Topik Elon Musk vs. Twitter Kembali Mencuat, Bos FTX Rupanya Sempat Tertarik Beri Dukungan

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Muncul temuan menarik bahwa penasihat Sam Bankman-Fried (SBF) mengatakan kepada Elon Musk bahwa SBF ‘berpotensi tertarik’ untuk ikut membeli Twitter.
  • Temuan ini mulai ramai diperbincangkan di Twitter sejak Jumat (30/9) dini hari, didasarkan pada serangkaian pesan pribadi yang dirilis di tengah pertempuran pengadilan antara Elon Musk dan Twitter yang akan datang.
  • Sebelumnya, Elon Musk berniat untuk mengakuisisi Twitter dengan nilai tawaran US$44 miliar. Namun, tawaran tersebut dibatalkan sepihak dan pihak Twitter pun menggugat Musk atas keputusannya yang dinilai merugikan perusahaan.

Muncul temuan menarik bahwa penasihat Sam Bankman-Fried (SBF) mengatakan kepada Elon Musk bahwa founder & CEO crypto exchange FTX itu ‘berpotensi tertarik’ untuk ikut membeli Twitter.

Temuan ini mulai ramai diperbincangkan di Twitter sejak Jumat (30/9) dini hari, didasarkan pada serangkaian pesan pribadi yang dirilis di tengah pertempuran pengadilan antara Elon Musk dan Twitter yang akan datang.

Orang terkaya di dunia versi Bloomberg dan Forbes itu awalnya berniat mengakuisisi Twitter sekitar US$44 miliar. Namun, Elon Musk kemudian mengurungkan niatnya dengan alasan inkonsistensi terkait kesepakatan akuisisi dan ketidaksepahaman sistematis dengan jajaran direksi Twitter, termasuk kepastian jumlah akun palsu dan bot yang sebenarnya. Twitter yang tidak terima, lantas memaksa Elon Musk untuk menuntaskan akuisisinya dengan menyeret kasus ini ke meja hijau.

SBF Tertarik Bantu Elon Musk Akuisisi Twitter

Berdasarkan berkas sengketa Twitter VS Elon Musk, muncul temuan menarik bahwa Will MaAskill, seorang ahli etika altruisme dan penasihat utama SBF, mengirim SMS kepada Elon Musk pada bulan Maret lalu mengenai minat sang miliarder kripto di Twitter.

“Hei, saya melihat jajak pendapat Anda tentang Twitter dan kebebasan bicara. Saya tidak yakin apakah ini yang Anda pikirkan, tetapi kolaborator saya, yaitu SBF, sementara waktu berpotensi tertarik untuk membelinya dan kemudian membuatnya lebih baik bagi dunia. Jika Anda ingin berbicara dengannya tentang kemungkinan upaya bersama ke arah itu,” tulis MacAskill pada 29 Maret 2022.

Elon Musk menanggapi pesan itu dengan menanyakan apakah SBF memiliki sejumlah besar uang. Pada saat itu, MacAskill mengatakan bahwa SBF memiliki kekayaan sekitar US$424 miliar dan akan bersedia memberikan kontribusi sebanyak US$8 miliar hingga US$15 miliar.

Dalam percakapan itu, MacAskill berusaha untuk mengatur pertemuan antara Elon Musk dan SBF, kemudian membahas pembiayaan dengan bankir Morgan Stanley, yaitu Michael Grimes, pada bulan April. Michael Grimes lalu pada 25 April 2022 memberi tahu Elon Musk bahwa SBF akan bersedia berkomitmen hingga US$5 miliar.

“Saya yakin Anda menyukainya. [SBF] ultra jenius dan pelaku pembangun seperti formula Anda [Elon Musk]. [Dia] membangun FTX dari awal setelah lulus dari MIT. [Dia jadi orang] kedua setelah Michael Bloomberg dalam sumbangan untuk kampanye pemenangan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat (AS),” jelas Michael Grimes.

Binance Ternyata Ada dalam Deretan Investor Pendukung Elon Musk

Dari pihak SBF muncul ide untuk memperkuat Twitter dengan menambahkan kemampuan blockchain. Namun, Elon Musk tampaknya kurang tertarik dengan pemikiran itu, dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin berdebat tentang ‘mengutilisasi Twitter dengan blockchain’ yang melelahkan bersama SBF.

Dalam negosiasi untuk SBF, Michael Grimes sebenarnya menjelaskan bahwa SBF secara khusus mengatakan ‘bagian blockchain hanya jika Elon Musk menyukainya dan tidak akan memaksanya’. Pada akhirnya, ketika pendanaan Elon Musk untuk mengakuisisi Twitter terungkap dalam dokumen yang diterbitkan pada 4 Mei 2022, baik nama SBF dan FTX tidak terdaftar.

Padahal, terdapat total dana sekitar US$7,13 miliar yang berasal dari sokongan 19 pihak dalam komitmen pembiayaan sehubungan akuisisi Twitter. Bukannya nama SBF atau FTX, justru terpampang nama crypto exchange Binance yang dipimpin oleh Changpeng ‘CZ’ Zhao di urutan ke-5 sebagai kontributor terbesar dalam rombongan investor yang mendukung Elon Musk.

Adapun pesan terakhir yang dibagikan secara publik antara sang CEO Tesla & founder SpaceX dengan CEO FTX dikirim pada 5 Mei lalu, ketika Elon Musk menulis pesan ke SBF dengan mengatakan, “Maaf, siapa yang mengirim pesan ini?”

Obrolan pesan pribadi ini terungkap sebagai bagian dari kumpulan percakapan yang tidak diedit antara Elon Musk dengan sejumlah tokoh paling kuat di Silicon Valley, termasuk co-founder Oracle, Larry Ellison, dan co-founder & mantan CEO Twitter, Jack Dorsey.

Rangkaian percakapan yang bersifat pribadi ini adalah bagian dari proses penemuan praperadilan dalam pertempuran pengadilan antara perusahaan Twitter melawan Elon Musk. Sidang yang diperkirakan berjalan selama 5 hari akan dimulai pada 17 Oktober mendatang untuk menentukan apakah Elon Musk dapat dipaksa untuk membeli Twitter atau tidak.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.