Lihat lebih banyak

Perusahaan di Balik Ekosistem Terra (LUNA) Ajukan Kebangkrutan di AS

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Menurut sebuah dokumen pengadilan, terungkap bahwa Terraform Labs (TFL) mengajukan kebangkrutan Bab 11 di Amerika Serikat (AS).
  • Pengajuan kebangkrutan ini akan memungkinkan Terraform Labs untuk mengurus urusan hukum yang sedang berlangsung, termasuk di AS dan litigasi yang tertunda di Singapura.
  • Pihak TFL mengatakan langkah ini melindungi kemampuan mereka untuk terus bekerja dengan komunitas kripto di bidang infrastruktur, alat, dan produk inovatif, serta dukungan ekosistem lainnya.
  • promo

Terraform Labs (TFL), perusahaan di balik ekosistem Terra, mengajukan kebangkrutan Bab 11 di Amerika Serikat (AS). Informasi ini ditemukan dalam sebuah dokumen pengadilan yang diajukan pada hari Minggu (21/1).

TFL yang berbasis di Singapura, dalam pengajuan ke pengadilan kebangkrutan di Delaware, AS, mencatatkan aset dan liabilitas mereka dalam kisaran US$100 juta hingga US$500 juta. Selain itu, dokumen pengadilan juga mencantumkan bahwa Do Kwon memiliki 92% saham TFL, dan 8% sisanya dimiliki oleh co-founder TFL lainnya, Daniel Shin.

Nomor berkas pengajuan kebangkrutan Bab 11 Terraform Labs | Sumber: Situs resmi Pengadilan Kebangkrutan Distrik Delaware, Amerika Serikat

Pengajuan kebangkrutan ini akan memungkinkan Terraform Labs untuk mengurus urusan hukum yang sedang berlangsung, termasuk di AS dan litigasi yang tertunda di Singapura.

Pihak TFL mengatakan langkah ini melindungi kemampuan mereka untuk terus bekerja dengan komunitas kripto di bidang infrastruktur, alat, dan produk inovatif, serta dukungan ekosistem lainnya.

Kabar terbaru ini datang setelah Do Kwon, CEO TFL, akan diekstradisi ke AS untuk menghadiri persidangan perusahaan yang dia pimpin. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS memutuskan untuk menunda persidangan Terraform Labs sampai dengan kehadiran Do Kwon.

Setidaknya, Do Kwon meminta agar regulator sekuritas AS itu menunda persidangan sampai dengan bulan Maret mendatang. Pengacara Do Kwon menjanjikan bahwa kliennya akan hadir dan setuju untuk diekstradisi dari Montenegro.

Jika hal ini benar terjadi, maka Do Kwon akan menghadapi persidangan bersama dengan TFL terkait dugaan melakukan sebuah skema penipuan penipuan melibatkan native token Terra (LUNA) dan algorithmic stablecoin TerraUSD (UST) yang akhirnya mengalami kegagalan.

Isi Gugatan SEC ke Do Kwon dan TFL

Sebagai pengingat, gugatan SEC terhadap Do Kwon dan TFL dilayangkan pada 16 Februari 2023.

SEC menuduh TFL dan Do Kwon menawarkan dan menjual sejumlah sekuritas (efek) yang tidak terdaftar, termasuk stablecoin, serta melakukan skema yang menghapus nilai market kripto itu setidaknya US$40 miliar. Hal itu dinilai menyebabkan kerugian bagi investor ritel dan institusional di AS.

TFL dan Do Kwon pun dituduh menyesatkan investor, termasuk dengan membuat pernyataan palsu tentang hubungan dengan aplikasi pembayaran seluler populer Korea Selatan yang bernama Chai, serta tentang mempromosikan stabilitas stablecoin UST yang diklaim dapat mempertahankan harganya 1 banding 1 dengan dolar AS (USD).

Kala itu, Ketua SEC, Gary Gensler, mengatakan bahwa pihaknya menuduh TFL dan Do Kwon gagal memberikan pengungkapan penuh, adil, dan jujur, kepada publik seperti yang diperlukan untuk sejumlah sekuritas aset kripto, terutama untuk native token LUNA dan algorithmic stablecoin UST.

“Kami juga menuduh mereka melakukan penipuan dengan mengulangi pernyataan palsu dan menyesatkan untuk membangun kepercayaan sebelum menyebabkan kerugian besar bagi investor,” terang Gary Gensler.

SEC Sasar Praktik Investasi di Ekosistem Terra

Gugatan SEC mengatakan bahwa tragedi pada Mei 2022 bukan pertama kalinya bagi UST mengalami depegging alias kehilangan patokannya pada aset yang mendasarinya.

Setahun sebelumnya, pada Mei 2021, nilai stablecoin itu sempat turun di bawah US$1. Hal tersebut mendorong TFL dan Do Kwon meminta pihak ketiga rahasia untuk campur tangan dan membeli dalam jumlah besar untuk meningkatkan nilainya.

Pulihnya harga UST kembali ke patokannya dolar AS, disebut-sebut sebagai ‘kemenangan desentralisasi’, yang menyebabkan masuknya uang-uang investor.

SEC mencatat bahwa dari April 2018 hingga Mei 2022, TFL dan Do Kwon mengumpulkan miliaran dolar AS dari para investor dengan menawarkan dan menjual rangkaian sekuritas aset kripto yang saling terhubung. SEC mengklaim bahwa banyak di antaranya dalam transaksi yang tidak terdaftar.

TFL dan Do Kwon mempromosikan UST sebagai stablecoin yang menawarkan yield-bearing atau dapat menghasilkan imbal hasil dengan memberikan bunga sekitar 20% melalui Anchor Protocol.

SEC lebih lanjut menuduh bahwa TFL dan Do Kwon menawarkan kepada investor cara lain untuk berinvestasi di ekosistem Terra, termasuk token sekuritas kripto Mirror Protocol (MIR).

Selain token LUNA dan stablecoin UST, SEC menyoroti mAssets yang dinilai sebagai swap berbasis sekuritas yang dirancang untuk membayar return (atau keuntungan) dengan berinvestasi pada aset yang mencerminkan harga saham sejumlah perusahaan AS seperti Tesla hingga Amazon.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori