Lihat lebih banyak

Hati-Hati! Penipuan Kripto yang “Melibatkan” Selebritas Meningkat 61%

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Sepanjang kuartal pertama di tahun ini, total kerugian akibat penipuan kripto dengan skema menggunakan gimmick dari selebritas di Inggris mencapai 2 juta pound sterling atau membengkak 61%.
  • Modus penipuan yang tergolong canggih ini biasanya menggunakan iklan palsu untuk menarik perhatian calon investor, lalu mengirimkan tautan yang berujung pada phishing.
  • Sampai akhir tahun ini, volume kasus penipuan kripto yang menggunakan para pesohor diprediksi bakal meningkat hingga 87%.
  • promo

Liarnya pasar kripto tampaknya tidak memengaruh popularitasnya di tengah pengguna. Dengan penurunan kapitalisasi pasar yang sudah mencapai 60,96% sejak awal tahun, angka penipuan kripto di kuartal pertama tahun ini justru mengalami peningkatan.

Sepanjang tiga bulan pertama di tahun ini, total kerugian akibat penipuan kripto dengan skema menggunakan gimmick dari selebritas untuk menarik calon investor baru di Inggris mencapai 2 juta pound sterling atau membengkak 61%. Artinya, meskipun pasar kripto sedang mendidih, minat investor untuk masuk dan berinvestasi kripto tetap tinggi. Namun, sayangnya, banyak calon investor yang akhirnya malah terjebak dengan investasi palsu.

Padahal, Inggris merupakan salah satu negara yang tingkat adopsi kriptonya masih terus bertumbuh. Sekitar 4,3 juta orang di Inggris diketahui sudah memiliki kripto, dengan tingkat kepemilikan kripto sebesar 8%, per bulan April kemarin. Walau angka tersebut masih jauh lebih rendah dari level adopsi kripto rata-rata di dunia, yang mencapai 15%, namun posisi Inggris masih berada di atas Jerman, Swedia, dan Selandia Baru; yang tingkat adopsi kriptonya berada di level 6% dan 7%.

Volume Kasus Diprediksi Bisa Naik 87% hingga Akhir Tahun Ini

Data dari Santander Inggris, menyebutkan nilai penipuan kripto yang melibatkan selebritas pada kuartal pertama tahun ini mencapai 11.872 pound sterling atau naik 65% dari periode yang sama tahun lalu.

Sampai akhir tahun ini, volume kasus penipuan kripto yang menggunakan para pesohor diprediksi bakal meningkat hingga 87%. Head of Fraud Risk Management Santander Inggris, Chris Ainsley, mengatakan aktivitas penipuan kripto yang menyalahgunakan wajah-wajah para tokoh terkenal dan selebritas di media sosial dikhawatirkan akan terus meningkat.

“Alih-alih menikmati pengembalian tinggi yang dijanjikan, calon investor justru mengalami kehilangan uang dengan jumlah yang signifikan,” katanya.

Ia menambahkan, modus penipuan yang tergolong canggih ini biasanya menggunakan iklan palsu untuk menarik perhatian calon investor. Setelah itu, oknum akan membagikan tautan palsu untuk untuk melakukan phishing atau menginformasikan lewat telepon untuk mengunduh aplikasi tertentu. Tujuannya adalah untuk bisa meretas akun dan memiliki akses penuh ke komputer korbannya.

“Setelah korban melakukan setoran uang ke dompet kripto palsu, maka oknum jahat tersebut akan langsung membekukan akun dan menguras dana yang ada,” imbuhnya.

Ainsley menjelaskan, dalam studi kasus yang dilakukan di Santander, pelaku kejahatan akan memberikan saran dan informasi investasi seperti layaknya profesional. Oknum tersebut juga dikatakan menggunakan foto Martin Lewis, seorang penyiar kenamaan asal Inggris, untuk mengaburkan iklan “bodong”-nya.

Penipuan Kripto di Linkedin Juga Marak

Harus diakui bahwa tingkat literasi kripto masih sangat rendah. Bahkan, berdasarkan cryptoliteracy, 9 dari 10 orang ternyata masih memiliki pengetahuan yang sangat rendah terhadap aset kripto. Hal itu membuat para pelaku kejahatan yang juga memiliki pengetahuan tentang kripto mudah melakukan tipu dayanya.

Federal Bureau of Investigation (FBI) menyebutkan, saat ini aktivitas penipuan kripto yang menyamar sebagai profesional juga mulai banyak menjerat korbannya. Salah satu saluran yang kerap digunakan adalah Linkedin. Sean Ragan, seorang agen FBI, mengatakan oknum penipu menyamar dengan membuat profil palsu dan menghubungi pengguna Linkedin untuk menawarkan cara menghasilkan uang lewat kripto.

“Biasanya penipu mengarahkan pengguna ke platform investasi yang sah untuk kripto, setelah mendapatkan kepercayaan, mereka akan diarahkan untuk memindahkan dana investasinya ke situs yang dikendalikan oleh para penipu untuk kemudian dikuras,” jelasnya.

Platform jejaring sosial untuk para profesional itu mengatakan bahwa mereka telah menghapus lebih dari 32 juta akun palsu di 2021. Selain itu, sejak Juli hingga Desember tahun lalu, sistem keamanan otomatis Linkedin berhasil menghentikan 96% dari semua akun palsu, termasuk 11,9 juta yang dihentikan saat pendaftaran dan 4,4 juta yang dibatasi secara proaktif.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori