Lihat lebih banyak

Standard Chartered: Harga Bitcoin Bisa Tembus US$200.000 di Akhir 2025

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Standard Chartered mengeluarkan prediksi terbaru bahwa harga Bitcoin (BTC) akan mencapai sekitar US$200.000 pada akhir tahun 2025.
  • Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Keuangan Standard Chartered, mengatakan bahwa prediksi tahun 2025 konsisten dengan perkiraan mereka sebelumnya yang memperkirakan harga Bitcoin mencapai sebesar US$100.000 pada akhir tahun 2024.
  • Pernyataan Standard Chartered mengutip perbandingan dengan data historis ETF emas. Mereka melihat kenaikan harga terjadi lebih cepat pada Bitcoin dibandingkan emas, karena ETF Bitcoin spot matang lebih cepat.
  • promo

Standard Chartered mengeluarkan prediksi pada hari Senin (8/1) bahwa harga Bitcoin (BTC) akan mencapai sekitar US$200.000 pada akhir tahun 2025.

Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Keuangan Standard Chartered, mengatakan bahwa, “Jika arus masuk (inflows) terkait exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot terwujud seperti yang kami perkirakan, kami pikir tingkat arus masuk yang mendekati [harga] US$200.000 pada akhir tahun 2025 mungkin terjadi.”

Dia mengatakan bahwa prediksi tahun 2025 konsisten dengan perkiraan mereka sebelumnya yang memperkirakan harga Bitcoin mencapai sebesar US$100.000 pada akhir tahun 2024.

“Persetujuan ETF Bitcoin spot adalah pendorong utama kenaikan harga Bitcoin. Kami melihat ini sebagai momen penting untuk menormalisasi partisipasi Bitcoin oleh uang institusional, dan kami mengharapkan persetujuan untuk mendorong arus masuk yang signifikan dan kenaikan harga Bitcoin.”

Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Keuangan Standard Chartered

Pernyataan Standard Chartered mengutip perbandingan dengan data historis ETF emas. Mereka melihat kenaikan harga terjadi lebih cepat pada Bitcoin dibandingkan emas, karena ETF Bitcoin spot matang lebih cepat.

Diperkirakan ada inflows sebesar US$50 miliar hingga US$100 miliar ke ETF Bitcoin spot pada akhir tahun 2024, dengan asumsi terdapat antara 437.000 Bitcoin dan 1,32 juta Bitcoin yang disimpan dalam produk investasi ETF Bitcoin spot di AS.

Perbandingan ETF Bitcoin Spot dengan ETF Emas

Sebelumnya, ada analis yang memperkirakan bahwa peluncuran ETF Bitcoin spot kemungkinan tidak akan berdampak banyak pada Bitcoin. Namun, pada akhirnya, hal itu dapat mendatangkan triliunan dolar AS (USD) ke Bitcoin.

Dalam cuitan pada awal tahun 2024, Gabor Gurbacs, advisor Tether dan VanEck, berpendapat bahwa dampak awal dari ETF Bitcoin spot terlalu dilebih-lebihkan.

Dia cukup meremehkan dengan memprediksi bahwa ETF Bitcoin spot mungkin hanya menghasilkan arus masuk bersih (net inflows) sekitar US$100 juta dari investor institusional pada saat diluncurkan.

Namun, Gabor Gurbacs jauh lebih optimis mengenai dampak ETF Bitcoin spot terhadap Bitcoin dalam jangka panjang. Pernyataan itu merujuk pada apresiasi harga emas yang terjadi setelah peluncuran ETF emas.

Pada November 2004, firma penasihat investasi global State Street meluncurkan ETF emas pertama. Gabor Gurbacs menjelaskan bahwa dalam 8 tahun setelah peluncurannya, harga emas meningkat lebih dari 4 kali lipat dari sekitar US$400 menjadi sekitar US$1.800.

Apresiasi yang sangat besar ini menyebabkan total market cap atau kapitalisasi pasar emas tumbuh dari US$2 triliun menjadi US$10 triliun dalam periode yang sama.

Sebagai catatan, Bitcoin saat ini memiliki market cap sekitar US$834 miliar, atau sekitar 41% dari market cap emas pada tahun 2004.

Gabor Gurbacs percaya bahwa setelah persetujuan yang diharapkan secara luas dari ETF Bitcoin spot di AS, lintasan harga Bitcoin bisa mengikuti jejak emas.

Bahkan, diperkirakan bahwa pergerakannya akan terjadi lebih cepat karena terbatasnya pasokan dan peristiwa halving yang meningkatkan kelangkaan Bitcoin.

Dampak Jangka Panjang ETF BTC Spot Perlu Diperhatikan

Gabor Gurbacs menambahkan salah satu manfaat paling penting dari ETF Bitcoin spot berasal dari kemampuannya untuk melegitimasi dan menghilangkan stigma Bitcoin di mata investor institusional dan negara bangsa.

Analis ETF di Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas dan James Seyffart, setuju dengan pendapat Gabor Gurbacs.

James Seyffart sepakat bahwa meskipun banyak yang berfokus pada data jangka pendek seperti net inflows pertama ke ETF Bitcoin spot, orang-orang tidak sepenuhnya menghargai dampak jangka panjang dari produk semacam ini.

Menariknya, Eric Balchunas mengibaratkan ETF Bitcoin spot sebagai umpan untuk memancing ikan yang lebih besar (penasihat investasi hingga institusional).

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi terbaru dari Standard Chartered mengenai potensi harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori