Token EthereumMax (EMAX) Sempat Melonjak 128% usai Berita Denda Kim Kardashian Mencuat

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Usai muncul kabar SEC menuntut Kim Kardashian karena mempromosikan EthereumMax, harga EMAX ternyata justru sempat melonjak hingga 128%.
  • EthereumMax bahkan terlihat mencatatkan volume perdagangan sebesar US$186.339,75 (Rp2,85 miliar) dalam periode yang sama.
  • Sebelumnya, SEC menjatuhkan denda sebesar US$1,26 juta kepada Kim Kardashian, akibat tidak mengungkapkan bahwa ia mendapatkan bayaran dari promosi EthereumMax.

Usai muncul kabar bahwa Komisi Sekuritas & Bursa (SEC) Amerika Serikat menuntut Kim Kardashian karena mempromosikan EthereumMax (EMAX), harga token kripto itu ternyata justru sempat melonjak hingga 128%.

Mulanya pada hari Senin (3/10) pukul 18:30 WIB, Ketua SEC, Gary Gensler, mengumumkan bahwa SEC menuntut Kim Kardashian. Dia disebut mempromosikan EthereumMax di akun Instagram miliknya, yang saat itu memiliki 225 juta followers, tanpa mengungkapkan dia dibayar sekitar US$250.000 (Rp3,55 miliar).

Atas hal tersebut, figur publik papan atas Hollywood itu setuju untuk menyelesaikan tuduhan dengan membayar denda senilai US$1,26 juta. Kim juga diketahui bekerja sama dengan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Harga EMAX Malah Sempat Melonjak 128%

Sejak kabar ini mencuat, menurut data CoinMarketCap, harga EMAX sempat turun 4,56% dengan volume perdagangan US$7.254,95 (Rp111,25 juta) pada hari Senin (3/10), pukul 18:59 WIB. Kemudian, sekitar pukul 21:49 WIB, harga EMAX mulai kembali berada di level sebelum munculnya gugatan SEC terhadap Kim Kardashian. Dalam periode tersebut, EMAX mencatatkan volume perdagangan yang lebih tinggi, yakni mencapai US$20.389,57 (Rp311,51 juta).

Pergerakan harga EthereumMax (EMAX) | CoinMarketCap

Setelah itu, harga EMAX terus melonjak hingga mencapai puncaknya pada hari Selasa (4/10) pukul 09:09 WIB dengan volume perdagangan sebesar US$186.339,75 (Rp2,85 miliar). Dengan begitu, harga EthereumMax telah melonjak 128% sejak sempat merosot beberapa waktu setelah muncul kabar SEC menuntut Kim Kardashian. Sayang, mulai pukul 18:44 pada hari yang sama, harga EMAX mulai melorot.

Memasuki hari Rabu (5/10) pukul 10:59 WIB, harga EMAX bisa dibilang masih naik 34% dengan volume perdagangan US$160,435,21 (Rp2,44 miliar) bila dihitung sejak muncul kabar SEC menggugat Kim Kardashian.

Apabila merunut dari data historis, volume perdagangan EMAX pada 2 Oktober hanya mencapai Rp36 juta. Baru pada hari berikutnya, volume perdagangannya melonjak mencapai Rp1,3 miliar dan menyentuh Rp5,2 miliar pada 4 Oktober 2022.

Dengan terjadinya hal ini, ‘muncul pertanyaan’ apakah langkah SEC ini ‘secara tidak langsung’ turut ‘mengamplifikasi’ token EMAX yang sebelumnya dipromosikan oleh Kim Kardashian.

Kim Kardashian Promosikan EMAX ketika Harganya Telah Turun 55%

Dalam dokumen SEC, EthereumMax membuat token EMAX tersedia untuk public sale di decentralized exchange (DEX) mulai sekitar 14 Mei 2021. Lalu, disebutkan bahwa Kim Kardashian mempromosikan EMAX pada 13 Juni 2021.

Puncak tertinggi harga token EMAX terjadi pada 28 Mei 2021 dengan volume perdagangan mencapai Rp1,16 triliun. Namun, saat dipromosikan Kim Kardashian pada 13 Juni 2021, harga EthereumMax sudah turun 55,28% dan setelah itu terus merosot.

Pergerakan harga EthereumMax (EMAX) | CoinMarketCap

Merujuk dari whitepaper yang terbit pada Oktober 2021, EthereumMax memiliki visi untuk membangun ekosistem yang kuat dan dapat diskalakan, yang sepenuhnya memaksimalkan kekuatan keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga menciptakan berbagai macam produk untuk komunitas. Hal itu  mencakup deflationary token dan stablecoin inti untuk memproses pembayaran hingga non-fungible token (NFT) canggih serta acara eksklusif bagi komunitas mereka.

Pengembang EthereumMax mengaku bertujuan menciptakan komunitas dan subkultur ketika para holder token EMAX dapat menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri dengan manfaat yang berlipat ganda.

Terkait hal ini, SEC menuduh bahwa Kim Kardashian mempromosikan EMAX yang merupakan kripto dengan kategori sekuritas (saham, obligasi, & lainnya). Ketua SEC mengatakan kasus ini adalah pengingat bahwa para selebriti maupun influencer yang meng-endorse peluang investasi, termasuk ‘sekuritas aset kripto’, tidak berarti bahwa produk investasi itu tepat untuk semua investor.

“Kami mendorong para investor untuk melihat potensi risiko dan peluang investasi dengan mempertimbangkan tujuan keuangan mereka sendiri. Kasus Kim Kardashian juga menjadi pengingat bagi pihak lainnya bahwa undang-undang mengharuskan mereka mengungkapkan kepada publik kapan dan berapa banyak mereka dibayar untuk mempromosikan investasi produk sekuritas. Investor berhak mengetahui apakah publisitas mereka tidak bias, dan Kim Kardashian gagal mengungkapkan informasi ini,” jelas Gary Gensler.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.