Lihat lebih banyak

Ternyata Ini Alasan PayPal Hentikan Sementara Proyek Stablecoin Mereka

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • PayPal dikabarkan menghentikan proyek stablecoin mereka, usai regulator AS mulai meningkatkan pengawasan terhadap dunia kripto.
  • Juru bicara PayPal mengakui bahwa pihaknya sedang menjajaki proyek stablecoin dan bersedia bekerja sama dengan regulator yang terkait.
  • Kabar ini muncul dalam waktu yang berdekatan dengan munculnya kabar seputar penyelidikan SEC terhadap perusahaan penerbit stablecoin Paxos.
  • promo

Raksasa pembayaran PayPal dikabarkan menghentikan proyek stablecoin mereka usai regulator Amerika Serikat (AS) mulai meningkatkan pengawasan terhadap dunia kripto.

Bloomberg melaporkan bahwa PayPal sebenarnya berharap dapat memulai debut stablecoin yang didukung dengan aset dolar AS (USD) mereka dalam beberapa minggu mendatang. Namun, mereka akan menunda pekerjaan itu karena berupaya memahami lanskap peraturan yang berubah untuk aset digital semacam itu.

Juru bicara PayPal, Amanda Miller, mengatakan bahwa, “Kami sedang menjajaki proyek stablecoin. Jika dan ketika kami ingin bergerak maju, kami tentu saja akan bekerja sama dengan regulator terkait.”

Apakah PayPal Khawatir dengan Tindakan Regulator terhadap Paxos?

Sebagai pengingat, PayPal pada Januari 2022 dilaporkan sedang menjajaki peluncuran stablecoin mereka sendiri. Adapun Paxos Trust, perusahaan penerbit stablecoin, menjadi mitra bagi proyek PayPal.

Sayangnya, nasib Paxos mulai tidak menentu usai Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dilaporkan pada hari Minggu (12/2) telah memberi tahu tentang kemungkinan tindakan penegakan hukum terhadap penerbit stablecoin itu.

Pemberitahuan itu menuduh bahwa Binance USD (BUSD), stablecoin yang diterbitkan Paxos dalam kemitraan dengan crypto exchange Binance, adalah produk sekuritas (efek) yang tidak terdaftar. 

Kabar adanya potensi SEC menggugat Paxos muncul setelah pada hari Jumat (10/2) kemarin, Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS) juga dilaporkan sedang menyelidiki Paxos.

Terkait hal ini, pihak Binance mengatakan bahwa BUSD dikeluarkan dan dimiliki oleh Paxos, dan mereka hanya melisensikan brand itu. Binance mengaku akan terus memantau situasi.

Soroti Regulasi yang Tidak Pasti

Legislator AS Hampir Capai Kesepakatan Terkait Regulasi Stablecoin

Dalam laporan keuangan mereka, PayPal menyoroti lingkungan peraturan yang tidak pasti sebagai risiko bisnis mereka. Lebih khusus, PayPal menyoroti status peraturan beberapa kripto masih belum jelas berdasarkan undang-undang (UU) yang ada saat ini.

Ditambah lagi, lanskap peraturan yang berkembang pesat dapat mengharuskan mereka untuk mendapatkan lisensi operasi tambahan dari regulator.

PayPal mencatat, “Penawaran kripto ke pelanggan saat ini dan yang direncanakan dapat membuat kami tunduk pada peraturan tambahan, persyaratan lisensi, atau kewajiban lainnya.”

Sebagai informasi, pihak PayPal mengaku bahwa mereka telah menerima BitLicense secara penuh dari Departemen Layanan Keuangan New York (NYDFS) Amerika Serikat (AS). BitLicense merupakan lisensi bisnis untuk aktivitas mata uang virtual yang dikeluarkan oleh NYDFS. Sebagai informasi, Paxos juga memiliki lisensi ini.

Inisiatif PayPal Masuki Dunia Kripto

Adapun PayPal telah mengizinkan pelanggan untuk membeli dan menjual kripto sejak Oktober 2020.

Selanjutnya pada Maret 2021, PayPal mengumumkan peluncuran Checkout with Crypto. Ini merupakan fitur yang memungkinkan para pengguna dapat berbelanja ke jutaan merchant menggunakan kripto melalui PayPal.

Walau sudah sejak tahun 2020 menyediakan layanan beli dan jual kripto, PayPal baru mengizinkan pengguna menarik kripto mereka dari platform ke crypto wallet eksternal pada Juni 2022.

Ada dua poin menarik saat PayPal mengumumkan aksi mereka memasuki dunia kripto pada tahun 2020. Pertama, aksi itu dilakukan melalui kemitraan dengan Paxos. Kedua, kedatangan PayPal turut menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga Bitcoin.

Pada Juni 2022, terungkap bahwa ternyata PayPal merupakan salah satu investor dari blockchain layer-1 (L1) Aptos.

Dalam laporan keuangan tahun 2022, PayPal memiliki total US$604 juta dalam bentuk Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH). Hampir dari total nilai itu berada di BTC senilai US$291 juta dan US$250 juta dalam ETH. Sementara itu, sisa US$63 juta terdiri dari LTC dan BCH.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori