Saham Unitree Robotics dibuka 629% di atas harga IPO di Shanghai pada hari Rabu, jauh melampaui valuasi yang diprediksi oleh trader derivatif kripto di pre-IPO perpetual futures.
Perusahaan asal Hangzhou ini berhasil mengumpulkan dana sekitar 6,1 miliar yuan, atau setara US$905 juta. Sahamnya dibuka di 1.100 yuan dibanding harga penawaran 150,8 yuan, lalu sempat turun ke 968,1 yuan.
Pre-IPO Perps Prediksi Lonjakan Saham Unitree, Tapi Masih Di Bawah Kenyataan
Perpetual futures yang mengikuti pergerakan Unitree diperdagangkan di sekitar US$100 di Hyperliquid pada hari Selasa. Angka itu memberi valuasi sekitar US$40,5 miliar, menurut Bloomberg.
Penawaran itu sendiri menilai pembuat robot itu hampir US$9 miliar. Jadi, harga perpetual menunjukkan potensi kenaikan harga sekitar 347% di hari pertama. Namun, pada kenyataannya pembukaan saham mencapai 629%.
Perpetual futures untuk CXMT, pembuat chip memori asal Cina, juga memprediksi reli tajam sebelum debutnya bulan lalu.
Perpetual futures yang terhubung dengan IPO makin menarik perhatian tahun ini, terutama untuk perusahaan yang IPO-nya paling ditunggu. Sebagai contoh, kontrak yang melacak SpaceX sempat dapat minat trading tinggi menjelang IPO bulan Juni lalu.
Kebanyakan perpetual yang terhubung dengan saham memberi trader akses ke perusahaan-perusahaan AS. CXMT dan Unitree menjadi ekspansi penting di pasar ini, karena menawarkan eksposur ke perusahaan yang listing di pasar Cina daratan.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
DeepSeek Mengalir ke Proyeksi Penjualan Robot 50.000 Unit
IPO Unitree menarik permintaan besar dari investor ritel dan institusi. Pekan lalu, pembuat robot asal Cina ini menyebut penawaran sahamnya kelebihan permintaan lebih dari 8.000 kali lipat di kalangan investor ritel.
Pendukung yang sudah berinvestasi di perusahaan ini termasuk raksasa teknologi Cina, Tencent. Selain itu, DeepSeek, perusahaan kecerdasan buatan (AI) dari Cina, juga sudah berinvestasi sekitar 140,8 juta yuan (US$19,6 juta) di Unitree.
Unitree juga memperkenalkan robot humanoid terbarunya, Superman, pada hari Senin sebelum IPO. Perusahaan itu mengatakan robot ini bisa lompat berdiri lebih dari 2 meter dan meraih kecepatan lari hingga 12,66 meter per detik.
Minat besar dari investor muncul seiring makin tingginya ekspektasi pada industri robotika humanoid di Cina. Pada bulan Juni, Morgan Stanley hampir melipatgandakan proyeksi pengiriman robot humanoid buatan Cina tahun 2026 menjadi 50.000 unit, naik dari 28.000 unit. Bank tersebut memprediksi pasar akan tumbuh dari US$2 miliar tahun ini menjadi US$15 miliar pada 2030.
Langganan kanal YouTube kami untuk tonton wawancara pakar dan jurnalis memberikan insight mendalam









