Lihat lebih banyak

Akibat Ingin Mundur dari Kesepakatan Bernilai US$44 Miliar, Elon Musk Resmi Digugat Twitter

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Twitter resmi mengajukan gugatan terhadap Elon Musk, karena melanggar kesepakatan senilai US$44 miliar untuk membeli platform microblogging itu.
  • Hal ini terjadi setelah Elon Musk membatalkan rencananya untuk membeli Twitter dengan alasan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jumlah akun bot dan spam yang ada.
  • Twitter mengaitkan penurunan harga sahamnya sebagian karena tindakan sang taipan, meskipun sejumlah perusahaan teknologi yang telah go public, termasuk perusahaan media sosial lainnya juga mengalami penurunan dalam periode yang sama.
  • promo

Twitter pada hari Selasa (12/7) resmi mengajukan gugatan terhadap Elon Musk karena melanggar kesepakatan senilai US$44 miliar untuk membeli platform microblogging itu.

Setelah muncul gugatan ini, akun Twitter orang terkaya nomor satu di dunia versi Forbes dan Bloomberg itu merespon dengan menulis, “Oh the irony lol.”

Hal ini terjadi setelah Elon Musk pada hari Jumat (8/7) membatalkan rencananya untuk membeli Twitter dengan alasan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jumlah akun bot dan spam di media sosial yang didirikan oleh Jack Dorsey dkk itu. Selain itu, CEO Tesla dan SpaceX ini mengklaim bahwa Twitter tidak memberinya informasi yang pihaknya butuhkan untuk mengevaluasi kesepakatan.

Bagi Twitter, setelah memasuki perjanjian merger yang mengikat, Musk sekarang justru menolak untuk menghormati kewajibannya kepada Twitter dan para pemegang sahamnya karena kesepakatan yang dia tandatangani tidak lagi melayani kepentingan pribadinya.

Hasil dari perselisihan ini tidak dapat diprediksi kata para ahli hukum. Ada opsi bahwa hakim akan memaksa Elon Musk untuk menyelesaikan kesepakatan bernilai US$44 miliar itu atau memaksanya membayar biaya perpisahan senilai US$1 miliar. 

Selain itu, juga ada skenario lain, termasuk penyelesaian, negosiasi ulang harga pembelian, atau bahkan Elon Musk dapat berjalan pergi tanpa membayar apa pun.

Elon Musk Mempermainkan Twitter?

Menurut dokumen pengadilan yang dipublikasikan pada hari Selasa (12/7), Twitter menyewa jasa Wachtell, Lipton, Rosen & Katz LLP untuk gugatan yang diajukan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat (AS). Rencananya, persidangan 4 hari itu akan berlangsung pada bulan September mendatang.

Dalam gugatan setebal 62 halaman ini, Twitter berargumen bahwa perilaku Musk selama mengejar kesepakatan dengan Twitter adalah itikad buruk dan menuduh dia bertindak untuk menentang kesepakatan itu sejak dimulai.

Twitter juga mengklaim bahwa penolakan ini turut masuk dalam daftar panjang pelanggaran kontrak material oleh Musk yang telah merusak Twitter dan bisnisnya.

“Setelah memasang tontonan publik untuk menaikkan Twitter, dan setelah mengusulkan serta kemudian menandatangani perjanjian merger yang seller-friendly, Elon Musk tampaknya percaya bahwa dia, tidak seperti pihak lain yang tunduk pada undang-undang kontrak Delaware, bebas untuk berubah pikiran, menghancurkan perusahaan, mengganggu operasinya, menghancurkan nilai para pemegang saham, dan pergi,” bunyi gugatan yang diajukan oleh Twitter itu.

Gugatan Twitter menuduh bahwa apa yang Elon Musk katakan tentang mengapa dia ingin mengakhiri kesepakatan untuk membeli Twitter, termasuk yang berkaitan dengan prevalensi bot pada Twitter, adalah hanya dalih yang dia gunakan.

Nilai Perusahaan Twitter Merosot

Sebelumnya, Elon Musk pada April 2022 mengumumkan bahwa dia berencana untuk membeli Twitter seharga US$54,20 per lembar sahamnya. Lalu pada 4 Mei 2022, muncul kabar bahwa Binance termasuk dalam daftar konsorsium investor ekuitas yang mendukung Elon Musk dalam rangka mengakuisisi Twitter.

Terdapat total dana US$7,13 miliar (Rp103,2 triliun) yang berasal dari sokongan 19 pihak dalam komitmen pembiayaan sehubungan dengan akuisisi Twitter. Adapun crypto exchange terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi hariannya ini siap mengucurkan US$500 juta (Rp7,2 triliun) untuk mendukung Elon Musk.

Pada penutupan market hari Selasa (12/7), harga per lembar saham Twitter berada di level US$34,06. Berdasarkan data Google Finance, market cap atau kapitalisasi pasar dari perusahaan Twitter kini hanya mencapai 26,03 miliar.

Twitter mengaitkan penurunan harga sahamnya sebagian karena tindakan sang taipan, meskipun sejumlah perusahaan teknologi yang telah go public termasuk perusahaan media sosial lainnya juga mengalami penurunan dalam periode yang sama.

“Sejak menandatangani perjanjian merger, Elon Musk telah berulang kali meremehkan Twitter dan kesepakatan itu, menciptakan risiko bisnis untuk Twitter dan tekanan ke bawah pada harga sahamnya,” jelas Twitter dalam gugatannya.

Twitter mengajukan gugatan dalam rangka untuk meminta pertanggungjawaban Elon Musk atas kewajiban kontraktualnya, tulis Bred Taylor selaku ketua dewan (board chair) Twitter.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori