Peneliti Kripto Ini Tuduh ‘Solana Gunakan Desain Menyesatkan untuk Tingkatkan Jumlah Penggunaan secara Artifisial’

Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Ringkasan
  • Pendiri sekaligus Chief Investment Officer (CIO) CyberCapital, Justin Bons, baru saja menerbitkan utas panjang di Twitter yang mengkritik Solana karena berbagai alasan.
  • Dia mengatakan bahwa ada beberapa contoh nyata terkait pemalsuan tentang pasokan SOL yang beredar. Selain itu, Solana diklaim telah menggunakan "desain menyesatkan untuk meningkatkan [jumlah] penggunaan secara artifisial."
  • Bons juga menyinggung tentang pemadaman jaringan Solana, yang telah dialami Solana berkali-kali pada tahun 2022 sendiri.

Pendiri sekaligus CIO CyberCapital, Justin Bons, memberikan kritik pedas terhadap Solana di Twitter. Ia memaparkan rekam jejak buruk jaringan tersebut yang berkaitan dengan downtime, pemadaman, peretasan, serta skandal-skandal lain yang pernah muncul.

Justin Bons, pendiri sekaligus CIO dari CyberCapital, baru-baru ini memberikan beberapa komentar pedas terhadap jaringan Solana dan native token jaringan tersebut, SOL, dalam utas Twitter panjang yang ia cuitkan pada tanggal 3 Oktober lalu.

Lebih lanjut, sang peneliti kripto tersebut menyatakan bahwa ada “penipuan terang-terangan” yang terlibat pada peluncuran SOL. Kemudian, ia juga membahas tentang bagaimana ada pernyataan menyesatkan yang dibuat sehubungan dengan pasokan SOL yang beredar.

Seluruh utas Twitter tersebut dengan keras mengkritik Solana dan operasinya. Hal ini merujuk pada “downtime yang sering [terjadi], pemadaman, peretasan & skandal-skandal [lainnya]”. Kemudian, mengenai total value locked (TVL) dan pasokan yang beredar milik SOL, Bons juga memiliki banyak hal yang ingin ia ungkapkan. Sosok yang juga adalah seorang peneliti kripto ini mengatakan, “bahwa mayoritas TVL SOL adalah palsu” ketika “dua developer berpura-pura menjadi 10+ developer & menghitung TVL yang sama berulang-ulang,” yang akhirnya berhasil “menyumbang 70% dari TVL US$10 miliar SOL pada puncaknya.”

Menurut Bons, tim melaporkan bahwa ada 8,2 juta pasokan SOL yang beredar pada bulan April 2020. Padahal sebenarnya, SOL yang beredar pada periode itu lebih dari 20 juta. Selain itu, ia juga menyebutkan terkait pihak ketiga yang menemukan wallet SOL yang tidak terkunci yang berisi lebih dari 13 juta koin. Terkait hal ini, tim SOL menanggapinya dengan mengatakan bahwa jumlah tersebut mereka pinjamkan ke market maker. Selain itu, mereka juga berjanji untuk membakarnya dalam waktu 30 hari.

Dalam utas Twitter-nya itu, Bons juga menyertakan sumber yang berisi semua informasi terkait hal yang ia diskusikan. Selanjutnya, dia mengklaim bahwa rekam jejak proyek tersebut menunjukkan aktivitas yang buruk. Di antaranya adalah pemalsuan tentang jumlah pasokan dan transaksi yang beredar. Ia mengklaim bahwa proyek itu telah menggunakan sebuah “desain menyesatkan untuk meningkatkan [jumlah] penggunaannya secara artifisial,” dan ekosistem SOL sendiri juga “terlibat dalam ‘memalsukan’ angka TVL puncak.”

Reputasi yang Tercoreng akibat Pemadaman

Di samping itu, Solana juga telah mengalami sejumlah pemadaman jaringan. Insiden ini selalu berhasil menarik perhatian media. Namun di saat yang bersamaan, juga menimbulkan pertanyaan tentang kegunaan jaringan tersebut. Baru-baru ini saja, tepatnya pada 1 Oktober, jaringan tersebut padam selama lebih dari tiga jam. Menurut informasi, pemadaman itu terjadi karena ada salah satu validator di jaringannya yang gagal memvalidasi block. Parahnya lagi, cara yang mereka gunakan untuk mengatasi masalah itu juga menarik perhatian. Terutama karena timnya memilih jalur pengambilan keputusan yang terpusat.

Kemudian, pada 1 Juni tahun ini, kejadian serupa terjadi lagi, dan jaringan Solana kembali padam. Kali ini, penyebabnya adalah akibat bug transaksi menghentikan operasi chain mereka. Alhasil, kondisi itu menyebabkan pemadaman selama empat jam. Bons pun memberikan tanggapan bahwa hal tersebut bisa terjadi lagi-lagi karena masalah sentralisasi.

Riwayat pemadaman Solana tidak berhenti sampai di situ, karena pada Januari 2022, terjadi lagi pemadaman jaringan yang disebabkan oleh spam bot arbitrage. Selain itu, Solana juga menghadapi pemadaman berulang pada akhir tahun 2021, yang pastinya bukanlah pertanda baik bagi reputasi perusahaannya.

Pasar NFT Solana Terus Tumbuh Subur

Kendati demikian, terlepas dari serangkaian insiden negatif yang telah Solana alami, ekosistemnya masih terus berkembang secara konsisten. Hal ini terlihat dari pasar NFT di Solana yang pangsa pasarnya tumbuh sebesar 24% pada bulan September lalu. Di bulan itu, mereka berhasil membukukan transaksi lebih dari US$135 juta, dengan MagicEden mendominasi lebih dari 90% volume pasar tersebut.

Prestasi gemilang tersebut berhasil Solana torehkan meskipun sempat mencapai titik terendah sepanjang masa (all time low / ATL) pada bulan Juli 2022. Kemudian, menyaksikan aksi positif jaringan Solana ini, maka bisa dikatakan Solana telah berhasil bangkit dari keterpurukan. Namun, masih perlu kita pantau lagi apakah performanya mampu terus bertahan ataukah tidak.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.