Jalin Kolaboasi dengan BepahKupi, Telkom Gunakan Blockchain Telusuri Produk Kopi

23 November 2022, 12:18 WIB
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
23 November 2022, 12:39 WIB
Ringkasan
  • Telkom dan BepahKupi menghadirkan penelusuran produk kopi melalui teknologi blockchain.
  • Konsumen BepahKupi dapat melakukan penelusuran mulai dari benih kopi, waktu panen, & pendistribusian produk.
  • Mereka juga dapat membeli produk kopi dalam bentuk NFT di metaNesia yang dapat di-redeem menjadi kopi fisik.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dan PT Bepah Karya Indonesia (BepahKupi) berkolaborasi menghadirkan terobosan baru berupa penelusuran kopi dari proses produksi sampai menjadi produk kopi siap dikonsumsi melalui teknologi blockchain di metaverse.

Konsumen BepahKupi kini dapat melakukan penelusuran mulai dari benih kopi, waktu panen, pendistribusian produk, hingga membeli produk kopi dalam bentuk non-fungible token (NFT) di metaverse besutan Telkom yaitu metaNesia yang dapat di-redeem menjadi kopi fisik.

Kolaborasi ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Ery Punta Hendraswara selaku Deputy EVP Digital Technology & Platform Business Telkom, dan Maulana Wiga selaku CEO BepahKupi, pada 10 November lalu.

Konsumen BepahKupi Bisa Lacak Kopi yang Dikonsumsi

Terkait kolaborasi ini, Ery Punta Hendraswara mengatakan bahwa “Setelah penandatanganan MoU ini, Telkom dan BepahKupi akan langsung melakukan langkah proof of concept penggunaan teknologi blockchain pada implementasi traceability kopi dari BepahKupi.” 

Penandatanganan MoU antara Telkom dan BepahKupi merupakan awal mula kerja sama yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak, dengan ruang lingkup dan tugas yang telah disepakati oleh masing-masing pihak.

Sementara itu, Maulana Wiga mengatakan bahwa tujuan kerja sama ini untuk memudahkan konsumen BepahKupi melacak kopi yang mereka konsumsi, serta memudahkan pengembangan layanan atau produk NFT Kupin dan traceability kopi berbasis blockchain di metaNesia.

“BepahKupi juga menjadi use case untuk produk kopi pada penggunaan teknologi blockchain yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia,” ujar Maulana Wiga.

Telkom Bangun Beragam Solusi Blockchain

Saat ini, Ery Punta Hendraswara menerangkan bahwa Telkom sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah bertransformasi sebagai perusahaan digital telekomunikasi sedang mengembangkan solusi berbasis teknologi blockchain, antara lain marketplace NFT di metaNesia, private blockchain, serta implementasi use case pada public blockchain.

Melalui kerja sama dengan BepahKupi, Telkom berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

“Karena sejalan dengan misi Telkom untuk mengembangkan talenta digital unggulan yang membantu mendorong kemampuan digital dan tingkat adopsi digital bangsa, dan turut mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan,” tambah Deputy EVP Digital Technology & Platform Business Telkom itu.

Sekilas tentang Metaverse Buatan Telkom

Sebagai pengingat, metaNesia merupakan bagian dari Leap-Telkom Digital yang menjadi umbrella brand produk dan layanan digital Telkom, yang hadir untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia.

Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.

Dunia metaverse buatan Telkom yang dinamakan metaNesia merupakan akronim dari Metaverse Indonesia. Tidak hanya sekadar menyuguhkan interaksi dengan visual biasa, metaNesia juga menawarkan pengalaman yang berbeda di dalam dunianya. Peluncuran metaNesia dilangsungkan pada 31 Juli lalu.

Keputusan Telkom untuk menggarap proyek metaverse didasari pada kemajuan teknologi yang tidak terasa telah berkembang begitu pesat. Era baru yang kini mulai dijalani manusia adalah mendigitalisasikan kehidupan sehari-hari. Di masa depan, manusia diprediksi akan menjalani dua dunia, yakni dunia nyata dan dunia digital. Inilah yang dikenal sebagai dunia metaverse.

Metaverse menurut Telkom merupakan dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling terhubung. Dengan metaverse, orang-orang dapat bekerja, bertemu, belajar, dan bermain selayaknya di dunia nyata berkat bantuan teknologi.

Meski saat ini masih terbentur batas-batas tertentu layaknya awal mula kehadiran internet, tetapi di masa yang akan datang tidak menutup kemungkinan tembok pembatas itu akan roboh, sehingga kehidupan di dunia metaverse benar-benar seperti dunia nyata.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.