Terkuak! Elon Musk Punya 9,2% Saham Twitter, Harga Dogecoin Sempat Melesat

5 April 2022, 11:56 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
5 April 2022, 18:49 WIB
Ringkasan
  • CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, dilaporkan telah membeli 9,2% saham platform media sosial Twitter.
  • Kabar mengejutkan ini memberikan sentimen positif bagi harga saham Twitter dan beberapa aset kripto, seperti Bitcoin dan Dogecoin.

Elon Musk kini memiliki 9,2% saham di Twitter Inc. sekaligus menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar di platform microblogging & social networking yang didirikan oleh Jack Dorsey itu.

CEO Tesla dan founder SpaceX ini diketahui memiliki 73,48 juta lembar saham Twitter yang dipegang oleh Elon Musk Revocable Trust dengan dirinya sendiri merupakan satu-satunya wali amanat. 

Saham Twitter meroket 27,1% setelah kabar kepemilikan Elon Musk diketahui publik pada Senin, 4 April 2022. Lonjakan harga saham Twitter dari US$39,31 ke US$49,97 merupakan kenaikan terbesar dalam sehari sejak perusahaan listing di Nasdaq pada November 2013.

Adapun kapitalisasi pasar atau market cap Twitter Inc. bertambah sekitar US$8 miliar sehingga menjadi bernilai lebih dari US$39 miliar.

Merujuk dari dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS), tanggal peristiwa yang mengungkapkan Elon Musk memiliki saham di Twitter adalah pada 14 Maret 2022.

Kepemilikan saham Elon Musk di Twitter yang awalnya bernilai sekitar US$2,4 miliar (Rp34,4 triliun), melonjak menjadi US$3,6 miliar (Rp51,6 triliun) per 4 April 2022.

Dengan mempertimbangkan ‘tanggal pengungkapan’ hingga ‘kabar ini diketahui publik’, investasi Elon Musk di Twitter diperkirakan telah tumbuh sekitar US$1,2 miliar (Rp17,2 triliun).

Pada hari Selasa ini (5 April 2022) sekitar pukul 7 pagi WIB, Elon Musk membuat polling apakah pengguna Twitter menginginkan kehadiran fitur ‘tombol edit’. Dengan begitu, sebuah tweet dapat diedit, tanpa perlu dihapus seperti yang selama ini terjadi. 

CEO Twitter Parag Agrawal ikut menimpali bahwa hasil dari polling ini akan memiliki konsekuensi yang penting. “Silakan memilih dengan hati-hati,” katanya.

Sejauh ini, mayoritas pengguna Twitter memilih ‘iya’ untuk ‘tombol edit pada tweet‘.

Efek ke Harga Dogecoin dan Bitcoin

Pergerakan harga Dogecoin | situs CoinMarketCap

Kabar Elon Musk yang memiliki 9,2% saham Twitter diperkirakan pertama kali dilaporkan oleh akun Twitter Bloomberg, yaitu @business pada 4 April 2022 pukul 17:18 WIB.

Elon Musk dikenal memiliki julukan Dogefather atas sejumlah cuitannya yang membuat sentimen positif bagi Dogecoin (DOGE). Tweet pertama Musk tentang Dogecoin muncul pada 20 Desember 2020.

Menariknya, sentimen sang CEO Tesla yang ternyata memiliki saham di Twitter turut memengaruhi harga DOGE hingga sempat naik 9%.

Harga Dogecoin (DOGE) awalnya berada di posisi Rp2.038,55 pada 4 April 2022 pukul 17:14 WIB. Namun, harga DOGE kemudian sempat meroket tajam sampai ke level Rp2.222,71 pukul 18:24 WIB pada tanggal yang sama.

Pergerakan harga Bitcoin | situs CoinMarketCap

Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) yang semula berada di level Rp658,49 juta pada 4 April 2022 pukul 17:14 WIB, kemudian sempat menyentuh Rp670,32 juta pada 5 April 2022 pukul 06:39 WIB.

Sudah Memberi Isyarat

Sebenarnya Elon Musk telah sempat mengindikasikan gerak-geriknya untuk memiliki pengaruh di bisnis platform media sosial. Namun, yang tidak disadari oleh banyak pihak adalah apakah dengan ‘membuat perusahaan baru’ atau ‘membeli saham perusahaan yang sudah eksis’.

Elon Musk yang memiliki lebih dari 80 juta followers di Twitter melakukan survei pada 25 Maret 2022. Dia bertanya ke publik apakah Twitter telah mematuhi prinsip-prinsip free speech atau ‘kebebasan berbicara’ atau belum?

Dia mengingatkan kepada para partisipan bahwa konsekuensi dari polling ini akan menjadi penting. “Silakan memilih dengan hati-hati,” tulis Musk.

Berdasarkan hasil survei yang diikuti oleh 2,03 juta partisipan, terdapat 70,4% yang menyatakan ‘tidak’, Twitter belum mematuhi prinsip free speech

Terkait hasil survei ini, Elon Musk pada 27 Maret 2022 lantas membuat pernyataan seperti ini:

“Mengingat bahwa Twitter berfungsi sebagai alun-alun kota bagi publik secara de facto, kegagalannya untuk mematuhi prinsip-prinsip kebebasan berbicara secara fundamental merusak demokrasi. [Lalu,] apa yang harus dilakukan?”

Musk turut bertanya apakah sebuah platform media sosial yang baru diperlukan, serta memikirkan dengan serius untuk membangun platform media sosial-nya sendiri.

Mundur ke 5 Maret 2022, dukungan serius Musk terhadap kebebasan berpendapat dibuktikan ketika ada beberapa pemerintah yang meminta agar layanan internet berbasis satelit Starlink memblokir sejumlah sumber berita dari Rusia terkait konflik di Ukraina. 

Alih-alih menerima permintaan itu, Musk menolak melakukannya ‘kecuali di bawah todongan senjata’ dan dengan sarkastik meminta maaf karena menjadi ‘free speech absolutist’.

Sehubungan dengan rangkaian pernyataan ini, Tom Forte, seorang analis di DA Davidson & Co., mengatakan ada kemungkinan bahwa Elon Musk akan meningkatkan kepemilikan saham miliknya atau bahkan hingga menjadi pemegang saham mayoritas di Twitter.

Elon Musk Satu Barisan dengan Jack Dorsey?

Berdasarkan catatan Bloomberg Billionaires Index, Elon Musk adalah orang terkaya di dunia dengan total kekayaan bersih US$288 miliar atau setara Rp4.131 triliun.

Elon Musk dan Jack Dorsey (yang diketahui memiliki 2,3% saham di Twitter) telah menemukan beberapa kesamaan. Baik dukungan untuk Bitcoin hingga ‘mengolok-olok’ gagasan tentang web3, istilah abstrak yang digunakan para venture capital (VC) untuk menggambarkan versi internet yang terdesentralisasi. 

Pada Maret 2020, Musk pun sempat mengungkapkan pernyataan secara publik bahwa dia mendukung Jack Dorsey tetap menjadi CEO Twitter.

Setelah hengkangnya Jack Dorsey dari posisi CEO Twitter, Elon Musk pada Januari 2022 diketahui mengecam fitur foto profil NFT di Twitter dengan menyatakan bahwa manajemen Twitter memiliki prioritas yang salah.

Alarm bagi Manajemen Twitter?

Kehadiran Elon Musk dalam jajaran pemegang saham Twitter dinilai akan menjadi ujian besar bagi CEO Twitter, Parag Agrawal, yang menggantikan posisi Jack Dorsey yang secara tidak terduga mengundurkan diri pada akhir November 2021.

Musk sempat membuat meme pada awal Desember 2021 setelah Parag Agrawal mengambil alih posisi yang ditinggalkan Jack Dorsey.

Dalam meme tersebut, Elon Musk yang entah serius atau bercanda menggambarkan Parag Agrawal sebagai diktator Uni Soviet Joseph Stalin sementara Jack Dorsey sebagai kepala polisi rahasia Uni Soviet Nikolai Yezhov yang didorong ke sungai hingga tenggelam.

Adapun Twitter di bawah komando Parag Agrawal berjanji untuk meningkatkan akuntabilitas, membuat keputusan lebih cepat, dan meningkatkan eksekusi produk.

Tujuan ambisius dalam pertumbuhan Twitter yang telah ditetapkan ini termasuk meningkatkan pendapatan tahunan menjadi US$7,5 miliar dan mencapai 315 juta pengguna harian pada akhir tahun 2023.

Bloomberg Opinion memuat tulisan yang menyatakan bahwa tujuan Musk membeli saham Twitter mungkin bukan karena uang, tapi untuk ‘menakut-nakuti’ manajemen Twitter.

Sementara Cathie Wood yang merupakan founder & CEO Ark Invest menjelaskan bahwa hal ini bisa membuka peluang perombakan susunan manajemen Twitter. 

Elon Musk mengirimkan ‘sinyal kuat’ kepada CEO Twitter Parag Agrawal, kata Cathie Wood. “Ini bisa menjadi persiapan untuk perubahan kepemimpinan lainnya.”

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.