Perempuan yang Mengaku Kaya dari Bitcoin untuk Berkenalan dengan Korban Lansia Divonis Penjara

  • Sze Man Yu Inos mendapat hukuman 71 bulan penjara karena skema penipuan lansia lintas negara bagian.
  • Skema ini berlangsung di Saipan, Guam, Washington, dan California dari 2020 hingga 2022.
  • Dia mengaku memiliki kekayaan Bitcoin untuk berteman dengan korban dan juga memalsukan tanda tangan hakim federal.
Promo

Seorang hakim di Amerika Serikat menjatuhkan hukuman penjara federal selama 71 bulan kepada seorang wanita asal Saipan. Terdakwa itu telah melakukan penipuan yang menargetkan wanita-wanita lanjut usia.

Dia mengaku palsu berasal dari keluarga kaya di Cina, memiliki beberapa bisnis, serta memperoleh banyak uang dari trading Bitcoin (BTC).

Wanita Saipan Dihukum 71 Bulan karena Penipuan Investasi Bitcoin yang Menargetkan Wanita Lanjut Usia

Menurut siaran pers, Sze Man Yu Inos, 30 tahun, yang juga dikenal sebagai Yuki, menipu korban di beberapa negara bagian. Dari November 2020 sampai Januari 2022, dia mendekati wanita-wanita lanjut usia di Saipan dan Guam. Dia berpura-pura sebagai ahli waris kaya asal Cina dan investor Bitcoin sukses.

Disponsori
Disponsori

Pihak berwenang menjelaskan bahwa Yuki mengajak korban makan di restoran mahal dan memberikan hadiah, lalu “menyombongkan kepada mereka tentang berapa banyak uang yang ia hasilkan dari investasi Bitcoin.”

“Dia curhat kepada korban tentang masalah pribadi yang tidak sebenarnya dan mengaku bahwa persahabatan mereka sangat berarti baginya – sering mengatakan, ‘Kamu seperti ibu aku.’ Setelah membuat para korban percaya padanya, Yuki lalu meminta uang dari para wanita itu. Dia juga mengajak mereka untuk berinvestasi di Bitcoin dengan alasan yang tidak benar,” papar siaran pers tersebut .

Ikuti kami di X untuk mendapatkan kabar terbaru secara langsung

Skema penipuan itu masih berlanjut setelah dia meninggalkan Kepulauan Mariana, serta menipu korban-korban baru di Washington dan California. Agen Khusus Penanggung Jawab FBI Honolulu, David Porter, menuturkan bahwa Yuki memalsukan tanda tangan hakim federal untuk melancarkan skema ini. Aksinya menunjukkan tidak adanya penghargaan pada korban dan hukum, tutur Porter.

Pengadilan menyatakan Yuki bersalah atas penipuan melalui jaringan elektronik. Selain hukuman penjara, pengadilan memerintahkan masa pembebasan dengan pengawasan selama tiga tahun, kerja sosial 100 jam, ganti rugi senilai total US$769.355,67, dan denda khusus wajib US$200. Selain itu, ada juga keputusan penyitaan pidana sebesar US$684.848,34.

Kejahatan terkait aset kripto meningkat di seluruh AS. Federal Bureau of Investigation (FBI) melaporkan kerugian sebesar US$11,4 miliar akibat penipuan aset kripto di tahun 2025. Jumlah itu naik 22% dibanding 2024. Warga Amerika berusia 60 tahun ke atas mengalami kerugian sebesar US$4,43 miliar dari jumlah tersebut.

Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton wawancara khusus bersama tokoh dan jurnalis terkemuka


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori