Lihat lebih banyak

Tim Kebangkrutan FTX Bertemu Jaksa Federal AS yang Selidiki Penyalahgunaan Dana Pelanggan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Bloomberg melaporkan pada hari Jumat (9/12) bahwa CEO baru FTX, John J. Ray III, bertemu pada minggu ini dengan kantor kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York.
  • Meskipun rincian pertemuan tidak segera tersedia, hal ini menunjukkan potensi tumpang tindih antara ‘investigasi kriminal’ dan ‘penyelidikan kebangkrutan’
  • Sebelumnya, pada hari Rabu (7/12), Jaksa federal AS dilaporkan sedang menyelidiki apakah SBF melakukan manipulasi pasar atas TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) pada Mei lalu.
  • promo

CEO baru FTX dan pengacara kebangkrutan perusahaan itu bertemu dengan jaksa federal Manhattan, Amerika Serikat (AS), yang menyelidiki kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) dan tuduhan bahwa FTX menyalahgunakan dana pelanggan miliaran dolar AS.

Menurut sumber yang mengetahui persoalan ini, Bloomberg melaporkan pada hari Jumat (9/12) bahwa CEO FTX yang baru, John J. Ray III, bertemu pada minggu ini dengan kantor kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York.

Meskipun rincian pertemuan tidak segera tersedia, hal ini menunjukkan potensi tumpang tindih antara ‘investigasi kriminal’ dan ‘penyelidikan kebangkrutan’, yang telah mengungkapkan tata kelola FTX Group yang kacau di bawah manajemen yang dipimpin SBF.

Tim John Ray juga telah menyuarakan keprihatinan tentang percampuran aset kripto antara FTX dan perusahaan perdagangan kripto kuantitatif Alameda Research yang juga dikuasai oleh SBF.

Pengacara FTX dari Sullivan & Cromwell, termasuk mantan direktur penegakan Komisi Sekuritas dan Bursa (AS), Steve Peikin, serta mantan jaksa federal Manhattan, yaitu Nicole Friedlander, turut hadir pada pertemuan tersebut.

John Ray, yang merupakan seorang ahli restrukturisasi yang mengawasi likuidasi Enron, sangat vokal mengkritik kurangnya kontrol di FTX.

Timnya telah memilah-milah puing-puing perusahaan demi menyelamatkan uang tunai, aset, hingga kripto untuk kemungkinan dapat membayar kreditor dan menjelaskan bagaimana FTX itu dibiarkan dengan lubang US$8 miliar dalam neraca keuangannya.

Menyelidiki Praktik Bisnis FTX Group

Jaksa Distrik Selatan New York, yang memiliki reputasi sebagai ujung tombak penyelidikan kejahatan keuangan yang kompleks, baru-baru ini mengirimkan permintaan sukarela kepada sejumlah perusahaan kripto yang banyak berdagang di FTX.

Penyelidik ingin tahu apa yang dikatakan oleh para eksekutif FTX Group, termasuk SBF dan CEO Alameda yaitu Caroline Ellison kepada para pelanggan tentang bagaimana dana mereka akan ditangani.

Pada hari Rabu (7/12), Jaksa federal AS dilaporkan sedang menyelidiki apakah SBF melakukan manipulasi market atas TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) pada Mei lalu, yang menyebabkan keruntuhan ekosistem kripto itu dan menciptakan efek domino yang akhirnya memicu kehancuran crypto exchange miliknya sendiri.

Sampai sejauh ini, SBF belum dituduh melakukan kejahatan apa pun.

Dalam wawancara dengan sejumlah media baru-baru ini, SBF telah mengakui kesalahan langkah manajerial di FTX, tetapi mengklaim bahwa dia tidak mengetahui adanya penggunaan yang tidak benar atau percampuran dana pelanggan.

“Saya tidak mencoba untuk melakukan penipuan pada siapa pun,” kata SBF dalam acara DealBook Summit pada 30 November lalu.

SBF berusaha menyalahkan Alameda. Dia mengaku terkejut dengan skala perdagangan margin di Alameda, meskipun dia menambahkan bahwa itu, “Menunjukkan kegagalan pengawasan lainnya di pihak saya.”

SBF Lewatkan Tenggat Waktu untuk Menanggapi Permintaan Bersaksi di Komite Senat AS

Di sisi lain, Bloomberg melaporkan bahwa SBF melewatkan tenggat waktu yang ditetapkan oleh Komite Senat AS untuk menanggapi permintaan untuk bersaksi pada sidang 14 Desember 2022 tentang kehancuran dahsyat FTX.

Komite Senat untuk Urusan Perbankan, Perumahan, dan Perkotaan AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penasihat SBF tidak menjawab dalam jangka waktu yang disebutkan.

“Kami percaya penting bagi SBF menunjukkan bahwa dia bersedia memberikan transparansi dan akuntabilitas kepada rakyat AS dengan memberikan kesaksian. Kami akan terus berupaya agar dia muncul di hadapan Kongres AS,” kata Ketua Komite Senat AS, Sherrod Brown, dan anggotanya yaitu Pat Toomey dalam pernyataan tersebut.

Dalam surat pada hari Rabu (7/12) kemarin, senator Sherrod Brown menulis bahwa dia dan senator Pat Toomey siap untuk mengeluarkan panggilan pengadilan jika SBF tidak memilih untuk hadir secara sukarela.

Selain itu, SBF sebenarnya juga telah diminta bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan DPR pada 13 Desember mendatang. CEO FTX yang baru, dikabarkan akan bersaksi di panel DPR tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang perkembangan kebangkrutan FTX ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori