Bitcoin btc
$ usd
Laporan Berita

Renminbi Digital Dilaporkan Kurang Laku di Hong Kong

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang

Ringkasan

  • Peluncuran hard wallet renminbi digital perdana di Hong Kong dilaporkan hanya mampu menarik minat 625 orang dalam kurun waktu 4 hari.
  • Menurut Yifan He, lambatnya adopsi renminbi digital disebabkan oleh kasus penggunaannya yang terlalu mirip dengan rekening bank dan masyarakat setempat sudah terbiasa menggunakan dompet digital.
  • Sementara itu, konsultan finansial bernama Richard Turrin mengungkapkan bahwa pemerintah Cina perlu memikirkan opsi kerja sama dengan WeChat Pay atau Alipay demi mempercepat adopsi renminbi digital.

Niat pemerintah Cina untuk mendorong penggunaan mata uang renminbi digital di seluruh wilayahnya nampak masih cukup panjang. Pasalnya, dalam peluncuran hard wallet perdananya di Hong Kong, hanya mampu menarik minat kurang dari seribu orang dalam kurun waktu 4 hari.

Dalam laporan media lokal, disebutkan peluncuran hard wallet sudah dilakukan pada tanggal 22 Februari kemarin. Namun, sampai dengan 26 Februari kemarin, jumlah orang yang mengajukan kepemilikan hard wallet renminbi digital alias e-CNY hanya mencapai kisaran 625 orang.

Padahal, Hong Kong, yang merupakan wilayah administrasi khusus Cina, digadang-gadang akan menjadi salah satu gerbang untuk mendorong adopsi mata uang digital besutan Bank Sentral Cina ini mendunia.

Terpilihnya Hong Kong sebagai salah satu destinasi untuk memperluas penggunaan renminbi digital merupakan bagian dari rencana promosi pembangunan Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area. Pembangunan tersebut bertujuan mendukung wilayah Hong Kong dan Makau berintegrasi lebih baik ke dalam pembangunan nasional Cina.

Mekanisme peluncuran hard wallet renminbi digital ini dilakukan melalui mesin penerbit kartu swalayan. Demi menarik minat, pemerintah kota Shenzen juga memberikan beberapa gimmick, seperti pemberian potongan harga 20% saat berbelanja di 1.400 merchant. Akan tetapi, hal tersebut ternyata tidak mampu menarik banyak perhatian dari masyarakat yang datang ke Hong Kong.

Targetkan 50.000 Hard Wallet

Cina Hong Kong Renminbi Digital CBDC e-CNY Yuan

Di samping memperluas adopsi, salah satu niatan peluncuran wallet e-CNY adalah untuk mewujudkan interkonektivitas antara renminbi digital dengan alat pembayaran berbasis seluler yang ada di Hong Kong, yaitu Octopus.

“Selain itu, juga untuk meletakkan dasar penerapan e-CNY yang berkelanjutan di bidang konsumsi lintas batas, Shenzen dan Hong Kong,” seperti dikutip dari media lokal.

Proyek bersama yang dilakukan oleh Bank of China dan Octopus Card itu menargetkan 50.000 hard wallet hingga 31 Maret mendatang.

Jika melihat data sampai saat ini, artinya pemerintah setempat masih memiliki waktu kurang dari 1 bulan untuk menggenjot adopsi e-CNY.

WeChat Pay dan Alipay Disebut Mampu Bantu Adopsi Renminbi Digital

Pemerintah Cina sendiri tidak berpangku tangan melihat kondisi ini. Beragam cara dilakukan untuk bisa mengakselerasi penggunaan mata uang digitalnya. Mulai dari pemanfaatan quick response (QR) code untuk mempermudah pembayaran, mengemasnya dalam bentuk angpao digital, hingga integrasi dengan sistem transportasi publik untuk pembayaran ongkos transportasi. Namun, masyarakat setempat sepertinya belum sepenuhnya tergerak.

Richard Turrin, seorang konsultan teknologi finansial, mengungkapkan untuk mempercepat adopsi, pemerintah Cina perlu memikirkan opsi kerja sama dengan WeChat Pay atau Alipay.

Pasalnya, dua dompet digital tersebut merajai transaksi daring Cina. Pada tahun 2020, Alipay berhasil mengenggam 55,6% pangsa pasar pembayaran seluler pihak ketiga. Sementara itu, WeChat Pay mengekor dengan pangsa pasar sebesar 38,8%. Lalu, jika dilihat berdasarkan jumlah pengguna, di 2019, Alipay memiliki 1,2 miliar pengguna bulanan dan WeChat Pay sudah berhasil menembus 1 miliar pengguna.

“WeChat Pay adalah jejaring sosial yang dominan, di mana proses pengiriman uang bisa dilakukan lewat aplikasi tersebut. Sedangkan, Alipay menguasai transaksi e-commerce, dan itu adalah tempat penting untuk menggunakan renminbi digital,” jelas Turrin.

Renminbi Wallet Mirip dengan Rekening Bank

Yifan He, Kepala Red Date Technology, yang merupakan pengembang infrastruktur blockchain Cina, mengungkapkan belum luasnya adopsi mata uang digital Cina karena kasus penggunaannya terlalu mirip dengan rekening bank pada umumnya. Pengguna akhir harus menggunakan wallet e-CNY, dan hal itu sama saja dengan mengelola rekening banknya.

Menurut He, masyarakat Cina padahal sudah terbiasa melakukan pembayaran dan transfer dana lewat WeChat.

“Hal itu [wallet e-CNY] tidak memberikan kenyamanan atau memberi banyak manfaat pada pengguna,” ungkap He.

Sebagai informasi, ketika April tahun lalu, WeChat sudah mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan program percontohan mata uang digital Cina. Walau begitu, sampai saat ini, belum dijelaskan bagaimana skema kerja sama yang akan dijalankan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.