Pengeluaran perusahaan teknologi besar untuk infrastruktur artificial intelligence (AI) sudah melampaui investasi pada produksi minyak dan gas alam.
Pergeseran ini terjadi karena perusahaan-perusahaan tersebut mendorong lonjakan pendanaan data center yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2025, menurut International Energy Agency (IEA).
AI Menjadi Cerita Modal Lebih Besar Dibanding Minyak dan Gas
Pada tahun lalu, total belanja modal lima perusahaan teknologi mencapai lebih dari US$400 miliar. Selain itu, IEA memperkirakan bahwa angka ini bisa meningkat lagi sebesar 75% pada tahun 2026, yang menandakan bahwa infrastruktur AI telah menjadi kekuatan utama dalam arus modal global.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Dari sisi permintaan, pertumbuhan juga terlihat sama kuatnya. Penyedia model AI utama melaporkan peningkatan pengguna aktif 3x lipat dan lonjakan pendapatan sebesar 5x lipat dalam setahun terakhir, sebuah data yang membantu menjelaskan posisi investasi di sektor ini.
Meski demikian, skala investasi mulai melebihi kemampuan pendanaan internal perusahaan. Pengembangan data center kini terlalu padat modal jika hanya mengandalkan neraca keuangan perusahaan, sehingga pembiayaan eksternal dari pasar modal menjadi semakin penting.
Pasar utang sudah mulai mencerminkan tren ini. Utang terkait AI telah naik menjadi US$1,4 triliun dan ini kini jadi segmen terbesar di pasar kredit berkategori investment-grade di AS.
Walaupun demikian, ketergantungan ini berarti kecepatan ekspansi data center dan peningkatan konsumsi energi berikutnya akan tetap sangat sensitif terhadap sentimen pasar.
Ekspektasi investor mengenai imbal hasil investasi infrastruktur AI, serta kondisi ekonomi makro dan pembiayaan yang lebih luas, kemungkinan besar akan menentukan seberapa cepat sektor ini terus berkembang.
“Memahami implikasi energi dari AI juga berarti mengikuti dengan cermat trajectory ekonomi dari teknologi ini,” tambah IEA .
Pandemi AI juga makin terasa di ekuitas. BeInCrypto baru-baru ini melaporkan bahwa perusahaan yang terkait AI kini menyumbang rekor 45% dari total kapitalisasi pasar S&P 500.
Jika digabungkan, lonjakan belanja modal, jejak di pasar utang, dan konsentrasi di ekuitas menunjukkan bahwa AI kini bukan cuma sekadar kisah teknologi, tapi juga menjadi kekuatan utama dalam alokasi modal global.
Subscribe channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli mereka





