Robinhood Chain mencatat lebih dari US$800 juta volume harian decentralized exchange (DEX) hanya dua minggu setelah peluncuran, dengan meme coin mengambil peran terbesar. CEO Artemis, Jon Ma, mengingatkan bahwa keunggulan terbesar jaringan ini bisa berubah menjadi kelemahan utamanya.
Jaringan layer-2 ini berjalan di atas Arbitrum, memungkinkan transaksi lebih cepat dan murah daripada Ethereum itu sendiri. Robinhood Chain diluncurkan pada 1 Juli untuk menjadi tuan rumah saham ter-tokenisasi dan real-world asset (RWA), namun token spekulatif justru mendominasi aktivitas perdagangan awalnya.
Meme Coin Dorong Volume Awal DEX Robinhood Chain
DefiLlama mencatat sekitar US$819 juta volume DEX dalam 24 jam pada hari Selasa dan US$3,9 miliar selama seminggu. Angka ini mengukur nilai token yang berpindah tangan di chain setiap hari. Jaringan ini sempat melampaui Ethereum dalam volume pada hari Senin sebelum kembali turun di bawahnya.
Cash Cat (CASHCAT), yaitu token yang dibangun menggunakan nama internal Robinhood sebelum peluncuran, memegang market cap senilai US$156 juta, menurut CoinGecko. Sementara token dengan kapitalisasi lebih kecil seperti Robin Hood (FOX) naik dua kali lipat dalam satu hari dengan market cap sekitar US$2 juta.
Ma adalah pemimpin Artemis, perusahaan analitik on-chain, serta merupakan investor Robinhood sebelum IPO di 2019. Dalam surat terbuka untuk CEO Vlad Tenev, ia mengakui bahwa peluncuran jaringan sudah sangat baik.
Ia menghitung lebih dari 300.000 alamat aktif harian, biaya tahunan mencapai US$40 juta, dan nilai total terkunci (TVL) sebesar US$300 juta.
Meski begitu, menurutnya perdagangan didominasi oleh meme. Ia menyoroti deretan meme coin di jaringan Base milik Coinbase tahun 2024 yang turun 99% dari harga puncak berdasarkan perhitungannya. Ia juga mengingatkan kembali insiden pada tahun 2021, saat mania GameStop membuat Tenev terpaksa bersaksi di depan Kongres AS.
“Tapi meme coin bikin orang rugi dan merusak kepercayaan…TOLONG Robinhood JANGAN jadikan chain khusus meme coin,” imbau Ma .
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Pendukung Bertaruh pada Likuiditas Dulu, Manfaat Kemudian
Tidak semua orang setuju. Analis Miles Deutscher menyebut Robinhood Chain sebagai salah satu narasi kripto paling menarik tahun ini.
Trader Bark berpendapat gelombang meme coin menjadi gambaran awal saat basis pengguna ritel Robinhood mulai masuk ke dunia on-chain. Dalam surat Ma, jumlah akun ritel tersebut mencapai 27 juta akun terdanai.
“Puluhan juta orang hanya membutuhkan satu update aplikasi untuk bisa ikut berpartisipasi dalam meme untuk pertama kalinya.”
Arbitrum mengatakan jaringan ini menghasilkan pendapatan lebih dari US$800.000 dalam tujuh hari, yang jika diakumulasikan tahunan hampir mencapai US$42 juta. Program ekspansi jaringan mengalokasikan 10% pendapatan itu untuk ekosistem Arbitrum (ARB), dan harga ARB naik 16% minggu ini.
Ethereum, sebaliknya, nyaris tidak mendapatkan bagian dari nilai ini, menjadi topik perdebatan di kalangan analis.
CEO Coinbase, Brian Armstrong, mendukung kasus penggunaan positif dalam debat ini, menyebut pengguna dan likuiditas sebagai pertahanan terkuat. Riset Grayscale juga menemukan bahwa pasar kini lebih menghargai fundamental daripada spekulasi meme.
Apakah meme coin menjadi pintu masuk atau justru jadi pengalih perhatian akan lebih jelas jika Robinhood sudah menghubungkan aplikasi utamanya ke chain. Sampai saat itu, para pengkritik terkeras maupun para pendukung setianya masih merujuk pada angka-angka yang sama.









