Lihat lebih banyak

Ternyata Inilah Alasan CEO Binance.US Mengundurkan Diri

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Brian Shroder, CEO Binance.US, pada hari Rabu (13/9) dikabarkan telah meninggalkan jabatannya di perusahaan afiliasi Binance di AS itu.
  • Kini, posisi CEO Binance.US diisi oleh Norman Reed yang semula berperan sebagai Chief Legal Officer (CLO) perusahaan.
  • Kabar terbaru hengkangnya Brian Shroder dari posisi CEO Binance.US datang setelah sejumlah eksekutif Binance global mengundurkan diri dalam beberapa bulan terakhir.
  • promo

Brian Shroder, CEO Binance.US, pada hari Rabu (13/9) dikabarkan telah meninggalkan jabatannya di perusahaan afiliasi Binance di Amerika Serikat (AS) itu.

Hal itu dilakukan setelah perusahaan memecat sepertiga (1/3) karyawan Binance.US. Brian Shroder awalnya bergabung dengan Binance.US pada September 2021 untuk mengisi peran Presiden di Binance.US.

Mantan eksekutif di Uber dan Ant Group itu pergi di tengah ketidakpastian nasib Binance.US yang mengumumkan bahwa mereka memberhentikan sepertiga karyawannya. Diperkirakan, ada lebih dari 100 posisi yang dihilangkan.

Kini, posisi CEO Binance.US diisi oleh Norman Reed yang semula berperan sebagai Chief Legal Officer (CLO) perusahaan.

Tanggapan dari Pihak Binance.US

Menanggapi kabar ini, pihak Binance.US mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawannya menggunakan landasan finansial dan memungkinkan mereka untuk terus melayani pelanggan saat beroperasi sebagai exchange khusus aset kripto saja.

“Upaya agresif Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS untuk melumpuhkan industri kripto dan dampak yang diakibatkannya terhadap bisnis kami mempunyai konsekuensi nyata terhadap lapangan kerja dan inovasi di AS. Kabar terbaru ini adalah contoh yang disayangkan,” jelas pihak Binance.US.

Sebelumnya, Binance.US telah memangkas sekitar 50 karyawan pada 15 Juni lalu dan mengurangi operasinya setelah ada gugatan dari regulator AS. Bisnis Binance.US menyusut dan pelanggan mereka tidak lagi dapat menggunakan dolar AS (USD) untuk membeli kripto di platform itu.

Volume perdagangan bulanan Binance.US telah terkikis parah, dari sekitar US$10,58 miliar pada bulan Januari 2023, menjadi sekitar US$290,42 juta pada bulan Agustus lalu.

CZ Sempat Berniat Tutup Binance.US

Pada 1 Agustus lalu, Changpeng ‘CZ’ Zhao, pendiri dan CEO Binance, ternyata sempat berusaha untuk menutup Binance.US pada awal tahun ini.

Hal itu menunjukkan seberapa jauh CZ bersedia untuk melindungi Binance global yang lebih besar di tengah meningkatnya pengawasan dari regulator di berbagai wilayah termasuk AS.

Para dewan direksi Binance.US, termasuk CZ yang menjabat Ketua Dewan Direksi, mengadakan pemungutan suara tentang apakah mereka akan melikuidasi Binance.US yang telah memiliki valuasi sekitar US$4,5 miliar.

Namun, niat itu gagal mendapat dukungan bulat. Konon, Brian Shroder, selaku CEO Binance.US, adalah satu-satunya orang yang menentang keputusan tersebut.

Alasannya, Brian Shroder khawatir penutupan mendadak Binance.US dapat merugikan pelanggan AS karena memaksa mereka untuk pindah atau melikuidasi kripto dengan cepat.

Setelah itu, CZ kemudian mencoba menjual Binance.US dan mengadakan pembicaraan dengan crypto exchange Gemini dan sejumlah eksekutif dari sovereign wealth fund (SWF) atau dana investasi milik negara.

Banyak Eksekutif Binance Mengundurkan Diri

Kabar terbaru hengkangnya Brian Shroder dari posisi CEO Binance.US datang setelah sejumlah eksekutif Binance global mengundurkan diri dalam beberapa bulan terakhir.

Dua eksekutif Binance yang mengawasi sejumlah market termasuk di Eropa Timur hingga Rusia mengumumkan pengunduran diri pada 6 September lalu.

Mereka adalah adalah Gleb Kostarev, pernah menjadi Vice President dan Regional Head di Binance untuk kawasan Eropa Timur, CIS, Turki, Australia, dan Selandia Baru. 

Kemudian, eksekutif Binance lain yang mengundurkan diri adalah Vladimir Smerkis, yang menempati posisi General Manager untuk wilayah CIS.

Pada hari yang sama, Helen Hai, yang baru-baru ini menjalankan bisnis fiat global Binance, juga telah keluar. Sebagai informasi, posisinya berhubungan dengan perusahaan pemrosesan pembayaran dan bank untuk memastikan klien dapat menukar dolar AS dan mata uang fiat lainnya dengan aset kripto.

Sebelumnya pada 4 September lalu, Mayur Kamat, Global Head of Product dan Design di Binance, turut mengundurkan diri. Dia mengaku keluar dengan alasan pribadi.

Pada 31 Agustus lalu, Leon Foong, selaku Head of Asia Pacific (APAC) di Binance, dilaporkan telah mengundurkan diri. Perlu diketahui, dia memimpin ekspansi Binance ke market seperti Korea Selatan, Thailand, dan Jepang.

Jajaran eksekutif Binance lain yang telah keluar pada sekitar awal Juli lalu termasuk Chief Strategy Officer (CSO), Patrick Hillmann; penasihat umum, Han Ng; Senior Vice President (SVP) untuk kepatuhan, Steven Christie; dan Chief Business Officer (CBO), Yibo Ling.

Bagaimana pendapat Anda tentang keputusan CEO Binance.US untuk mengundurkan diri? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori