Lihat lebih banyak

Hanya Ada 4 Pihak yang Miliki 86% Saham Tether pada Tahun 2018

4 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • WSJ terbitkan laporan yang bongkar para sosok di balik perusahaan Tether Holdings Ltd.
  • Terdapat sekelompok 4 orang yang menguasai 86% saham Tether.
  • Bersumber dari dokumen pada tahun 2018, hal ini dinilai cukup gambarkan orang-orang di balik Tether.
  • promo

WSJ pada hari Kamis (2/2) menerbitkan laporan yang membongkar para sosok di balik perusahaan Tether Holdings Ltd.

Media massa itu menilai bahwa para pendiri dan pemilik saham Tether merupakan ‘kelompok yang tidak biasa, dengan ‘sedikit pengalaman dalam skala keuangan Tether’. Pernyataan itu merujuk dari Tether yang saat ini mengelola stablecoin Tether USD (USDT) dengan market cap atau kapitalisasi pasar sekitar US$68 miliar.

Salah satu pendiri dan pemegang saham teratas Tether melakukan praktik operasi plastik sebelum beralih ke impor elektronik dan kemudian ke dunia kripto. Sementara itu, seorang pemilik saham Tether yang baru telah terjun ke dalam politik inggris.

Berdasarkan kumpulan dokumen yang ditinjau WSJ, terdapat sekelompok 4 orang yang menguasai 86% saham Tether. Dokumen-dokumen ini berasal dari tahun 2018. Bagi WSJ, hal itu cukup dapat memberikan gambaran paling jelas tentang orang-orang di balik Tether.

Awal Mula Pendirian

Tether dilaporkan tumbuh dari upaya yang dipimpin oleh mantan ahli bedah plastik Giancarlo Devasini serta Brock Pierce yang merupakan seorang pengusaha dan pendukung kripto yang berperan sebagai pemain hoki muda dalam film The Mighty Ducks.

Perusahaan Brock Pierce sebelumnya yaitu Internet Gaming Entertainment menangani mata uang digital pra Bitcoin dari video game, dan kemudian dijalankan untuk sementara waktu oleh Steve Bannon yang merupakan kepala strategi Gedung Putih dari Januari hingga Agustus 2017 ketika Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS).

Pada tahun 2014, Brock Pierce ikut mendirikan Realcoin, yang berupaya menciptakan mata uang kripto yang lebih stabil yang dipatok dan didukung oleh dolar AS.

Singkat cerita, Brock Pierce dan Giancarlo Devasini berkolaborasi. Mereka mendirikan Tether Holdings Ltd. di British Virgin Islands (BVI) pada September 2014. Brock Pierce lantas segera keluar dari Tether dan Giancarlo Devasini sampai sekarang menjadi direktur keuangan (Chief Financial Officer / CFO) Tether.

“AS akan lebih baik jika orang-orang seperti saya, orang AS yang patriotik, masih memegang erat kepemilikan bisnis [Tether]. Kelompok pemegang saham saya, mungkin sekitar US$6 miliar hingga US$10 miliar dari nilai yang saya serahkan,” kata Brock Pierce kepada WSJ.

Detail Pemegang Saham

Sementara itu, Giancarlo Devasini yang merupakan warga negara Italia membantu mengembangkan crypto exchange Bitfinex.

Adapun Tether dan Bitfinex berbagi eksekutif puncak. Ini juga yang dapat menjelaskan mengapa Paolo Ardoino, yang seorang warga negara Italia, merangkap jabatan sebagai Chief Technology Officer (CTO) di Tether dan Bitfinex.

Giancarlo Devasini memiliki sekitar 43% saham Tether pada tahun 2018. Sementara itu, CEO Tether dan Bitfinex, Jean-Louis van der Velde, memiliki sekitar 15% saham Tether. Sedangkan Stuart Hoegner, penasihat umum Tether dan Bitfinex, memiliki sekitar 15% saham Tether.

Sebelum memiliki peran di Bitfinex dan Tether, Giancarlo Devasini dan Jean-Louis van der Velde sama-sama seorang importir dan pengecer elektronik.

Orang-orang yang pernah berkomunikasi dengan Giancarlo Devasini mengatakan bahwa sosok ini adalah pembuat keputusan utama di Tether dan Bitfinex. Sementara itu, Jean-Louis van der Velde adalah orang Belanda tetapi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Asia.

Brock Pierce mengatakan bahwa dia mengadakan percakapan untuk membeli kembali sebagian saham kepemilikannya di Tether pada tahun 2017. Dana venture capital (VC) yang dikelola oleh Blockchain Capital, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Brock Pierce, akhirnya membeli sedikit saham di Tether.

Penasihat Umum Tether dan Bitfinex Punya Pengalaman di Dunia Perjudian Online

Sementara itu, Stuart Hoegner adalah orang Kanada yang telah menjadi penasihat umum di Bitfinex sejak 2014. Sebelum itu, praktik Stuart Hoegner berputar di sekitar perjudian online dan kripto.

Dia adalah wakil penasihat umum dan direktur kepatuhan di Excapsa Software, sebuah perusahaan software poker yang kemudian membayar US$15 juta untuk melepaskannya dari klaim yang berkaitan dengan kecurangan software yang terjadi saat Stuart Hoegner menjalankan peran tersebut.

Pemegang Saham Keempat Terbesar di Tether

Selain berbagi beberapa pemilik dan eksekutif, Tether dan Bitfinex terjalin dengan cara lain. Pada tahun 2016, Bitfinex diretas dengan kehilangan Bitcoin yang pada saat itu bernilai US$65 juta.

Peretasan tersebut menyebabkan Tether mendapatkan pemilik keempatnya, yang merupakan seorang pengusaha berkewarganegaraan Inggris dan Thailand yang dikenal sebagai Christopher Harborne di Inggris dan Chakrit Sakunkrit di Thailand.

Keempat pria itu bersama-sama memiliki sekitar 86% saham Tether melalui kepemilikan mereka sendiri dan perusahaan terkait lainnya.

Sebagai pengguna besar di Bitfinex, Christopher Harborne menerima banyak token baru dari Bitfinex yang menerbitkan token bernama BFX untuk menangani kerugian akibat peretasan.

Token BFX itu lantas diubah menjadi ekuitas saham untuk perusahaan induk Bitfinex. Melalui serangkaian transaksi dengan Tether dan perusahaan terkait, Christopher Harborne memiliki kira-kira 12% saham di Tether.

Tidak lama setelah mengambil saham di Tether, Christopher Harborne menjadi kekuatan finansial yang signifikan dalam politik Inggris. Dia menyumbang sekitar 14,8 juta pound sterling langsung ke partai-partai yang ada, dengan sebagian besar disumbangkan ke Partai Brexit yang dipimpin Nigel Farage.

Awal tahun lalu, Christopher Harborne meningkatkan sumbangannya kepada Partai Konservatif. Menariknya, segera setelah itu, pemerintah Inggris di bawah Partai Konservatif yang berkuasa mengumumkan niat untuk mendorong Inggris sebagai crypto hub.

Sebagai catatan, Christopher Harborne pada November 2022 menyumbangkan sekitar 1 juta pound sterling kepada mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Hal itu dinilai merupakan sumbangan terbesar bagi seorang politisi individu dalam sejarah Inggris.

Tanggapan dari Pihak Tether

Terkait laporan berita yang menyudutkan dari WSJ, CTO Tether dan Bitfinex, Paolo Ardoino mengatakan bahwa, “Semakin banyak artikel badut, semakin banyak Tether tumbuh. Orang-orang memahami bahwa Tether mendukung kebebasan dan inklusi.”

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori