Transaksi Pembayaran Menggunakan Kripto di AS Diprediksi Tumbuh 70%

21 April 2022, 16:09 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
21 April 2022, 16:09 WIB
Ringkasan
  • Menurut laporan dari Insider Intelligence, nilai transaksi pembayaran yang menggunakan kripto di AS diproyeksikan bakal melesat hingga 70%
  • Sampai dengan akhir tahun ini, diprediksi jumlah orang yang memiliki setidaknya aset kript, bakal naik menjadi 33,7 juta. Jumlah itu setara dengan 12,8% dari populasi AS.
  • Crypto exchange Gemini juga pernah melakukan survei mengenai penggunaan kripto. Hasil surveinya menunjukkan bahwa pertumbuhan investor baru di India, Brasil, dan juga Hong Kong berhasil tumbuh dua kali lipat pada tahun lalu.

Perkembangan industri aset kripto di Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bertambah subur pada tahun ini. Insider Intelligence dalam laporannya mengatakan bahwa pada tahun 2022, nilai transaksi pembayaran yang menggunakan kripto bakal melesat hingga 70%. Bertambahnya adopsi kripto di masyarakat menjadi salah satu katalis positifnya.

Jumlah pengguna baru aset kripto di AS akan bertambah sekitar 3,6 juta pengguna. Hal tersebut bisa membuat nilai transaksi pembayaran dengan kripto melesat hingga menebus US$10 miliar secara global atau meroket lebih dari 70%.

Semakin terbukanya akses ke keuangan digital, ditambah banyaknya perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi kripto untuk pengembangan bisnis ikut mendorong tingkat adopsinya.

Analis Insider Intelligence, Nazmul Islam, mengatakan, pembelian aset kripto lebih mudah untuk dibeli dalam aplikasi pada tahun lalu.  “Termasuk di dalamnya aset kripto memecoin seperti Dogecoin yang memiliki aksesibilitas di beberapa sektor,” katanya.

Sampai dengan akhir tahun ini, jumlah orang yang memiliki setidaknya aset kripto, bakal naik 19% menjadi 33,7 juta. Jumlah itu setara dengan 12,8% dari populasi.

Mengingat aset kripto adalah aset investasi, maka rentang usia untuk kepemilikan kripto terbesar berada di kisaran 25 tahun hingga 34 tahun, kemudian diikuti oleh mereka yang berusia 35 tahun dan 44 tahun.

Sementara, kelompok terkecil yang memiliki kripto, namun dengan pertumbuhan tercepat adalah mereka yang berusia 65 tahun keatas.

Penggunaan CBDC Pangkas Volatilitas Kripto

Analis Utama Insider Intelligence, David Morris, menambahkan, saat ini volatilitas harga kripto terpangkas oleh pertumbuhan penggunaan stablecoin, seperti USD Tether (USDT) ataupun USD Coin (USDC).

Terus meningkatnya pengguna stablecoin bukalah tanpa alasan. Lebih stabilnya harga stablecoin dibanding Bitcoin (BTC) atau altcoin lainnya menjadi faktor utama. Stablecoin sendiri merupakan aset kripto yang nilainya dipatok dengan suatu mata uang fiat tertentu, makanya dapat menawarkan harga yang stabil.

Seperti dengan dolar AS atau komoditas lainnya, di saat yang sama, beberapa negara juga terus menggenjot pengaplikasian central bank digital currency (CBDC) alias mata uang digital.

Berbeda dengan aset kripto yang independen, CBDC nantinya akan tetap berada di bawah bank sentral yang mengawasi pergerakannya. Namun, ternyata adopsi mata uang digital oleh beberapa negara, secara tidak langsung ikut medorong aset kripto menjadi alat pembayaran.

“Lebih banyak opsi bagi kripto unuk melakukan pembayaran, sepertu kartu ataupun dompet digital,” katanya.

Bitcoin Jadi Aset Kripto Nomor Satu di AS

Bitcoin merupakan aset kripto paling populer di AS, dengan 25,2 juta pemilik di tahun ini, naik 16,7% dibandingkan tahun lalu. Konteks pemilik adalah mereka yang memegang aset kripto dalam portofolio dan tidak menggunakannya untuk bertransaksi.

Bahkan dikatakan pula, tiga perempat pemilik aset kripto akan memiliki Bitcoin dalam portofolionya di tahun ini. Namun, secara pangsa pasar, nilainya akan turun ke 70,6% karena semakin tingginya tingkat kompetisi.

Sementara itu, koin terbesar kedua, Ethereum, diprediksi akan memiliki 13,1 juta pemilik pada tahun ini, naik 26,8% dibandingkan tahun lalu. Artinya, sekitar 38,9% investor kripto akan memiliki Ethereum.

Meskipun jumlah pengguna baru aset kripto diprediksi akan terus bertambah. Namun, sejatinya, prediksi tersebut terpangkas.

Sebelumnya, klaim kepemilikan aset kripto pada tahun lalu di AS mencapai 46 juta. Sementara, pada tahun ini, jumlah pengguna kripto meningkat ke level 33,7 juta dan di 2023 angkanya akan bertambah lagi ke level 37,2 juta.

Tumbuh 2 Kali Lipat di Brasil, India, dan Hong Kong

Crypto exchange Gemini juga melakukan survei terkait penggunaan aset kripto. Hasil surveinya menunjukkan bahwa pertumbuhan investor baru di India, Brasil, dan juga Hong Kong berhasil tumbuh dua kali lipat pada tahun lalu.

Survei juga menyebutkan bahwa lebih dari setengah responden mengatakan mereka mulai berinvestasi di aset kripto pada tahun 2021 lalu.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.