Lihat lebih banyak

Jadi L1 Quantum-Resistant, QANplatform Dapat Investasi US$15 Juta

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • QANplatform mengumumkan berhasil mengantongi investasi US$15 juta (Rp232,1 miliar) dari MBK Holding sebelum meluncurkan testnet proyek ini.
  • Selain komitmen investasi senilai US$15 juta, MBK Holding menawarkan layanan pertumbuhan untuk memfasilitasi akses pasar global dan perluasan QANplatform.
  • Johann Polecsak, selaku co-founder dan Chief Technology Officer (CTO) QANplatform, mengatakan bekerja sama MBK Holding dan timnya sungguh merupakan suatu kehormatan.
  • promo

QANplatform, blockchain layer-1 (L1) yang diklaim menggunakan teknologi quantum-resistant, pada hari Selasa (5/12) mengumumkan bahwa mereka berhasil mengantongi investasi US$15 juta (Rp232,1 miliar) dari MBK Holding sebelum meluncurkan testnet proyek ini.

Adapun MBK Holding merupakan sebuah perusahaan induk investasi dengan kantor pusat di Qatar dan anak perusahaan di Inggris. Mereka berfokus pada investasi startup teknologi.

Pendiri dan Ketua MBK Holding adalah H.E. Sheikh Mansoor Bin Khalifa Al-Thani yang merupakan anggota keluarga penguasa Qatar. Dia sebelumnya menjabat selama satu dekade sebagai direktur teknologi informasi untuk Dewan Urusan Keluarga Penguasa Qatar.

Selain komitmen investasi senilai US$15 juta, MBK Holding menawarkan layanan pertumbuhan untuk memfasilitasi akses pasar global dan perluasan QANplatform.

Ingin Mendorong Adopsi

H.E. Sheikh Mansoor Bin Khalifa Al-Thani mengatakan bahwa teknologi blockchain secara umum masih merupakan area yang belum dimanfaatkan, dengan banyak peluang dan potensi untuk mentransformasi seluruh value chain, beragam sektor, dan bermacam proses bisnis.

“QANplatform dapat memimpin gelombang berikutnya dari platform blockchain dengan fitur-fitur yang luar biasa, termasuk smart contract multi-bahasa pemrograman dan keamanan quantum-resistant,” kata Ketua MBK Holding itu.

Sementara itu, Johann Polecsak, selaku co-founder dan Chief Technology Officer (CTO) QANplatform, mengatakan bekerja sama MBK Holding dan timnya sungguh merupakan suatu kehormatan.

“QANplatform didorong oleh visi untuk menciptakan platform blockchain yang paling aman dan ramah pengguna, memungkinkan pengembangan berbagai aplikasi kuat di dunia yang memberikan nilai nyata bagi berbagai industri,” jelas CTO QANplatform.

Sedangkan Jevgenia Kim, selaku CEO QANplatform, mengungkapkan kemitraan strategis mereka dengan MBK Holding membuka cakrawala baru untuk meningkatkan proyek ini ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami sangat menantikan untuk mengeksplorasi kasus penggunaan baru dan menargetkan perluasan pasar regional, berkat dukungan dan peluang yang diberikan oleh MBK holding,” terang CEO QANplatform.

Adapun ekosistem QANplatform sedang dibangun dengan sejumlah perusahaan terkenal seperti Hacken, Beosin, hingga Alpine Esports.

Ini Sejumlah Kemampuan QANplatform

QANplatform akan menjadi platform blockchain hybrid L1 pertama yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) dan diklaim tahan terhadap serangan komputer kuantum.

Blockchain L1 ini memungkinkan para developer membuat smart contract, decentralized applications (dApps), decentralized finance (DeFi), decentralized autonomous organization (DAO), token kripto, non-fungible token (NFT), metaverse, mata uang digital bank sentral (CBDC), tokenisasi aset, serta solusi web3 yang tangguh di atas QANplatform dalam bahasa pemrograman apa pun.

Sebagai blockchain hybrid, QANplatform akan memiliki private blockchain dan public blockchain.

Pada bulan September lalu, QANplatform meluncurkan QAN Private Blockchain. Proyek ini disebut sebagai private blockchain pertama yang quantum-resistant menggunakan algoritme post-quantum utama yang direkomendasikan oleh Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) Amerika Serikat (AS); kompatibel dengan EVM Ethereum; sekaligus memungkinakn developer membuat kode smart contract dalam bahasa pemrograman apa pun.

QAN Virtual Machine (QVM) disebut memungkinkan para developer menulis smart contract dalam bahasa pemrograman apa pun yang kompatibel dengan Kernel Linux (seperti JavaScript, Java, Python, TypeScript, C, C++, C#, dan lain sebagainya).

Hal itu diklaim sebagai terobosan bagi keseluruhan ekosistem blockchain, karena sebagian besar platform blockchain hanya kompatibel dengan bahasa smart contract Ethereum yaitu Solidity.

Sebagai informasi, dari lebih dari 26 juta developer software di seluruh dunia, hanya sekitar 200.000 yang dapat membuat kode dalam Solidty. Dengan smart contract multi-bahasa QANplatform, lebih dari 26 juta developer software akan dapat memasuki dunia web3.

Bagaimana pendapat Anda tentang investasi dari MBK Holding terhadap QANplatform kali ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori