Lihat lebih banyak

Tether Treasury Cetak 1 Miliar USDT, Bagaimana Efeknya ke Market Kripto?

2 mins
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Tether Treasury cetak 1 miliar USDT pada 16 Mei, memantik spekulasi pasar.
  • CEO Tether terangkan transaksi ini sebagai pembaruan inventaris resmi.
  • Pengamat pasar berspekulasi soal efek pasokan USDT baru ini ke harga Bitcoin.
  • promo

Penerbit USDT Tether, lewat treasury mereka, telah mencetak stablecoin USDT dalam jumlah besar. Data on-chain mengungkapkan bahwa Tether Treasury mencetak 1 miliar USDT pada tanggal 16 Mei pukul 16:50 UTC.

Mengingat posisi terdepan Tether di pasar, banyak yang berpendapat penerbitan USDT dalam jumlah fantastis ini bisa berdampak ke pergerakan pasar kripto.

Minting USDT Tether dan Implikasi Pasar

CEO Tether Paolo Ardoino menjelaskan konteks dari minting alias pencetakan substansial ini. Ia menyatakan bahwa 1 miliar USDT yang dicetak tersebut telah ditambahkan ke inventaris mereka di Tron Network. Ardoino menekankan, ini adalah transaksi resmi yang belum diterbitkan.

“Artinya, jumlah ini akan digunakan sebagai persediaan untuk permintaan penerbitan periode berikutnya dan [untuk keperluan] chain swap.”

Paolo Ardoino, CEO Tether

Adapun terakhir kalinya Tether mencetak USDT yakni pada 16 April, ketika pasar mengalami krisis likuiditas. Menurut laporan dari platform analitik on-chain Lookonchain, Tether Treasury telah mencetak total 31 miliar USDT sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut dicetak di blockchain TRON dan Ethereum.

Menariknya, Tether mencetak USDT ini ketika harga Bitcoin (BTC) terkoreksi ke kisaran US$64.600. Sejak akhir 2022, setiap peningkatan pasokan USDT kerap diiringi dengan efek positif pada perkembangan harga Bitcoin.

Korelasi Antara Pasokan USDT yang Beredar dan Harga Bitcoin.
Korelasi antara Pasokan USDT yang Beredar dan Harga Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

Terlebih, data dari CryptoQuant mengungkapkan adanya korelasi tinggi antara pasokan USDT dan pergerakan harga Bitcoin. Hal ini memicu lonjakan volume dan lingkungan yang dinamis untuk harga Bitcoin. Karena itulah, hal ini memicu spekulasi di kalangan komunitas kripto bahwa dana baru tersebut mungkin digunakan untuk mendongkrak harga Bitcoin.

Lebih lanjut, laporan Lookonchain menunjukkan bahwa USDT yang dicetak tahun lalu berhasil memacu harga Bitcoin mencapai kisaran di atas US$70.000.

“USDT yang dicetak ini mendorong harga BTC dari US$27.000 ke US$73.000.”

Lookonchain
Perbandingan Data Riwayat Penerbitan USDT dengan Harga Bitcoin (Tahun ke Tahun).
Perbandingan Data Riwayat Penerbitan USDT dengan Harga Bitcoin (year-on-year / YoY) | Sumber: X/Lookonchain

Terlepas dari spekulasi ini, harga Bitcoin terpantau stabil di kisaran US$64.000 hingga US$66.000 dalam 24 jam terakhir. Pekan lalu, BTC berfluktuasi antara US$60.000 hingga US$62.000 sampai rilis data inflasi AS. BeInCrypto melaporkan lonjakan harga Bitcoin dari US$62.000 ke level US$66.000 pasca rilis data inflasi April yang menunjukkan potensi melandainya inflasi AS.

Bagaimana pendapat Anda tentang efek minting USDT oleh Tether ini ke market kripto? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori