Lihat lebih banyak

Bukan Bitcoin, Inggris Perkenalkan CBDC ‘Britcoin’

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pada Selasa (7/2), Bank of England dan Departemen Keuangan merilis makalah konsultasi berisi penjelasan tentang e-GBP.
  • CBDC pound digital dinilai dapat hidup berdampingan dalam apa yang diharapkan menjadi ‘ekonomi pembayaran campuran’.
  • Sejumlah media memberikan julukan "Britcoin" terhadap proyek CBDC Inggris ini. Namun, nampaknya pemerintah setempat enggan dengan nama panggilan tersebut.
  • promo

Inggris selangkah lebih dekat untuk meluncurkan mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC) mereka usai merilis makalah konsultasi yang menjelaskan tentang pound digital (e-GBP) atau yang dijuluki oleh sejumlah pihak sebagai ‘Britcoin‘.

Makalah konsultasi setebal 116 halaman itu dirilis pada hari Selasa (7/2) oleh Bank of England (BoE), selaku bank sentral Inggris, dan Departemen Keuangan Inggris. Sebuah working paper teknologi juga dirilis untuk menggali pertimbangan desain teknis dan ekonomi dari proyek itu.

Terlepas dari munculnya stablecoin yang diterbitkan oleh pihak swasta dalam beberapa tahun terakhir, CBDC pound digital dinilai dapat hidup berdampingan dalam apa yang diharapkan menjadi ‘ekonomi pembayaran campuran’.

“sama seperti uang tunai ada di samping private money, pound digital tidak perlu menjadi bentuk uang yang dominan untuk memenuhi tujuan kebijakan publiknya. Pound digital bisa ada bersama dengan bentuk uang lainnya, termasuk stablecoin,” jelas pemerintah Inggris.

Bank sentral Inggris dan Departemen Keuangan Inggris berharap untuk meluncurkan pound digital paling cepat pada tahun 2025. Meski begitu, mereka saat ini masih belum 100% yakin bahwa itu akan benar-benar diluncurkan.

Sekilas Detail Proyek CBDC Inggris

Mata Uang Digital Bank Sentral CBDC

Makalah konsultasi CBDC Inggris menjelaskan motivasi utama di balik peluncuran pound digital. hal itu untuk memastikan uang bank sentral Inggris tetap menjadi ‘jangkar kepercayaan dan keamanan’ dalam sistem moneter negara dan untuk ‘mempromosikan inovasi, pilihan, dan efisiensi dalam pembayaran domestik’.

Untuk mencapai hal itu, pound digital perlu diadopsi secara luas dalam ekosistem ritel melalui serangkaian kemitraan dengan publik dan swasta. Pengguna disebut dapat mengakses pound digital dengan menghubungkan ke API yang dikelola sektor swasta yang kemudian terhubung ke core ledger.

Fitur programibilitas lainnya termasuk smart contract dan atomic swap, yang memungkinkan aset untuk berpindah antar jaringan, juga akan diaktifkan. Sementara itu, sektor swasta akan membantu membangun infrastruktur semacam itu.

Adapun makalah konsultasi itu mempertimbahngkan untuk memberlakukan batasan antara 10.000 hingga 20.000 pound (sekitar US$12.000 hingga US$24.000 atau sekitar Rp181,5 juta hingga Rp363 juta) untuk mencegah penggunaannya sebagai rekening tabungan.

“Pembatasan kepemilikan individu akan dimaksudkan untuk mengelola risiko dengan membatasi sejauh mana simpanan dapat mengalir keluar dari sistem perbankan. Ini penting selama periode perkenalan saat kita belajar tentang dampak pound digital terhadap ekonomi,” bunyi makalah konsultasi itu.

Bank sentral Inggris menilai bahwa pound digital dapat membawa lebih banyak inklusivitas keuangan pada masyarakat. Meski begitu, CBDC Inggris ini dinilai tidak akan secara mendasar mengubah saluran tradisional pembuatan uang, tetapi mungkin mempengaruhi stabilitas moneter. Selain itu, disintermediasi bank dinilai dapat memengaruhi transmisi kebijakan moneter ke ekonomi riil.

Menakar Level Privasi Pound Digital

Kekhawatiran tentang privasi yang disuarakan oleh komunitas kripto juga mendapatkan sorotan. Tanpa merinci secara detail, makalah konsultasi itu menyatakan bahwa e-GBP akan tunduk pada standar ketat privasi dan perlindungan data.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengguna akan memiliki setidaknya beberapa tingkat privasi. Kepemilikan pound digital akan dicatat secara anonim di core ledger. Namun, di sisi lain CBDC itu tidak akan anonim karena verifikasi penggunaan diperlukan untuk mencegah kejahatan keuangan.

Para penyedia antarmuka pembayaran atau Payment Interface Providers akan mengidentifikasi dan memverifikasi pengguna, tetapi menganonimkan data pribadi sebelum berbagi dengan bank.

Sebagai catatan, pihak bank sentral Inggris tampak tidak suka dengan istilah ‘Britcoin’ yang diberikan oleh sejumlah media massa; seperti CNN, ABC News, The Guardian, The Daily Mail, dan lain sebagainya. Pasalnya, dikhawatirkan publik Inggris akan membuat perbandingan yang tidak menguntungkan, dengan Bitcoin yang dinilai jauh lebih unggul dalam soal privasi dan desentralisasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang perkenalan CBDC Inggris alias Britcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori