Terkait topik iniDewan Intelijen Pasar

Mengapa Harga Tembaga Turun setelah Peringatan Kekurangan 44%?

  • Tembaga kehilangan garis tren support bulan April setelah berhasil diuji lima kali.
  • BloombergNEF memprediksi pasokan tembaga akan turun 44% di bawah permintaan pada tahun 2050.
  • Jadi mengapa harga tembaga turun sementara peringatan kekurangan semakin nyaring?
Promo

Harga tembaga turun 2,68% pada 22 Oktober, menembus garis tren support dari April yang sebelumnya bertahan selama lima kali uji. Penurunan itu terjadi dua hari setelah BloombergNEF memperingatkan bahwa defisit suplai tembaga akan mencapai 44% dari permintaan pada tahun 2050.

Meskipun begitu, laporan yang sama memperkirakan bahwa pasar tembaga di tahun 2026 masih akan mengalami surplus. Para trader nampaknya lebih mempertimbangkan kelebihan pasokan jangka pendek, bukan kekurangan jangka panjang.

Disponsori
Disponsori

Mengapa Tembaga Menjadi Pengecualian?

BloombergNEF (BNEF) merilis laporan tahunan Transition Metals Outlook pada 20 Oktober. Sembilan dari sepuluh material yang dibahas diperkirakan akan memiliki pasokan yang cukup hingga tahun 2050.

Tembaga menjadi pengecualian. BNEF memproyeksikan akan ada kekurangan sebanyak 20 juta ton pada tahun 2050, bahkan bisa dimulai secepat tahun 2028.

Permintaan diperkirakan naik 61% hingga hampir 46 juta ton per tahun. Transportasi listrik saja memerlukan sebanyak 11,4 juta ton.

Menutupi kekurangan tersebut membutuhkan investasi sebesar US$332 miliar untuk tambang baru. Setiap tambang membutuhkan waktu sekitar 17 tahun agar bisa mulai berproduksi, menurut BNEF.

Martin Tengler, kepala divisi logam dan pertambangan BNEF, menyebut masalah ini sebagai persoalan waktu.

“Tantangan saat ini bukan lagi soal apakah dunia bisa memproduksi cukup logam secara keseluruhan, melainkan apakah material yang tepat akan tersedia pada waktu dan tempat yang dibutuhkan.”

Logamnya memang ada. US Geological Survey (USGS) memperkirakan cadangan tembaga global mendekati 980 juta ton.

Disponsori
Disponsori

Mengapa Harga Tembaga Tetap Turun?

Nilai pada scorecard BNEF sendiri juga menunjukkan prediksi harga tembaga bergerak sideways selama 12 bulan ke depan.

Aliran fisik pun sejalan. Stok tembaga di London Metal Exchange (LME) naik menjadi 272.950 ton, tertinggi sejak 24 Juli, lapor Reuters.

Kebanyakan pasokan baru masuk ke gudang di AS. Comex, exchange Futures utama di AS, kini menjual lebih murah daripada LME, menghilangkan premi akibat tarif sebelumnya.

Alastair Munro, analis strategi logam senior di broker Marex, mengaitkan dua hal itu.

“…kenaikan stok tembaga LME belakangan ini terjadi karena premi Comex mengecil seiring makin dekatnya tanggal pengiriman kontrak.”

Penurunan saham teknologi karena keraguan terhadap teknologi AI turut menekan harga, sehingga harga tembaga LME jatuh ke level terendah selama lima minggu.

Defisit Pasokan Tembaga: Apa Selanjutnya untuk Harga XCU?

Breakdown ini mengonfirmasi risiko yang telah diingatkan pada uji support kelima tembaga pekan ini.

Garis tren itu membentuk dasar dari pola rising wedge, formasi yang sering berakhir dengan harga turun. Volume transaksi juga meningkat ketika breakdown terjadi.

Sementara itu, tembaga ditolak di resistance US$6,70. Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum juga kehilangan garis support yang sudah terbentuk sejak Maret.

Grafik harian XCU
Grafik harian XCU / Sumber: Tradingview

Saat ini, harga tembaga diperdagangkan di sekitar US$6,51 per pound, sekitar 6% di bawah rekor tertinggi pada September. Resistance berada di US$6,56, lalu di garis tren yang sudah terpecah sekitar US$6,64.

Untuk arah penurunan, level Fibonacci 0,382 di US$6,31 bisa menjadi target awal. Support yang lebih rendah berada di US$6,11 dan US$5,91.

Namun, jika harga harian kembali menutup di atas garis tren, pola bearish menjadi lebih lemah.

Sampai saat ini, harga tembaga masih mencerminkan surplus hari ini, bukan defisit 2028 nanti. Pertanyaan besarnya adalah apakah investasi US$332 miliar untuk tambang baru bisa tersedia tepat waktu.

Penyangkalan

Analisis ini mencerminkan interpretasi editorial BeInCrypto atas informasi dan data yang tersedia pada saat publikasi dan dapat menjadi tidak lagi relevan. Analisis ini bersifat umum dan tidak dipersonalisasi, tidak mempertimbangkan keadaan Anda, dan bukan merupakan riset investasi, nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak, penawaran, maupun rekomendasi. Prakiraan, target, analisis teknikal, dan pernyataan berwawasan ke depan bersifat tidak pasti dan mungkin tidak terwujud; kinerja masa lalu dan indikator tidak memprediksi hasil di masa depan. Rujukan terhadap aset, produk, atau penyedia tidak menyiratkan dukungan. Aset kripto dan produk keuangan dapat mengakibatkan kerugian total. Verifikasikan informasi material sebelum bertindak.

Disponsori
Disponsori