Lihat lebih banyak

Tether Catat Laba Bersih US$1,48 Miliar pada Q1/2023 dan Punya Bitcoin Senilai US$1,5 Miliar

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pada hari Kamis (10/5), perusahaan penerbit stablecoin Tether mengumumkan kinerja mereka pada kuartal I/2023.
  • Laba bersih Tether untuk kuartal ini mencapai sebesar US$1,48 miliar (Rp21,75 triliun).
  • Selain itu, dalam laporan keuangan kali ini, terungkap bahwa jumlah Bitcoin dan emas yang dimiliki Tether masing-masing mencapai US$1,5 miliar dan US$3,39 miliar.
  • promo

Tether, penerbit stablecoin dengan market cap atau kapitalisasi pasar terbesar di dunia, pada hari Kamis (10/5) mengumumkan kinerja mereka pada kuartal I/2023.

Laba bersih Tether untuk kuartal ini mencapai sebesar US$1,48 miliar (Rp21,75 triliun). Kinerja ini menghasilkan surplus atas cadangan mereka sebesar US$2,44 miliar atau tertinggi sepanjang masa.

Adapun Tether menutup kuartal pertama pada tahun 2023 dengan total aset konsolidasi sebesar US$81,8 miliar (Rp1.202,7 triliun). Sebagian besar cadangan Tether diinvestasikan dalam obligasi jangka pendek Amerika Serikat (US T-Bill).

Laporan keuangan Tether disebut telah diaudit oleh BDO Italia, firma akuntan publik independen global peringkat 5 teratas. Pengesahan ini diklaim menegaskan kembali keakuratan Laporan Cadangan Konsolidasi (CRR) Tether yang merinci aset yang mereka pegang per 31 Maret 2023.

Sebagai catatan, Tether telah dikritik selama bertahun-tahun karena kurangnya transparansi tentang aset cadangan mereka dan manuver yang dinilai kontroversi.

Pada September tahun lalu, seorang hakim AS memerintahkan Tether untuk membuat dokumen tentang cadangan aset yang mendukung USDT yang mereka terbitkan. Hal ini merupakan bagian dari gugatan yang menuduh Tether bersekongkol untuk menaikkan harga Bitcoin dengan stablecoin yang baru mereka terbitkan.

Tether Miliki Bitcoin Senilai US$1,5 Miliar

Rincian Aset Tether | Sumber: Tether

Dalam laporan ini turut menambahkan kategori terpisah eksplisit baru atas kepemilikan Bitcoin dan emas Tether, yang masing-masing mewakili 2% dan 4% dari total cadangan mereka. Artinya, jumlah Bitcoin yang dimiliki Tether mencapai US$1,5 miliar dan emas yang mereka miliki menyentuh sekitar US$3,39 miliar.

Chief Technology Officer (CTO) Tether, Paolo Ardoino, mengatakan bahwa Tether telah mengurangi kepemilikan pinjaman yang dijamin mereka, dari 8,7% menjadi 6,5% dari total cadangan Tether. Mereka berjanji untuk melanjutkan pengurangan ini sampai 0% seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Sementara itu per kuartal I/2023, Tether memiliki US T-Bill yang bernilai lebih dari US$53 miliar. Angka ini diklaim tertinggi sepanjang masa bagi perusahaan sekaligus nilainya mewakili lebih dari 64% dalam total cadangannya.

Selain itu, pihak Tether juga mengaku bahwa mereka melakukan pengurangan besar-besaran dalam simpanan bank, yang dinilai menurunkan eksposur rekanan tanpa jaminan mereka.

Kuartal I/2023 Disebut sebagai Kesuksesan Luar Biasa

Terkait laporan ini, Paolo Ardoino mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan kesuksesan luar biasa yang telah dicapai Tether pada kuartal I/2023 dengan surplus cadangan yang mencapai angka tertinggi sepanjang masa.

“Laba bersih kami untuk kuartal ini yang mencapai US$1,48 miliar, adalah bukti kekuatan dan stabilitas platform kami,” jelas Paolo Ardoino.

Sebagai catatan, pada kuartal ini, pesaing stablecoin Tether USD (USDT) mengalami sejumlah masalah. BUSD, yang diterbitkan Paxos dalam kemitraan dengan Binance, mendapat teguran dari regulator AS sampai harus dihentikan penerbitannya. Sementara itu, USD Coin (USDC) yang diterbitkan Circle terseret dalam krisis Silicon Valley Bank (SVB) karena menyimpan dana sekitar US$3,3 miliar di sana.

CTO Tether itu mengatakan bahwa pihaknya terus mengevaluasi lingkungan ekonomi global dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan dana nasabah tidak terkena skenario berisiko tinggi.

Melihat ke depan pada kuartal II/2023, Tether memiliki pandangan yang sangat positif dan tetap berkomitmen pada transparansi. Itulah sebabnya, mereka memperkenalkan kategori baru dalam perincian cadangan dalam laporan triwulan kali ini, untuk memberikan transparansi yang lebih besar kepada para pengguna.

Bagaimana pendapat Anda tentang laporan keuangan Tether di kuartal pertama 2023 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori