Eli Lilly adalah salah satu nama paling populer saat ini di pasar obat penurun berat badan dan diabetes di Amerika. Obat-obatnya menghasilkan rata-rata penurunan berat badan sebesar 28,3% dalam uji klinis Fase 3, mendekati hasil yang sebelumnya hanya dicapai lewat operasi bariatrik dan berpotensi memberikan produk unggulan lainnya bagi Lilly setelah keberhasilan Mounjaro.
Harga saham perusahaan ini telah diuntungkan oleh hype tersebut, naik hampir 9% pada bulan Agustus. Dengan valuasi Eli Lilly yang sudah sekitar US$1,1 triliun dan manajemen yang baru-baru ini meningkatkan proyeksi pendapatan untuk 2026, para investor makin fokus apakah peluncuran obat ke depan dapat menopang valuasi premium tersebut.
Berikut prediksi harga Eli Lilly terbaru dari analis CoinCodex.
Retatrutide Bisa Jadi Obat Obesitas Unggulan Berikutnya Milik Eli Lilly
Retatrutide sedang muncul sebagai salah satu produk paling penting dalam pipeline pengembangan Eli Lilly. Dalam studi Fase 3 TRIUMPH-1, peserta yang mengonsumsi obat ini kehilangan rata-rata 28,3% berat badan mereka setelah 80 minggu.
Eksekutif Eli Lilly, Patrik Jönsson, menyebut hasil ini sebagai kelas tersendiri, “perusahaan belum pernah melihat penurunan berat badan sebesar itu sebelumnya,” tutur Patrik Jönsson.
Hasil ini sangat signifikan bila dibandingkan dengan pengobatan obesitas yang ada saat ini. Laporan tersebut menuturkan bahwa pasien yang menggunakan Wegovy dari Novo Nordisk biasanya kehilangan sekitar 14% berat badan mereka setelah 72 minggu, sedangkan pengguna Mounjaro dari Lilly mengalami penurunan sekitar 20% dalam periode yang sama.
Dengan begitu, retatrutide berpotensi menjadi peningkatan besar efektivitas pengobatan jika hasil Fase 3 dapat diterapkan dalam penggunaan nyata.
Retatrutide juga bisa memperluas peluang Lilly di luar sekadar penurunan berat badan. Laporan tersebut menyoroti hasil studi TRIUMPH-4 dengan peserta yang mengalami osteoartritis lutut, di mana pasien yang menerima retatrutide merasakan penurunan rasa sakit yang signifikan.
Hal ini membuka kemungkinan bahwa nilai komersial obat tersebut nantinya bisa meluas jauh melewati sekadar angka utama obesitas.
Bisnis Obesitas Eli Lilly Sudah Menghasilkan Miliaran
Alasan berinvestasi tidak hanya bergantung pada obat eksperimental. Lilly telah membuktikan bahwa pengobatan metabolik yang sangat efektif bisa diterjemahkan jadi permintaan komersial sangat besar.
Mounjaro menghasilkan pendapatan lebih dari €27 miliar dalam 12 bulan terakhir, menurut laporan tersebut.
Keberhasilan Lilly dalam pengobatan obesitas telah menjadikan perusahaan yang berbasis di Indianapolis ini sebagai grup farmasi paling bernilai di dunia, dengan valuasinya sekitar lima kali lipat dari Novo Nordisk dan lebih dari empat kali AstraZeneca saat laporan tersebut terbit.
Retatrutide berpotensi memperkuat posisi itu dengan menggeser portofolio obat obesitas Lilly dari sekitar 20% penurunan berat badan menuju kisaran 30%. Ketidakpastian terbesar adalah soal akses dan penggantian biaya.
Pertumbuhan Laba Mendukung Prediksi Harga Eli Lilly
Gambaran fundamental di balik prediksi harga Eli Lilly tetap kuat, bahkan sebelum retatrutide benar-benar hadir di pasar.
Pendapatan Eli Lilly pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai US$23 miliar, naik 48% dari tahun sebelumnya, sementara EPS meningkat dari US$6,30 menjadi US$7,94. Pendapatan ini melampaui estimasi analis sebesar 11%, sedangkan EPS berada 5,3% di atas ekspektasi.
Kinerja itu sebelumnya diawali dengan kuartal pertama yang sangat kuat, di mana pendapatan melonjak 56% year-on-year menjadi US$19,8 miliar dan laba bersih melonjak 168% menjadi US$7,4 miliar. Pendapatan sepanjang tahun 2025 juga sudah meningkat 45% mencapai US$65,2 miliar, menggambarkan betapa cepatnya portofolio produk Lilly berkembang.
Manajemen merespons dengan berulang kali meningkatkan proyeksi mereka. Awalnya, perusahaan menargetkan pendapatan 2026 sebesar US$80 miliar hingga US$83 miliar, lalu menaikkan rentang itu menjadi US$82 miliar hingga US$85 miliar pada bulan Mei, dan meningkatkannya lagi di bulan Agustus ke kisaran US$85 miliar sampai US$87 miliar.
Para analis sekarang memperkirakan pendapatan akan tumbuh sekitar 11% per tahun, sedangkan laba diprediksi naik 16,6% setiap tahun dan EPS sekitar 16,8%. Proyeksi return on equity berada di angka hampir 50% dalam tiga tahun ke depan.
Estimasi ini memang lebih lambat dari pertumbuhan luar biasa Lilly sebelumnya, di mana laba tumbuh rata-rata lebih dari 35% per tahun secara historis, tapi tetap menunjukkan ekspansi besar-besaran pada perusahaan yang telah memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,1 triliun.
Risiko utama ada pada valuasi. Dengan besaran seperti itu, Lilly perlu terus menunjukkan kinerja positif dari Mounjaro, portofolio obat yang lebih luas, dan produk masa depan seperti retatrutide demi membenarkan kenaikan harga saham lebih lanjut.
Kegagalan klinis, keterlambatan regulasi, atau pembatasan penggantian biaya sangat berpotensi memberikan efek besar pada ekspektasi investor.
Prediksi Harga Eli Lilly dari CoinCodex
Berdasarkan prediksi harga Eli Lilly terbaru dari CoinCodex, LLY diperkirakan akan terus naik hingga akhir 2026, dengan kenaikan stabil sepanjang tahun.
Model tersebut memperlihatkan kenaikan bertahap dari sekitar US$1.174 pada bulan Agustus 2026 menjadi sekitar US$1.365 di November, sebelum menutup tahun dengan angka yang sama kuatnya di kisaran US$1.360–US$1.377.
Ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan paling menjanjikan di tahun 2026 kemungkinan terjadi di kuartal keempat, dengan bulan November mencatatkan kenaikan bulanan terkuat.
Pada awal tahun 2027, prediksi menunjukkan akan terjadi koreksi jangka pendek, dengan rata-rata harga turun dari sekitar US$1.325 di bulan Januari menjadi mendekati US$1.220 pada bulan Maret.
Tapi, pelemahan ini hanya bersifat koreksi sementara, bukan perubahan tren, karena momentum diperkirakan akan cepat pulih setelahnya.
Mulai April 2027, CoinCodex memproyeksikan fase percepatan yang kuat, dengan harga menembus di atas US$1.600 pada bulan Mei dan mencapai sekitar US$1.700 di bulan Juli.
Perkiraan paling agresif muncul pada Agustus 2027, di mana model melihat rata-rata harga mendekati US$1.962 dan potensi puncak di atas US$2.073, sehingga LLY sempat menembus level US$2.000 dan memberikan potensi kenaikan sekitar 75% dari level saat ini.









