Genjot Bisnis Dompet Digital, Samsung Wallet Bidik 8 Wilayah Baru

24 Januari 2023, 15:31 WIB
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
24 Januari 2023, 16:33 WIB
Ringkasan
  • Samsung Wallet akan melakukan ekspansi ke 8 wilayah baru.
  • Wilayah itu termasuk Australia, Hong Kong, India, Kanada, Brasil, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.
  • Melihat destinasi baru ini, muncul dugaan Samsung ingin manfaatkan kuatnya adopsi kripto di sejumlah negara.

Samsung, raksasa produsen elektronik asal Korea Selatan akan memperkuat penetrasi pada bisnis dompet digital. Lewat Samsung Wallet, mereka akan memasuki 8 wilayah baru mulai dari Australia, Hong Kong, India, Kanada, Brasil, Malaysia, Singapura, dan Taiwan untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Rencana ekspansi itu sejalan dengan niatan Samsung yang berambisi untuk membuka akses yang lebih luas kepada banyak orang. Pada awal peluncuran, Samsung Wallet diperkenalkan ke 21 negara, mulai dari Bahrain, Cina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Italia, Kazakhstan, Korea, Kuwait, Norwegia, Oman, Qatar, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Vietnam, Uni Emirat Arab (UEA), Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Pada saat peluncurannya tahun lalu, EVP dan Kepala Tim Dompet Digital Mobile eXpericence Business Samsung Electronics, Jeanie Han, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membangun pengalaman pelanggan lewat kemitraan terbuka dengan bisnis dan penyedia layanan.

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah bekerja keras unutk memperluas ketersediaan Samsung Wallet dengan cepat,” jelas Jeanie Han.

Melihat sejumlah destinasi wilayah baru yang akan dijamah Samsung, muncul dugaan mereka ingin memanfaatkan kuatnya adopsi kripto di masing-masing negara itu untuk memperkuat bisnisnya. Pasalnya, Brasil, Singapura, Hong Kong, serta beberapa negara lainnya, sudah dikenal sebagai negara ramah kripto dan berniat menjadikan wilayah mereka sebagai crypto hub global. Bahkan, Brasil pun sudah mengadopsi regulasi kripto.

Sebagai informasi, Samsung Wallet merupakan dompet digital yang terintegrasi dengan Samsung Blockchain Wallet yang bisa digunakan untuk memantau aset kripto. Setiap pengguna bisa melihat dan memeriksa nilai mata uang kripto yang mereka miliki di berbagai bursa kripto hanya dari satu platform.

Samsung Telah Siapkan Infrastruktur Pengaman

Perihal keamanan transaksi, Samsung sudah memikirkan dan mempersiapkannya lebih dulu. Pada Oktober tahun lalu, Mereka telah meluncurkan Knox Matrix yang dimaksudkan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi aset virtual pengguna.

Protokol itu akan berfungsi sebagai sistem private blockchain yang akan menghubungkan dompet pengguna dengan sistem keamanan berlapis. Lewat Knox Matrix, Samsung turut mengklaim bahwa hal itu mampu menghambat aksi peretasan untuk masuk lebih dalam ke berbagai perangkat yang terkoneksi.

Ambisi Samsung untuk masuk lebih dalam ke ruang digital memang cukup besar. Pasalnya, mereka pun tengah menggodok rencana untuk mendirikan lembaga keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang menggabungkan transaksi emas dan aset kripto. Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan ekosistem kripto dari hulu ke hilir.

Adapun minat Samsung terhadap kripto ternyata menyulut perusahaan lain untuk ikut berpartisipasi. Pada September 2022, LG dikabarkan juga akan meluncurkan dompet kripto dengan memanfaatkan jaringan Hedera. Konon, mereka sudah mengajukan hak paten dan merek dagang untuk produk yang dinamakan Wallypto itu.

Menggali Potensi Dompet Kripto

Dalam sebuah pernyataan, Chief Technology Officer (CTO) Futuris, William Anderson, mengungkapkan bahwa pemanfaatan dompet kripto modern, ke depannya akan menjadi layaknya MySpace. Pasalnya, dalam dompet kripto, proses identifikasi yang dilakukan mirip dengan profil di MySpace yang bisa disesuaikan.

Namun, agar eksposur dompet kripto bisa seluas MySpace, perlu adanya integrasi yang dilakukan antara dompet kripto dengan identitas online atau dengan menghubungkannya ke akun Twitter.

“Agar matang menjadi platform untuk mengespresikan diri, web3, dan non-fungible token (NFT) harus melewati spekulasi dan mampu melayani tujuan banyak orang; sehingga verifikasi minat dan tindakan bisa dilakukan dan terhubung,” ungkap William Anderson.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.