XRP memimpin penurunan yang lebih luas di pasar aset kripto pada 26 Agustus, turun sekitar 6,6% dalam 24 jam terakhir hingga diperdagangkan di kisaran US$1,37, menjadi kinerja terburuk di antara 10 aset kripto teratas.
Penurunan ini datang setelah reli mingguan terkuat XRP dalam beberapa waktu terakhir, dan para trader kini mengamati apakah tekanan jual baru saja dimulai.
Apa yang Memicu Pembalikan Mendadak
XRP melonjak dari titik terendah siklus di US$0,9877 pada 17 Agustus ke level tertinggi tiga bulan di US$1,69 pada 22 Agustus, mencetak kenaikan hampir 70% melewati laju Bitcoin yang hanya naik 23,6% dan Ethereum sebesar 28,1% di periode yang sama.
Kecepatan itu membuat indikator momentum menjadi sangat overbought, dengan nilai Relative Strength Index (RSI) harian mencapai 88, level yang terakhir kali terbentuk saat rekor tertinggi Juli 2025 mendekati US$3,65.
Analis aset kripto ChartNerdTA menggambarkan lonjakan ini sebagai breakout sejati, bukan sekadar noise, karena didorong oleh liquidity trap bagi pelaku short selling dan funding rate positif. Koreksi setelahnya telah mencetak penurunan hingga 18% dari puncak US$1,70, menarik harga ke kisaran US$1,40–US$1,38.
Kondisi pasar yang lebih luas juga memperberat penurunan ini. Bitcoin berhasil menembus level US$80.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan pada Selasa, lalu turun kembali mendekati US$78.000 pada Rabu, sehingga menyeret altcoin turun karena para trader menunggu data inflasi inti PCE malam ini dan laporan pendapatan NVIDIA sebelum Jackson Hole.
Mengapa Level US$1,40 Sangat Penting Saat Ini
ChartNerdTA menilai koreksi ini sebagai koreksi sehat, untuk mengatur ulang kondisi overbought dan bukan perubahan arah tren utama. Titik kritis saat ini ada di level US$1,40.
Jika harga harian ditutup di bawah level tersebut, akan ada risiko harga turun ke support di kisaran US$1,30 hingga US$1,20, dan breakdown lebih dalam dapat menarik harga kembali ke area US$1,00.
Jika harga berhasil kembali melewati weekly 50 EMA di sekitar US$1,54, maka kontrol bullish jangka pendek bisa kembali dan membuka peluang menuju US$1,70, bahkan target jangka panjang ke area US$1,80–US$2,00 jika momentum kembali menguat.
Analis EGRAG CRYPTO memberikan pandangan lebih hati-hati, dengan mengacu pada pola fractal yang pertama kali dibagikan Maret lalu. Sambil mengingatkan bahaya confirmation bias saat hanya mengandalkan fractal, sang trader memperingatkan bahwa kegagalan retest harga terendah sebelumnya bisa saja membuat trader momentum hanya menjadi penonton, mengejar harga puncak lokal tapi kemudian panik dan menjual di dasar harga.
Tetapi, tidak semua sinyal mengarah ke zona bearish. ETF berbasis XRP membukukan enam hari berturut-turut arus masuk bersih, menurut data SoSoValue, ini menandakan pelemahan saat ini lebih disebabkan unwinding leverage, bukan institusi besar yang keluar dari posisi.
Analis CryptoQuant, Pelinay, secara terpisah menyoroti likuidasi posisi long yang mencapai US$4,66 juta, naik 31,82% hanya dalam sehari, dan memperingatkan tekanan jual kemungkinan masih akan bertahan sebelum terjadi stabilisasi harga.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi insight dari para ahli.
Apakah ini jadi momen reset yang konstruktif atau awal fase koreksi yang lebih dalam, sangat bergantung pada seberapa kuat para bull bisa mempertahankan level US$1,40 dalam beberapa sesi ke depan.









