Inflasi AS tetap di angka 3,4% pada Juli, sesuai perkiraan Wall Street, sementara inflasi inti menurun ke 2,5%. Laporan yang sesuai ekspektasi ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 50:50 untuk trader Bitcoin (BTC).
Bureau of Labor Statistics merilis data ini pada hari Rabu. Saat ini, kontrak berjangka suku bunga hampir terbagi rata antara mempertahankan suku bunga dan kenaikan seperempat poin pada pertemuan 16 September.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Inflasi AS Tepat Sesuai Perkiraan Ekonom
Harga utama naik 0,1% secara bulanan, membalik penurunan 0,4% di bulan Juni. Penurunan di bulan Juni itu adalah penurunan terbesar sejak April 2020, yang utamanya karena harga energi turun. Laju inflasi tahunan turun dari 3,5% menjadi 3,4%.
Core CPI, yang tidak memasukkan biaya makanan dan energi yang bergejolak, naik 0,2% pada Juli dan 2,5% dibanding setahun sebelumnya. Kedua data ini sesuai konsensus dalam laporan BLS, dan inflasi inti tahunan melambat dari 2,6% di bulan Juni.
Hasil ini bahkan membuat para pihak yang optimistis kecewa. Trader di Kalshi, pasar prediksi yang teregulasi, sebelumnya cenderung memperkirakan inflasi yang lebih lunak di angka 3,3% sebelum rilis data ini. Seperti yang diulas pratinjau CPI Juli BeInCrypto, market melihat laporan ini sebagai ujian ekonomi makro terbesar minggu ini.
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed pada September Tetap 50:50
Data CME FedWatch menunjukkan peluang suku bunga tetap pada September sebesar 54,1% tepat sebelum pengumuman, sedangkan peluang kenaikan seperempat poin sebesar 45,9%. Seminggu sebelumnya, kontrak berjangka justru lebih condong ke arah sebaliknya dengan kemungkinan pengetatan sebesar 54,4%. Setelah rilis CPI, peluang pun berubah.
Pembalikan peluang ini berawal dari laporan ketenagakerjaan Juli yang lemah, di mana jumlah tenaga kerja menyusut 23.000 orang padahal sebelumnya diperkirakan bertambah 80.000. Melambatnya pasar kerja mendorong kebijakan menunggu, tapi inflasi yang masih di atas target mendorong aksi lanjutan.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, tetap mempertahankan target suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% sejak menjabat pada Mei, meski ada tekanan dari Presiden Trump untuk menurunkan biaya pinjaman. Tiga pembuat kebijakan berbeda pendapat pada pertemuan Juli dan memilih kenaikan suku bunga — sikap hawkish ini didukung para trader obligasi.
Data hari Rabu itu tidak menyelesaikan perdebatan. Tidak ada amunisi baru bagi pihak dovish, juga tidak ada alarm baru bagi pihak hawkish.
Akankah Bitcoin Lolos dari Kenaikan Suku Bunga pada September?
BTC diperdagangkan di kisaran US$64.039 sesaat setelah rilis data, turun 0,2% dalam 24 jam terakhir menurut data BeInCrypto Markets. Pergerakan yang tenang ini sejalan dengan datanya, yang menghilangkan risiko kejutan “hot” tapi juga tidak memperkuat peluang pelonggaran kebijakan.
Meja derivatif menafsirkan situasi tenang ini dengan cara berbeda. Dalam komentarnya kepada BeInCrypto, Andrei Grachev, Managing Partner di market maker aset kripto DWF Labs, menyatakan bahwa data yang sesuai ekspektasi ini belum menjawab apapun setelah data tenaga kerja Jumat lalu meleset.
“Detail yang lebih menarik adalah pasar opsi masih mengenakan premi signifikan untuk perlindungan. Untuk opsi kadaluwarsa akhir Agustus, strike harga bawah di kisaran US$60.000 bahkan lebih mahal dibanding strike atas di US$70.000. Perbedaan ini tetap bertahan meski data cenderung stabil, menandakan pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan secara umum, bukan pada satu data saja.”
Grachev menambahkan, para trader sudah membangun eksposur ke atas di US$70.000 meski harga opsi masih bertahan defensif. Menurut dia, posisi trader masih konstruktif tapi tetap terlindungi, dengan data harga produsen hari Kamis akan menjadi penguji selanjutnya apakah premi proteksi ini akan turun.
Meja Trading Terbelah antara Sikap Waspada dan Potensi Pelonggaran
Fabian Dori, Chief Investment Officer di bank aset digital Swiss Sygnum, melihat situasi ini lebih kalem. Ia menilai data menunjukkan pelambatan inflasi yang perlahan tanpa ancaman resesi atau pelaku pasar menjadi hawkish kembali.
“Peluang kenaikan suku bunga September seharusnya tetap stabil, sehingga kondisi ekonomi makro bagi aset berisiko tetap tidak banyak berubah. Jika harga energi terus menurun, situasinya akan tetap konstruktif untuk aset digital meski tanpa perubahan kebijakan,” terang Dori kepada BeInCrypto.
Pimpinan Sygnum ini menunjuk saldo kas Treasury, aturan leverage bank, penciptaan kredit swasta, dan adopsi stablecoin sebagai faktor-faktor likuiditas yang lebih berpengaruh dalam jangka menengah.
Iggy Ioppe, Chief Investment Officer di digital asset manager Theo, bahkan menganggap laporan ini tidak memaksa adanya kenaikan suku bunga maupun memberi katalis dovish yang jelas bagi pasar.
“Kebijakan masih lebih longgar daripada gabungan data inflasi dan pasar tenaga kerja yang membenarkannya, jadi setiap hari tanpa aksi tetap berfungsi sebagai pelonggaran efektif…” ujar Ioppe dalam pernyataan kepada BeInCrypto.
Ia menambahkan bahwa pergerakan harga Bitcoin masih tetap terkendali dibandingkan arus ETF institusional yang kembali masuk, dengan emas menjadi penyeimbang saat ketidakpastian energi dan kebijakan tetap tinggi.
Laporan tenaga kerja bulan Agustus dan inflasi PCE inti juga akan terbit sebelum keputusan tanggal 16 September. Jika data tersebut sejalan dengan ketenangan bulan Juli, alasan untuk menahan suku bunga semakin kuat dan latar belakang ekonomi makro Bitcoin tetap stabil. Namun, jika ada percepatan kembali, peluang kenaikan suku bunga akan muncul lagi dan daya tahan aset kripto pun kembali diuji.









