide yang populer di dunia digital. Game tersebut memadukan konsep game modern dengan model game blockchain play-to-earn. Terdapat perhatian khusus yang diberikan pada tautan yang dimilikinya dengan potensi metaverse yang sangat dinantikan. Atau dengan kata lain, perusahaan yang berada di balik proyek The Sandbox sedang mencoba untuk menjadi yang lebih dulu mengupayakan hal tersebut.

Ketertarikan mereka pada salah satu topik di atas bukanlah hal yang baru. Pada tahun 2012 lalu, sebuah perusahaan bernama Animoca Brands sedang berusaha mengembangkan sebuah game (The Sandbox). Game itu diekspektasikan untuk meniru produk Minecraft yang sudah sangat populer. Penggemar Minecraft pun menunjukkan minatnya pada The Sandbox. Sejak itu, The Sandbox telah diunduh lebih dari 40 juta kali. Hal ini membuat para developer menunjukkan ketertarikan mereka pada tren digital lain, yaitu NFT.

Sebagai proyek blockchain, The Sandbox mulai dikembangkan pada tahun 2018. Sebagai proyek blockchain, The Sandbox mulai dikembangkan pada tahun 2018. Tujuannya adalah untuk menciptakan metaverse 3D di mana semua permainan dan transaksi yang terjadi di dalamnya berpusat di suatu unit moneter tunggal. Native token (token asli) game ini adalah SAND. NFT game tersebut dan serta berbagai fitur lainnya, semuanya akan bergantung pada penggunaan SAND. Misalnya, wilayah dalam game, yaitu LAND yang hanya dapat dibeli menggunakan token SAND.

Transaksi ini difasilitasi oleh teknologi kontrak pintar yang dilakukan di jaringan Ethereum. Hal tersebut digunakan untuk pra-penjualan (pre-sale) awal LAND di The Sandbox. Alternatif ICO ini terbukti sukses secara moneter. Setelah divaluasi dengan jumlah beberapa ratus juta dolar, proyek ini menjadi salah satu proyek yang paling terkenal di industri game blockchain.

Apa itu The Sandbox?

The Sandbox adalah game play-to-earn yang menggunakan teknologi blockchain, DeFi, dan NFT. Semua teknologi itu digunakan untuk membuat dunia virtual. Dunia tersebut memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan dan membuat aset digital dan game mereka sendiri dengan berbagai alat yang ada dalam game tersebut.

The Sandbox memungkinkan pengguna untuk membuat dan meningkatkan karakter mereka, serta berinteraksi dengan dunia virtual yang disebutkan di atas. Intinya, The Sandbox adalah game yang membuat para pemain dapat membeli real estate digital yang disebut sebagai LAND. Item virtual game tersebut kemudian dapat dimonetisasi menggunakan NFT dan dijual di marketplace The Sandbox untuk mendapatkan token SAND.

Item-item ini dapat membantu menciptakan pengalaman yang mereka bagikan dengan orang lain. Proyek tersebut, dalam hal ini, adalah model metaverse berbasis blockchain yang tidak berbeda jauh dengan Decentraland.

Para investor kripto juga pastinya akan tertarik dengan token native game yang disebut sebagai SAND. Token tersebut diperlukan untuk melakukan seluruh transaksi yang ada dalam The Sandbox. Dengan kata lain, pengguna membutuhkannya untuk bisa bermanuver di dalam dunia digital game tersebut. Model ini kemungkinan tidak hanya berguna untuk para gamer. Investor kripto yang tertarik juga dapat memperdagangkan SAND di berbagai bursa populer seperti Binance ataupun Kraken.

Fitur inti

VoxEdit | Game Metaverse The Sandbox

The Sandbox memungkinkan penggunanya untuk membuat dunia virtual menggunakan non-fungible token. Game ini beroperasi di blockchain Ethereum. Sandbox membantu penggunanya untuk berinteraksi dalam ekosistem tersebut dengan menggunakan dompet Ethereum yang menyimpan token SAND mereka.

Sementara itu, alat perangkat lunak yang digunakan oleh Animoca untuk membuat grafik 3D untuk dunia virtual ini adalah VoxEdit. Perangkat lunak tersebut dapat digunakan bersamaan dengan konstruksi berbasis blockchain. Sedangkan, untuk mengakses berbagai game, lingkungan, dan hub di Sandbox, pemain perlu membuat avatar mereka masing-masing. Game ini dapat dianggap sebagai Minecraft versi DeFi yang ada di blockchain. 

VoxEdit sendiri adalah program komputer yang berisi modeler, animator, dan kreator NFT. Hal tersebut menjadikannya alat yang ampuh untuk mengembangkan game semacam Sandbox. Sementara itu, voksel sendiri adalah elemen terkecil dari desain visual. Elemen itu digunakan untuk membuat item-item yang mengisi dunia virtual.

Dengan menggunakan voksel dan alat Game Maker, pengguna dapat membuat item mereka sendiri. Pengguna kemudian dapat menjual item tersebut dan mendapatkan imbalan berupa token SAND. Pasalnya, marketplace The Sandbox sendiri juga memungkinkan penggunanya untuk mengunggah kreasi mereka. Kreasi ini kemudian didaftarkan di blockchain Ethereum sebagai token ERC-1155.

Tokenisasi di The Sandbox

Tokenisasi memungkinkan para kreator dan seniman untuk membuat semua jenis item. Hal ini pada akhirnya dapat membantu fungsi ekosistem di The Sandbox. Di dalam game tersebut, SAND bukanlah satu-satunya token yang tersedia. Token LAND sendiri digunakan sebagai bukti kepemilikan sebidang LAND.

Berbagai aset dapat dibuat oleh anggota komunitas The Sandbox dan diperdagangkan ke dompet LAND atau SAND masing-masing. Token LAND sendiri tidak dapat dipertukarkan (non-fungible), sedangkan token SAND dapat dipertukarkan (fungible). Hal ini berarti meskipun setiap token LAND unik dengan bentuknya masing-masing, semua token SAND dapat dipertukarkan dan berfungsi layaknya uang.

Seperti game lainnya, Sandbox didasarkan pada struktur hibrida. Server yang memungkinkan visualisasi semesta realitas virtual dijalankan di server pusat. Sementara itu, informasi yang terkait dengan token dan koleksinya disimpan dalam jaringan blockchain yang terdesentralisasi.

Perbandingan dengan kompetitor

Sudah sewajarnya jika The Sandbox dinobatkan menjadi game pertama dan satu-satunya yang mampu meraih popularitas dan reputasi tinggi di industri game blockchain. Bersamaan dengan metaverse yang mendapatkan kepopuleran di tahun 2022, game blockchain play-to-earn juga turut mendapatkan banyak perhatian publik. Dengan adanya gagasan ini, beberapa game pun mulai berusaha memanfaatkan potensi metaverse, baik yang berhubungan dengan teknis maupun PR.

Pertama-tama, The Sandbox mulanya adalah kompetitor langsung dari game populer Minecraft. Versi awal The Sandbox muncul pada tahun 2012. Iterasi yang ada saat ini diharapkan menjadi Minecraft yang memanfaatkan potensi kripto dan NFT.

Namun, yang sudah pasti menjadi pesaing terbesar The Sandbox adalah Decentraland. Game tersebut merupakan game dengan tema real estat yang serupa dengan The Sandbox. Di Decentraland, pengguna bisa membeli plot tanah menggunakan token LAND. Pengguna juga dapat membuat NFT mereka sendiri dan menjualnya di marketplace game tersebut. Layaknya The Sandbox, Decentraland juga beroperasi di jaringan Ethereum. Selain itu, token native game ini adalah MANA.

Sementara itu, Upland juga merupakan game blockchain lainnya yang menggunakan tema real estat. Pengguna Upland dapat membeli sebidang tanah mereka sendiri di dunia virtual. Game tersebut adalah permainan yang memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan penghasilan yang nyata. Di sini, pengguna juga dapat menukar bidang tanah NFT mereka dengan uang. Upland menggunakan token UPX dan beroperasi di jaringan blockchain EOS.

Roadmap dan sejarah perkembangannya

The Sandbox secara resmi diluncurkan menjadi sebuah proyek kripto pada tahun 2018.

Sejak dimulai pada tahun 2018, proyek The Sandbox telah sukses mengumpulkan US$3,41 juta dari investor strategis seperti Square Enix, Hashed, dan True Global Ventures. The Sandbox juga telah mendapatkan lebih dari 60 kemitraan untuk membuat konten di platform miliknya. Salah satu yang termasuk di dalam kemitraan tersebut adalah brand yang berkaitan dengan kartun seperti Shaun the Sheep dan Smurfs. The Sandbox berhasil pula menarik minat perusahaan game terkenal seperti ATARI.

Terlepas dari waktu dimulainya proyek ini pada tahun 2018, fase pengembangannya sebenarnya relatif lambat. Pada tahun 2019, konten game dirilis secara sekilas ke publik. Pada tahun yang sama, The Sandbox pun mengadakan pra-penjualan (pre-sale) LAND dan melakukan perilisan versi beta untuk VoxEdit.

Sementara itu, tahap Alpha dari Game Maker berlangsung pada tahun 2020. Pada akhir tahun 2021, The Sandbox siap untuk merilis versi Alpha dari fungsi multiplayer-nya. Setelah itu, tren play-to-earn mulai muncul di akhir tahun 2021.

Pada tahun 2022, Sandbox berupaya membuka fitur metaverse baru secara progresif kepada pemilik LAND. Peluncuran DAO dan konser virtual juga akan berlangsung tahun ini. Versi seluler dari game ini nantinya juga akan dirilis di tahun yang sama.

Menurut ekspektasi para developer, pada tahun 2023, platform ini akan mencakup lebih dari 5.000 game. Kemitraan NFT terbaru dan penjualan LAND tambahan juga akan dijadwalkan dalam periode yang sama.

Apa itu LAND?

Game The Sandbox melibatkan kepemilikan LAND. Token tersebut memungkinkan pengguna untuk mengakses versi metaverse dari platform. Selain itu, pemilik token dapat menggunakan token untuk mempersonalisasi bidang tanah mereka. Ketika pengguna lain ingin mengakses properti yang telah dimiliki oleh salah satu pengguna, mereka akan diminta untuk membayar pemilik properti tersebut sejumlah kecil kripto yang berlaku sebagai tiket masuk.

Token LAND memberi pemiliknya hak atas bidang tanah dengan ukuran 96 × 96 meter dalam game The Sandbox. Bidang-bidang tanah ini pun juga bisa digabungkan. Selain itu, pengguna juga dapat membeli banyak token. Di sisi lain, untuk mendapatkan sebuah ESTATE, seorang pemain dapat bergabung dengan beberapa LAND.

Pada dasarnya, token LAND adalah token ERC-721 yang berfungsi sebagai pembatas kepemilikan untuk area LAND di dalam The Sandbox. Token adalah cara bagi pemain untuk menghasilkan uang dari pengalaman bermain game mereka. Pengguna juga dapat membelinya menggunakan SAND atau Ether (ETH) melalui penjualan publik LAND. Selain itu, pengguna dapat membeli LAND dari pengguna lain melalui marketplace Sandbox atau platform NFT seperti OpenSea.

Seorang pemain yang memperoleh LAND akan membeli real estat di dunia virtual tersebut dan informasi transaksinya akan ditampilkan di blockchain Ethereum. Sama halnya seperti kehidupan nyata, jumlah LAND yang dapat digunakan pun terbatas. Hanya akan ada 166.464 LAND yang tersedia di The Sandbox. Hal ini pun menjadikannya sebagai komoditas yang langka.

Apa itu ASSETS?

The Sandbox membanggakan dirinya sebagai game yang mampu mendorong kreativitas penggunanya. Game ini memang menawarkan kerangka kerja untuk dunia digital di dalamnya, tetapi, penggunanyalah yang mengisi game tersebut. ASSETS adalah NFT yang dibuat oleh pengguna di The Sandbox. NFT tersebut dapat digunakan sebagai item berharga di dalam game. NFT ini juga dapat diperdagangkan di marketplace dalam game atau marketplace NFT di luar game (eksternal). Selain itu, trading aset adalah cara yang bagus bagi pengguna untuk mendapatkan SAND.

ASSETS adalah token ERC-1155. Token ini dapat digunakan untuk mewakili elemen yang berbeda dalam game melalui voksel. Sebagai elemen terkecil dari desain visual, voksel digunakan untuk membuat item yang digunakan pengguna untuk berinteraksi dalam game. NFT tersebut bisa berupa item perlengkapan yang dipakai karakter, avatar, ataupun hewan peliharaan digital yang akan tempatkan di dalam The Sandbox.

ASSETS adalah aset voksel yang dibuat menggunakan VoxEdit. Aset tersebut diunggah ke marketplace Sandbox, yang mana kemudian mereka diubah menjadi NFT. Terdapat beberapa jenis ASSETS berdasarkan perannya. Di antaranya adalah Entity, Equipment dan Block ASSETS. Berbagai aset tersebut dikombinasikan untuk menciptakan dunia virtual.

SAND: Native token The Sandbox

Game | Metaverse | SAND

SAND adalah native token dari game The Sandbox. Token ini bertindak sebagai elemen sentral di seluruh metaverse The Sandbox. Setiap transaksi antar pengguna pun menggunakan token tersebut. Developer game tersebut mengumumkan bahwa hanya akan terdapat keseluruhan 3 miliar SAND yang tersedia.

SAND adalah token utilitas. Token tersebut dapat digunakan untuk bertransaksi dan berinteraksi dengan pengguna lain dalam ekosistem The Sandbox. Selain itu, SAND juga diperlukan untuk semua jenis transaksi yang ada di dalamnya. Untuk memainkan game tersebut, memodifikasi avatar mereka, membeli LAND ataupun memperdagangkan ASSETS, pemain harus memiliki SAND terlebih dahulu.

SAND juga merupakan token tata kelola (governance token). Melalui decentralized autonomous organization (DAO), pemegang SAND dapat memilih dan mengusulkan perubahan pada platform tersebut.

Pemegang token juga dapat melakukan staking SAND dalam game The Sandbox. Mereka diberi insentif dengan berbagai reward. Salah satu dari reward tersebut adalah bagian dari pendapatan yang dihasilkan oleh semua transaksi dalam token SAND. Menjalankan staking SAND dapat meningkatkan peluang pengguna untuk menemukan item berharga seperti GEM atau CATALYST. Kedua hal tersebut adalah sumber daya game yang memungkinkan pengguna untuk membuat ASSETS dengan tingkat kelangkaan yang lebih tinggi.

Kamu juga bisa mendapatkan SAND dengan turut serta dalam mini-game yang ada di The Sandbox. Sekarang, kamu bisa mulai berinvestasi di SAND dengan membelinya dari bursa mata uang kripto, seperti Binance.

Tokenomics SAND

The Sandbox adalah game yang kompleks. Game tersebut berupaya untuk menjadi bagian dalam dunia virtual. Semua transaksi di dalamnya menggunakan token SAND yang merupakan token ERC-20.

The Sandbox (SAND) tokenomics
Tokenomics token SAND | Sumber: Situs resmi The Sandbox

Selain itu, The Sandbox memiliki beberapa token dengan kegunaan lain. Ada token LAND yang mewakili kepemilikan atas plot tanah LAND dan ada juga ASSETS di mana pengguna dapat mengumpulkan NFT. Token-token tersebut memiliki kegunaan masing-masing dalam game dan semuanya merupakan token ERC-721. Berbagai sumber daya lainnya juga ada di dalam game tersebut.

Pemain juga bisa menjalankan staking token SAND untuk mendapatkan lebih banyak SAND, GEM dan CATALYST. CATALYST merupakan token ERC-20 yang digunakan untuk menentukan kelangkaan di ASSETS yang kamu punya. Sementara itu, GEM juga merupakan token dengan jenis yang serupa dengan CATALYST dan kamu bisa membelinya dari pemain lain.

LAND distribution
Distribusi token LAND | Sumber: Situs web resmi The Sandbox

The Sandbox menanggung biaya gas Ethereum untuk para pemain game tersebut. Hal ini menjadikan platform tersebut lebih mudah untuk digunakan. Dari semua transaksi token SAND, The Sandbox Foundation menerima bagian sebanyak 50%. Yayasan tersebut adalah lembaga yang mendukung ekosistem melalui hibah dana dan promosi.

Harga token SAND dan prediksinya

Sandbox SAND price
Harga token SAND | Sumber: TradingView

Pada umumnya, investor selalu mencari investasi baru yang menguntungkan. Apakah SAND bisa menjadi salah satunya? Tentunya ada beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan.

Pertama-tama, harga SAND bergantung pada evolusi game The Sandbox. The Sandbox telah berada dalam tahap pengembangan selama beberapa tahun. Kemudian, baru pada tahun 2022, versi Alpha dari banyak fiturnya pada akhirnya bisa tersedia. Adopsinya yang mulai tumbuh juga seharusnya dapat membantu meningkatkan minat atas proyek tersebut.

Harga token SAND tumbuh dengan stabil sejak awal diluncurkan dan mencapai puncaknya dengan harga sekitar US$6,3 pada tahun 2021. Baru-baru ini, proyek tersebut pun telah mengumpulkan momentumnya. Sehingga, pada perkembangan terakhir, The Sandbox bisa membantu SAND untuk naik dan kembali ke harga sekitar US$3.

Para pakar kripto memperkirakan bahwa pada tahun 2022, harga SAND dapat berkonsolidasi ke harga lebih dari US$4. Tentunya evolusi ini akan sangat bergantung pada adopsi massal proyek tersebut juga.

Para ahli yang sama juga berharap bahwa naiknya proyek kripto akan bisa membuat SAND tumbuh menjadi US$6 pada akhir tahun 2023 dan mencapai hampir US$9 pada akhir tahun depan. Tentu saja, evaluasi ini didasarkan pada data terkini. Agendanya bisa saja berubah. Namun, token SAND secara umum memiliki prospek yang positif.

Apakah kamu harus membeli SAND?

Evolusi The Sandbox telah mengikuti tren yang sebagian besar positif. Proyek ini pun mencoba mempertahankan tujuan yang tercantum dalam whitepaper proyeknya. Selain itu, mereka juga telah bermitra dengan beberapa perusahaan dan seniman terkenal. Ada pula metaverse di dalamnya sebagai konsep yang terbukti sangat populer dan telah memasuki masyarakat arus utama kolektif.

Jika pasar tersebut terbukti bullish untuk sebagian besar aset kripto, SAND juga akan diuntungkan. Saat game The Sandbox mendapatkan lebih banyak pengadopsi, nilai token aslinya juga bisa ikut naik. Terlebih lagi, bila semua elemen yang tercantum dalam roadmap proyek The Sandbox telah diselesaikan, maka tidak akan ada lagi alasan yang bisa membuat SAND tidak dapat memenuhi ekspektasi positif tersebut.

Cara membeli token SAND

Token SAND telah tersedia di sejumlah bursa kripto. SAND saat ini tersedia di Gemini, Crypto.com, Binance, Huobi, serta KuCoin.

Untuk membeli SAND, kamu harus mengikuti langkah-langkah standar yang biasanya diperlukan dalam pembelian aset kripto. Mari kita ambil Binance sebagai contohnya. Sebelum melakukan transaksi di dalamnya, tentunya seorang pengguna harus membuat akun dalam bursa kripto tersebut. Lalu, mereka juga perlu mengonfirmasi akun mereka.

Bila akun mereka sudah siap, mereka perlu mengunjungi pasar spot dan memilih pasangan kripto yang ada LAND. Kita kemudian dapat melakukan trading dengan pasangan kripto tersebut. Misalnya, trading USDT untuk LAND.

Setelah berhasil dibeli, pengguna dapat menyimpan token di dalam akun bursa mereka, atau memindahkannya ke dalam The Sandbox. Dalam game tersebut, pengguna bisa menggunakan LAND untuk membeli berbagai NFT.

Cara menjalankan staking token SAND

Pengguna The Sandbox dapat melakukan stake SAND mereka di liquidity pool pada platform tersebut. Reward yang mereka dapatkan akan didasarkan pada jumlah yang mereka stake. Reward tersebut juga akan dikalikan berdasarkan jumlah LAND yang pengguna miliki. Selanjutnya, pengguna dapat memperoleh NFT khusus melalui program staking.

Dana yang diperoleh dari pool kemudian dibagi dua untuk dana foundation dan dana staking. Dana yang pertama akan diberikan sebagai reward kepada kreator dunia digital game Sandbox, sedangkan dana yang kedua digunakan untuk memberikan insentif kepada mereka yang menjalankan staking.

Potensi raksasa yang dimiliki metaverse The Sandbox

Istilah “metaverse” tentu saja sudah menjadi kata yang sering muncul di dunia teknologi saat ini. Terdapat banyak sekali hype yang terkait konsep ini. Apakah hasilnya akan berbanding lurus dengan kehebohan yang dimilikinya? Telah kita ketahui bahwa aspek-aspek tertentu dari konsep tersebut hampir akan menjadi bagian dari masa depan dunia digital kita. Selanjutnya, dalam beberapa aspek, metaverse adalah keberlanjutan yang masuk akal dari versi web yang mencakup teknologi blockchain secara garis besar.

The Sandbox adalah proyek yang memberikan bukti konsep yang bisa diwujudkan metaverse. Game tersebut telah menciptakan ekonominya sendiri dan dengan mata uangnya sendiri. Pengguna juga perlu melakukan interaksi untuk memenangkan hadiah. Tentunya, The Sandbox bukanlah satu-satunya game play-to-earn yang dikembangkan di blockchain. Namun, game tersebut adalah yang pertama dan paling populer di kelasnya.

Bagaimana cara mendapatkan SAND di The Sandbox?

Untuk mendapatkan token SAND di game The Sandbox, pengguna perlu membeli token dari Binance atau bursa lainnya. Pengguna juga bisa mendapatkan token dengan berpartisipasi dalam kontes game, melalui airdrop, atau melalui program The Sandbox Ambassador.

Apa kegunaan yang ditawarkan aset kripto The Sandbox (SAND)?

The Sandbox adalah permainan cryptocurrency berbasis play-to-earn yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Sedangkan, SAND adalah token native dalam game Sandbox. Token ini digunakan dalam permainan untuk pembelian berbagai NFT yang digunakan sebagai sumber daya dalam game tersebut. SAND juga dapat ditukar dengan mata uang kripto lain atau fiat di bursa kripto yang sudah mendaftarkan SAND.

Apakah SAND merupakan investasi kripto yang bagus?

SAND telah berkembang secara sangat progresif dari waktu ke waktu. SAND sempat mencapai puncak harganya di angka sekitar US$6. Tidak bisa dimungkiri, evolusi game yang besar saat ini telah menyebabkan SAND kembali berkembang pesat. Tokennya pun tampaknya menjadi investasi yang bagus, terutama mengingat naiknya konsep metaverse saat ini.

Bagaimana cara kerja The Sandbox?

Sandbox adalah permainan cryptocurrency playtoearn yang berjalan di blockchain Ethereum. Pada dasarnya, ini adalah dunia digital di mana pengguna bisa membeli plot atau sebidang tanah dan mempersonalisasikannya. Di dalamnya, pengguna game berinteraksi dan berdagang menggunakan token SAND. Baik SAND maupun LAND memiliki persediaan yang terbatas. Pemain dapat menggunakan token ini untuk membeli/menjual tanah dan token lainnya, menjalankan staking SAND mereka untuk mendapatkan hadiah, mendapatkan sumber daya berharga, dll.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.
Share Article

Topik Terkait

Eduard Banulescu é um escritor e músico originário de Bucareste, Romênia, que atualmente está ativo em vários projetos. Eduard trabalha em uma posição oficial no mundo das criptomoedas desde 2017, quando se juntou à equipe do jogo baseado em blockchain www.footballcoin.io. Atualmente, ele é Gerente de Marca da FootbalCoin. Ele também administra um site diário de música, www.alt77.com, focado em resenhas, notícias e entrevistas do mundo da música alternativa. Eduard contribui com material escrito para vários outros sites, geralmente nos nichos de criptomoedas, música e esportes, e continua a desenvolver uma carreira musical independente.

Ikuti Penulis