Tantang MetaMask & Coinbase Wallet, Robinhood Perkenalkan Web3 Crypto Wallet Non-Custodial

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Pada acara konferensi Permisionless, Robinhood mengumumkan peluncuran aplikasi crypto wallet barunya.

  • Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengakses market NFT, DeFi, dan sejumlah cryptocurrency yang tidak tersedia dalam platform Robinhood.

  • Perusahaan berharap bila aplikasi crypto wallet buatannya dapat membuat interaksi dengan dunia web3 tidak terlalu merepotkan bagi para pemula.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Robinhood benar-benar terjun ke dunia web3 saat mengumumkan aplikasi crypto wallet yang memungkinkan pengguna dapat mengakses market non-fungible token (NFT), decentralized finance (DeFi], hingga mengakses sejumlah cryptocurrency yang saat ini tidak tersedia di Robinhood.

Kabar ini muncul dalam konferensi kripto Permissionless pada hari Selasa (17/5). Crypto wallet tersebut akan menjadi aplikasi tersendiri dari platform investasi saham dan kripto Robinhood, yang memiliki fungsi serupa dengan crypto wallet non-custodial lainnya seperti MetaMask dan Coinbase Wallet.

Perusahaan yang telah go public di Nasdaq ini berharap bahwa desain aplikasi barunya, yang diklaim ramping dan intuitif itu, akan membuat interaksi dengan dunia web3 tidak terlalu merepotkan bagi para pemula.

“Di Robinhood, kami percaya bahwa kripto lebih dari sekedar asset class. DeFi memiliki potensi untuk menjadi sistem operasi yang menggerakkan masa depan layanan keuangan, dan kami ingin membantu orang-orang merasakan berbagai kemungkinan yang ditawarkan oleh teknologi revolusioner ini,” kata Vlad Tenev, co-founder & CEO Robinhood.

Dengan web3 crypto wallet ini, Vlad Tenev mengatakan bahwa pihaknya sedang membangun produk yang akan memuaskan para pendukung DeFi yang paling maju, sambil menciptakan keamanan bagi yang baru memulai kripto untuk masuk lebih dalam ke ekosistem ini.

“Kami membuatnya tidak menakutkan, mudah digunakan,” kata Johann Kerbrat, CTO kripto Robinhood.

Trade & Swap Kripto Tanpa Biaya Jaringan

Insentif yang ditawarkan Robinhood terkait crypto wallet ini adalah bahwa mereka berencana menanggung gas fee, yang selama periode aktivitas tertentu memiliki biaya yang mahal. Dalam rangka menangani gas fee ini, Robinhood akan mengandalkan penyedia likuiditas pihak ketiga untuk menerima harga terbaik terkait layanan trade & swap crypto yang mereka berikan.

Di sisi lain, Robinhood mengaku bahwa mereka tidak berencana memotong keuntungan, karena berfokus pada product market fit untuk crypto wallet ini dalam jangka pendek.

Robinhood menjelaskan akan meluncurkan crypto wallet non-custodial dalam versi beta akhir musim panas ini dan mengundang siapa saja yang tertarik untuk mencobanya dengan menuliskan email mereka dalam daftar tunggu. Peluncuran penuh produk ini direncanakan dapat terjadi sebelum akhir tahun 2022.

Telah Memiliki Crypto Wallet Bersifat Kustodian

Sebenarnya, Robinhood baru saja meluncurkan crypto wallet bersifat kustodian di Bitcoin 2022 Conference pada 7 April 2022. Hal ini membuat para pengguna dapat mengirim dan menerima salah satu cryptocurrency yang tersedia di Robinhood.

Hal yang membedakan dengan crypto wallet yang kedua yang bersifat non-custodial adalah, memberikan pengguna hak tunggal atas private key yang diperlukan untuk mengontrol kripto milik mereka.

Crypto wallet terbaru Robinhood posisinya menjadi penting karena di antara para penggemar cryptocurrency muncul frasa ‘not your keys, not your coins’. Frasa ini telah menjadi kritik populer terhadap crypto wallet kustodian. Poinnya adalah, orang-orang hanya memiliki kendali sejati atas aset digital milik mereka jika memegang private key itu sendiri.

Bersaing dengan MetaMask & Coinbase Wallet

Produk crypto wallet baru dari Robinhood akan bersaing ketat dengan crypto wallet yang berfokus pada Web3 seperti MetaMask dan Coinbase Wallet. Sebagai informasi, Pengguna aktif bulanan Metamask tumbuh dari 1 juta monthly active users (MAU) pada Oktober 2020, menjadi 30 juta MAU pada Maret 2022. 

Brian Armstrong, co-founder & CEO Coinbase, pada Selasa (17/5) memamerkan kemampuan Coinbase Wallet yang diklaim sebagai mobile self-custody crypto wallet yang paling banyak diunduh di Amerika Serikat (AS).

Selain itu, dia juga memberitahu bahwa Coinbase mulai meluncurkan fitur yang membuat para pengguna dapat mengakses decentralized application (dApp) berbasis Ethereum secara langsung dari aplikasi Coinbase yang didukung oleh dApp wallet dan dApp browser.

Ini termasuk membuat pengguna dapat membeli NFT di Coinbase NFT dan OpenSea, berdagang di decentralized exchange (DEX) seperti Uniswap dan Sushiswap, serta memungkinkan meminjam, meminjamkan, atau menukar kripto melalui platform DeFi seperti Compound dan Curve.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.

Ikuti Penulis