Rugi US$107,9 Juta di Q2/2022, Greenidge Batal Ekspansi ke Texas

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Greenidge mengalami rugi US$107,9 juta di kuartal 2 tahun ini. Hal itu membuat perusahaan menunda rencana ekspansinya ke wilayah Texas.
  • CEO Greenidge mengatakan turunnya harga Bitcoin (BTC) yang mencapai 60% selama kuartal 2 tahun ini membuat kinerja operasional perusahaan cukup tertantang.
  • Meskipun begitu, Greenidge tetap akan menggenjot kapasitas produksi Bitcoin-nya hingga mencapai 3,6 EH/s di kuartal pertama tahun 2023.

Greenidge Generation Holdings, Inc., sebuah perusahaan penambang kripto, tampak tertekan dalam laporan keuangannya di kuartal 2 tahun ini. Perusahaan bahkan sampai menunda rencana ekspansinya ke wilayah Texas. Hal itu terpaksa mereka lakukan lantaran anjloknya harga kripto, yang pada akhirnya memberikan tekanan pada keuangan perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Greenidge Generation, Jeff Kirto, mengatakan turunnya harga Bitcoin (BTC) yang mencapai 60% selama kuartal 2 tahun ini membuat kinerja operasional perusahaan cukup tertantang. Terlebih lagi, dengan adanya lonjakan harga energi global yang sedikit banyak ikut memengaruhi kinerja keuangan Greenidge.

“Kami memilih menghentikan sementara rencana untuk mengembangkan situs tambahan di jalur pipa di ERCOT (Electric Reliability Council of Texas). Sebagai gantinya, perusahaan bakal berfokus pada 2 lokasi operasi yang berada di wilayah South Carolina dan New York,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi secara tiba-tiba membuat perusahaan untuk kembali fokus pada likuiditas dan penguatan modal guna mendorong pertumbuhan yang agresif.

Meskipun begitu, Greenidge tetap akan menggenjot kapasitas produksi Bitcoin-nya hingga mencapai 3,6 EH/s di kuartal pertama tahun 2023.

Greenidge percaya diri dapat mencapai kapasitas produksi yang mereka harapkan, karena selama ini perusahaan mengandalkan uang tunai yang bersumber dari kas perusahaan. Dengan begitu, mereka bisa mengurangi potensi tekanan yang terjadi saat pasar sedang bergerak liar.

Catatkan Kerugian US$107,9 Juta di Kuartal II/2022

Berdasarkan laman Coinmarketcap, harga bitcoin sepanjang kuartal 2 tahun ini sudah tertekan sebanyak 57,54%. Dari US$45.245,26 di awal April kemarin ke level US$19.209,57 di akhir Juni lalu. Hal itu membuat perolehan keuntungan perusahaan hilang.

Greenidge malah harus menanggung rugi sebesar US$107,9 juta dari periode yang sama tahun lalu dimana perusahaan sempat menorehkan laba bersih sebesar US$3,5 juta. Naiknya angka pendapatan perusahaan yang sebesar 94% menjadi US$31,33 juta tidak mampu mengkompensasi nilai penyusutan harga bitcoin.

Hal itu juga membuat munculnya biaya non tunai sebesar US$71,5 juta yang pada akhirnya mengikis marjin ebitda perusahaan menjadi 9,2% dari periode yang sama tahun lalu 49,9%. Sepanjang periode April sampai dengan Juni, lewat unit bisnis penambangan kriptonya, Greenidge sukses memproduksi 621 bitcoin.

Capaian tersebut melonjak hampir dua kali lipat dari produksi di kuartal 2 tahun lalu yang hanya mencapai 315 bitcoin. Dengan kapasitas produksi yang mencapai 2,5 Exahash per detik (EH/s), Greenidge mampu meningkatkan volume produksinya secara maksimal sembari mengoperasikan 27.500 penambang.

Greenidge Produksi 287 Bitcoin di Bulan Juli

Mengawali kinerjanya di tengah tahun kedua ini, Greenidge berhasil memproduksi 287 bitcoin. Tingkat kapasitas penambangannya juga mulai bertambah menjadi 29.300 penambang dengan kapasitas produksi sekitar 2,7 EH/s.

“Perusahaan mulai meningkatkan efisiensi armada dengan mengurangi peralatan penambangan berusia lanjut. Dengan strategi itu, Greenidge mampu menciptakan ruang yang lebih efisien untuk masuknya penambang baru,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, perusahaan juga berniat untuk menjual aset lainnya guna mencapai target pertumbuhan yang diinginkan.

Penambang Bitcoin lainnya, yakni Bitfarms, juga mengalami hal yang sama. Rugi bersih perusahaan membengkak menjadi US$142 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$4 juta. Padahal, pendapatan perusahaan meningkat 14% menjadi US$42 juta.

Sepanjang kuartal 2 tahun ini, Bitfarms berhasil memproduksi sebanyak 1.257 BTC dengan peningkatan hashrate menjadi 3,6 EH/s. President sekaligus Chief Operation Officer (COO) Bitfarms, Geoff Morphy, mengatakan kapasitas hashrate perusahaan naik 33% secara kuartalan dan 157% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Capaian itu membuat produksi harian perusahaan per Juli mencapai 17 bitcoin per hari. Kami terus membangun pondasi yang kuat untuk keberhasilan jangka panjang,” ungkapnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik kerugian Greenidge di Q2/2022 ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.