Promosikan Stablecoin USDC, StraitsX Jalin Kolaborasi dengan Circle

Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Ringkasan
  • StraitsX menjalin kemitraan dengan Circle yang merupakan penerbit stablecoin USD Coin (USCD).
  • Sebagai informasi, StraitsX penerbit stablecoin dolar Singapura (XSGD) dan rupiah Indonesia (XIDR).
  • Jalinan kerja sama ini bertujuan untuk mempromosikan adopsi stablecoin USDC yang lebih besar.

StraitsX, penerbit stablecoin dolar Singapura (XSGD) dan rupiah Indonesia (XIDR), pada hari Kamis (24/11) mengumumkan bahwa mereka menjalin kemitraan dengan Circle Internet Financial yang merupakan penerbit stablecoin USD Coin (USCD) dan Euro Coin (EUROC).

Jalinan kerja sama ini bertujuan untuk mempromosikan adopsi USDC yang lebih besar dengan memungkinkan pengguna akun pribadi dan bisnis untuk menyetor dan menerima dolar Amerika Serikat (USD) atau USDC melalui platform StraitsX.

Pemilik akun StraitsX dapat mencetak USDC dengan menyetor USD ke akun StraitsX mereka, dan menebus USDC untuk menerima USD di akun StraitsX mereka.

Dengan USDC menjadi salah satu stablecoin dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan aset yang diminta secara luas dari mitra di StraitsX, integrasi ini bertujuan untuk melayani pengguna bisnis, perusahaan, institusi, dan ritel dengan baik.

Tercatat pada 23 November lalu, ada lebih dari 20 juta USDC telah diperdagangkan sejak peluncuran desk over-the-counter (OTC) StraitsX. Tidak hanya itu, permintaan pada platform di tahun 2022 untuk aset digital ini terus melampaui pertumbuhan tahun 2021 dengan perdagangan tiga kali lebih banyak dari tahun ke tahun.

Terkait hal ini, Head of StraitsX, Aymeric Salley, mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bermitra dengan Circle untuk mulai menawarkan USDC kepada pemegang akun StraitsX.

“Kemitraan ini menandai pertama kalinya kami bermitra langsung dengan penerbit stablecoin lainnya dan kami menantikan lebih banyak kolaborasi dengan mitra yang berpikiran sama seperti Circle,” jelas Aymeric Salley.

Sementara itu, Vice President of Asia Pacific Circle, Raagulan Pathy, mengaku pihaknya juga sangat senang dapat bermitra dengan StraitsX.

“Kami berharap mereka dapat menawarkan stabilitas USDC kepada pelanggan mereka di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya,” ungkap Raagulan Pathy.

Circle Dapat Lisensi Operasi dari Regulator Singapura

Kabari ini datang setelah Circle pada 1 November lalu mengumumkan bahwa mereka telah mengantongi lisensi untuk beroperasi di Singapura. Circle mengaku telah mendapatkan ‘Persetujuan Prinsip’ (In-Principle Approval) dari regulator Singapura.

Hal ini memungkinkan Circle menawarkan produk token pembayaran digital (digital payment token), layanan lintas batas dan domestik di Singapura. Dengan demikian, kedua perusahaan dapat memunculkan generasi baru dari layanan keuangan dan aplikasi perdagangan.

Menyambut hal ini, Chief Strategy Officer (CSO) & Global Head of Public Policy Circle, Dante Disparte, mengatakan bahwa hal ini memungkinkan mereka untuk bekerja dengan semua pemangku kepentingan yang relevan dan menunjukkan potensi mata uang digital, sistem pembayaran terbuka, peraturan financial technology (fintech) terdepan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat posisi Singapura sebagai pusat global untuk aset digital.

Sementara itu, co-founder & CEO Circle, Jeremy Allaire, mengatakan bahwa Singapura sebagai salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia berperan penting bagi rencana ekspansi regional dan global Circle dalam meningkatkan kemakmuran ekonomi global.

“Kami merasa terhormat untuk menerima principle license ini, dan menantikan lebih banyak kolaborasi dengan regulator Singapura untuk mendukung ekosistem kripto dan blockchain yang berkembang serta kemajuan inovasi fintech di Singapura,” jelas CEO Circle.

StraitsX Jalin Kolaborasi dengan Grab

Sementara itu bagi StraitsX, mereka bersama Grab pada 31 Oktober lalu mengumumkan menguji penerbitan Purpose Bound Money (PBM). Pengujian tersebut mereka lakukan dalam bentuk voucer digital komersial selama perhelatan Singapore Fintech Festival (SFF) 2022 yang berlangsung pada 2 hingga 4 November mendatang.

Selama gelaran SFF, setidaknya ada 5.000 partisipan uji coba terpilih yang akan dapat menggunakan PBM dalam bentuk voucher digital melalui aplikasi e-wallet blockchain pilihan mereka.

Partisipan dapat menggunakan voucher yang disponsori oleh Temasek, sovereign wealth fund (SWF) Singapura, untuk melakukan pembelian di gerai F&B tertentu di SFF, serta para mitra merchant Grab yang berpartisipasi seperti Ishiro, Flash Coffe, Han’s, Hotpot by Seoul Garden, hingga LiHo.

GrabPay, layanan pembayaran Grab, bekerja sama dengan StraitsX dan gateway pembayaran kripto TripleA untuk mendukung penyelesaian PBM jarak jauh. Ini dilakukan dengan menerima StraitsX Singapore Dollar (XSGD) pada rantai Polygon, yang mencerminkan stablecoin yang dipatok dengan dolar Singapura sebagai SGD di akun GrabPay merchant yang berpartisipasi.

GrabPay juga akan menjadi pemroses pembayaran merchant utama untuk percontohan PBM di SFF. GrabPay akan membayar kepada merchant yang berpartisipasi dalam SGD berdasarkan permintaan, dan menghilangkan kebutuhan merchant untuk berinvestasi dalam dua sistem akuntansi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.