Lihat lebih banyak

Usai Hadapi Tindakan Keras dari Regulator, Kini Fitur Binance Futures Sempat Alami Masalah

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Pihak Binance pada hari Senin (10/4) siang mengonfirmasi bahwa para pengguna sempat mengalami masalah pada fitur USD Margined Futures.
  • Beberapa waktu yang lalu, sejumlah pengguna Twitter mengeluh bahwa fitur Binance Futures mengalami down atau transaksi tengah ditangguhkan.
  • Changpeng ‘CZ’ Zhao, pendiri dan CEO Binance, sebelumnya pada pukul 13:27 WIB mengaku pihaknya melihat beberapa masalah dengan Futures UM Rest Service/API, yang memengaruhi user experience (UI) dan API pada layanan itu.
  • promo

Pihak Binance pada hari Senin (10/4) siang mengonfirmasi bahwa para pengguna sempat mengalami masalah pada fitur USD Margined Futures seperti post order, cancel order, close position, atau tampilan dari Kline/Orderbook.

Sebagai informasi, Binance Futures adalah platform perdagangan derivatives yang memungkinakn para trader untuk menggunakan leverage dan membuka posisi long atau short pada suatu aset kripto.

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah pengguna Twitter mengeluh bahwa fitur Binance Futures mengalami down atau transaksi tengah ditangguhkan.

Tim crypto exchange terbesar di dunia itu sempat mengaku sedang bekerja dengan rajin untuk menyelesaikan masalah ini dan berharap hal itu dapat segera pulih. Pihak Binance akan memberi tahu para pengguna setelah persoalan ini diselesaikan.

Dalam perkembangan pada pukul 14:39 WIB, semua sistem di Binance kembali normal. Sebelumnya, terjadi masalah pada beberapa server. Tim Binance telah bermigrasi dari server yang terpengaruh.

“Para pengguna Binance yang terhormat, kami telah menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan USD Margined Futures. Semua fungsi dan operasi dipulihkan sekarang,” jelas pihak Binance.

Hanya Fitur USD Margined Futures yang Terpengaruh

Changpeng ‘CZ’ Zhao, pendiri dan CEO Binance, sebelumnya pada pukul 13:27 WIB mengaku pihaknya melihat beberapa masalah dengan Futures UM Rest Service/API, yang memengaruhi user experience (UI) dan API pada layanan itu.

CZ membela diri dengan mengatakan bahwa, “Fitur Coin Margined Futures tidak terpengaruh, hanya USD Margined Futures yang terpengaruh.”

Dengan adanya insiden ini, para pengguna fitur USD Margined Futures sempat tidak dapat mengontrol posisi mereka yang terbuka seperti menyesuaikan margin atau menutup posisi mereka.

Terkait hal ini, seorang netizen mengatakan, “Bagaimana dengan kerugian kami? Ini adalah manipulasi untuk melikuidasi posisi pengguna.”

Terkait hal itu, pihak Binance menjelaskan, “Kami memahami bahwa memperbaiki masalah adalah prioritas utama kami saat ini. Kami juga terbuka untuk mendiskusikan skenario apa pun setelah perbaikan. Silakan buka kasus dengan kami di Binance.com/Chat untuk melanjutkan percakapan.”

Berdasarkan pantauan di CoinGecko, harga native token Binance, yaitu BNB, tidak mengalami perubahan dalam 1 jam terakhir; naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir; dan turun sekitar 0,3% dalam 7 hari terakhir.

Produk Derivatif Binance Jadi Sorotan Regulator

Kabar ini datang di tengah momen yang krusial bagi Binance. Sebab, pada 27 Maret lalu, Binance dan CZ dituntut Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) Amerika Serikat (AS) karena diduga melanggar aturan perdagangan dan derivatif.

Pihak CFTC menuduh bahwa sebagian besar volume perdagangan dan profitabilitas Binance berasal dari permintaan dan akses yang luas ke pelanggan yang berlokasi di AS, yang masuk ke dalam beberapa jenis transaksi spot dan derivatif aset digital yang melibatkan komoditas dalam perdagangan antarnegara bagian AS di platform Binance.

Dimulai sekitar Juli 2019 dan berlanjut hingga saat ini, Binance, di bawah arahan dan kendali CZ, telah meminta dan menerima pesanan, menerima properti untuk margin, serta mengoperasikan fasilitas untuk perdagangan futures, options, swap, dan transaksi komoditas ritel dengan leverage yang melibatkan aset digital yang merupakan komoditas termasuk Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Litecoin (LTC), untuk pengguna AS.

Kemudian pada 6 April lalu, CZ mengumumkan bahwa Binance Australia diminta oleh regulator setempat untuk membatalkan lisensi atas produk derivatif mereka.

Hal itu dilakukan setelah regulator Australia melakukan ‘peninjauan terarah’ terhadap operasi lokal Binance di negara itu, termasuk klasifikasi klien ritel dan institusional.

Adapun Binance akan menghentikan fitur derivatif mereka di Australia. Sementara itu, fitur spot trading akan tetap terbuka.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori