Lihat lebih banyak

Usai CEO Binance.US Mundur, Kini 2 Eksekutif Lainnya Juga Hengkang

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Menurut laporan terbaru, Krishna Juvvadi (Head of Legal) dan Sidney Majalya (Chief Risk Officer) mengundurkan diri dari Binance.US.
  • Aksi 2 eksekutif Binance.US tersebut untuk mengundurkan diri datang setelah kepergian CEO Binance.US, Brian Shroder, belum lama ini.
  • Dalam kesempatan berbeda, ada sumber yang mengatakan bahwa Binance.US akan sulit berkembang selama Changpeng ‘CZ’ Zhao masih memiliki koneksi formal dengan Binance.US.
  • promo

Binance.US kembali kehilangan 2 eksekutif perusahaan di tengah tekanan kuat dari regulator di Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan WSJ pada hari Kamis (14/9), kedua eksekutif Binance.US yang mengundurkan diri adalah Krishna Juvvadi (Head of Legal) dan Sidney Majalya (Chief Risk Officer). Informasi ini berasal dari orang-orang yang mengetahui kepergian tersebut.

Menariknya, aksi 2 eksekutif Binance.US tersebut untuk mengundurkan diri datang setelah kepergian CEO Binance.US, Brian Shroder, baru-baru ini.

Krishna Juvvadi bergabung dengan Binance.US pada Mei 2022 setelah keluar dari Uber dengan jabatan sebagai Kepala Kepatuhan Operasi Global. Dia pernah bekerja untuk Divisi Hak Sipil di Departemen Kehakiman (DOJ) AS sebagai pengacara.

Kemudian, Sidney Majalya bekerja untuk Binance.US mulai Desember 2021. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Chief Compliance Officer di Intel. Selain itu, dia juga sempat bekerja di Uber dan DOJ.

Dalam kesempatan berbeda, ada sumber yang mengatakan bahwa Binance.US akan sulit berkembang selama Changpeng ‘CZ’ Zhao, pendiri dan CEO Binance global, memiliki koneksi formal dengan crypto exchange yang beroperasi di Negeri Paman Sam itu.

CEO Binance.US Mengundurkan Diri

Pada hari Rabu (13/9), Brian Shroder melepas jabatannya sebagai CEO di Binance.US dan membuat geger komunitas kripto.

Hal itu dilakukan setelah perusahaan memecat sepertiga (1/3) karyawan Binance.US. Brian Shroder awalnya bergabung dengan Binance.US pada September 2021 untuk mengisi peran Presiden di Binance.US.

Mantan eksekutif di Uber dan Ant Group itu pergi di tengah ketidakpastian nasib Binance.US yang mengumumkan bahwa mereka memberhentikan sepertiga karyawannya. Diperkirakan, ada lebih dari 100 posisi yang dihilangkan.

Kini, posisi CEO Binance.US diisi oleh Norman Reed yang semula berperan sebagai Chief Legal Officer (CLO) perusahaan.

Menanggapi kabar itu, pihak Binance.US mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawannya menggunakan landasan finansial. Hal itu bertujuan untuk terus melayani pelanggan saat beroperasi sebagai exchange khusus aset kripto saja.

“Upaya agresif Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS untuk melumpuhkan industri kripto dan dampak yang diakibatkannya terhadap bisnis kami mempunyai konsekuensi nyata terhadap lapangan kerja dan inovasi di AS. Kabar terbaru ini adalah contoh yang disayangkan,” jelas pihak Binance.US.

Sebelumnya, Binance.US telah memangkas sekitar 50 karyawan pada 15 Juni lalu dan mengurangi operasinya setelah ada gugatan dari regulator AS. Bisnis Binance.US menyusut dan pelanggan mereka tidak lagi dapat menggunakan dolar AS (USD) untuk membeli kripto di platform itu.

Volume perdagangan bulanan Binance.US telah terkikis parah, dari sekitar US$10,58 miliar pada bulan Januari 2023, menjadi sekitar US$290,42 juta pada bulan Agustus lalu.

CZ: Peraturan Kripto Lebih Ketat

Di tengah krisis Binance.US dan tindakan keras dari regulator di AS, CZ memuji Singapura sebagai wilayah ramah kripto meski menjadi lebih konservatif setelah keruntuhan FTX Group pada November 2022.

Dalam gelaran acara Token2049 pada pekan ini, CZ turut menjadi pembicara meski hanya hadir secara virtual. Dia membahas tentang rezim kripto Hong Kong yang hanya mengizinkan investor ritel memperdagangkan sejumlah aset kripto.

Menuru CZ, peraturan yang lebih ketat secara umum telah mendorong banyak lembaga keuangan tradisional (TradFi) menahan diri dalam menawarkan uang tunai ke layanan kripto dan sebaliknya.

“Namun, pada saat yang sama, kita melihat munculnya ‘penyakit baru’,” kata CZ.

Sebagai informasi, Binance telah digugat oleh 2 regulator AS, yaitu Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dan SEC. Muncul banyak rumor bahwa DOJ berpotensi juga akan menggugat Binance.

Bagaimana pendapat Anda tentang kabar 2 eksekutif Binance.US yang memutuskan untuk mengundurkan diri? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori