Lihat lebih banyak

4 Prediksi Tren DeFi di Tahun 2023, ke Mana Arahnya Kelak?

4 mins
Oleh Nicholas Pongratz
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Perkembangan negatif selama setahun belakangan telah membantu membentuk perkembangan sektor decentralized finance (DeFi) di masa depan.
  • Investor akan semakin memahami perbedaan antara keuangan tradisional dan DeFi. Dengan begitu, mereka dapat menemukan cara untuk mengintegrasikan keduanya.
  • Selain itu, DeFi juga akan berperan dalam pengembangan identitas terdesentralisasi melalui peningkatan penggunaan wallet digital dan NFT.
  • promo

Menurut prediksi dari BeInCrypto, sektor decentralized finance (DeFi) akan berkembang dalam hal integrasi keuangan dan identitas pribadi di tahun 2023 kelak.

Meskipun sektor kripto dan tingkat pengembangan Web3, termasuk DeFi, telah berkembang pesat sepanjang tahun 2021. Namun, perkembangannya selama setahun belakangan ini mengalami kemunduran. Valuasi kripto yang anjlok menyebabkan banyak perusahaan jadi bangkrut. Akibatnya, kondisi ini mengakibatkan keruntuhan yang lebih parah lagi dan terungkapnya penipuan besar-besaran di industri kripto. Namun, karena sektor DeFi telah berhasil untuk terus bertahan, rangkaian peristiwa naas ini akhirnya bisa membantu membentuk perkembangannya selama tahun depan.

Prediksi #1: Kegagalan Centralized Exchange (CEX)

Sepanjang tahun ini, banyak terjadi kegagalan yang menimpa beberapa centralized exchange (CEX). Salah satu yang paling fenomenal adalah runtuhnya crypto exchange FTX milik Sam Bankman-Fried (SBF). Lantaran pelanggan harus menghadapi proses yang panjang sekaligus ketidakpastian mengenai apakah mereka bisa mendapatkan kembali aset mereka, banyak yang mewaspadai kurangnya transparansi dan kontrol pada berbagai platform sejenis ini. Akibatnya, decentralized exchange (DEX), sebagai salah satu fitur DeFi yang menonjol, memiliki banyak potensi pertumbuhan di masa depan.

Meskipun seringkali banyak yang menganggap DEX cukup kompleks dan memerlukan uji tuntas lebih dari para pengguna rata-rata, DEX memungkinkan operasinya terlaksana secara transparan dan tentunya kontrol penuh dari pengguna sendiri. Ketimbang harus menyerahkan dana mereka ke suatu perusahaan, pengguna memiliki visibilitas penuh tentang bagaimana platform tersebut menyimpan serta menginvestasikan aset mereka. Oleh karena itu, tahun 2023 berpotensi menjadi tahun terobosan bagi DEX, dengan potensi fungsi yang lebih inovatif menyangkut aplikasi dan platform-nya.

Prediksi #2: DeFi Akan Mendesentralisasikan Sektor Keuangan

Selain itu, menurut prediksi, juga akan ada lebih banyak lagi investor yang nantinya mulai memahami perbedaan antara DeFi dan mitra tradisionalnya yang terpusat di tahun 2023. Salah satu alasannya adalah klaim yang telah dikembalikan melalui protokol DeFi yang relatif mudah. Misalnya saja, satu-satunya kreditur yang berhasil mendapatkan kembali aset mereka dapat melakukannya berkat bantuan smart contract. Inilah juga yang terjadi ketika Celsius dan Alameda Research melunasi pinjaman mereka untuk mengakses kolateral yang mereka berikan untuk meminjam dolar.

Melalui penggunaan smart contract, transaksi decentralized finance dapat dimediasi secara trustless dan objektif menggunakan metode kriptografi. Sedangkan, pada sektor centralized finance (CeFi), transaksi dimediasi secara subjektif oleh manusia, seperti halnya kegagalan, yang biasanya disebabkan oleh kesalahan manusia. Berbeda dengan FTX, misalnya; smart contract tidak memerlukan mediasi pihak ketiga eksternal.

Prediksi #3: Integrasi Institusi

Seiring dengan investor yang mulai memperhitungkan potensi penggunaan smart contract, kemungkinan akan terjadi integrasi DeFi yang lebih besar di dalam lingkup CeFi. Contohnya saja, seperti JPMorgan yang telah membuat langkah besar dalam pengembangan berbasis blockchain melalui entitas khususnya, Onyx. Bank investasi tersebut juga telah melakukan transaksi DeFi pertamanya awal tahun ini dan menjalin kemitraan dengan Monetary Authority of Singapore.

Banyak juga yang percaya bahwa skala keruntuhan FTX akan mempercepat legislasi, yang artinya dapat mempercepat adopsi teknologi blockchain. Untuk tujuan ini, infrastruktur CeFi yang ada akan memungkinkan institusi untuk berinteraksi dengan aplikasi DeFi sembari tetap mematuhi regulasi yang berlaku. Langkah-langkah yang diambil JPMorgan dan lembaga keuangan lainnya pada tahun ini menandakan potensi adanya integrasi yang lebih besar lagi di masa depan.

Prediksi #4: Identitas Terdesentralisasi

Namun, karena CeFi menemukan cara untuk lebih mengintegrasikan metode berbasis blockchain, DeFi juga akan memainkan peran sentral dalam pengembangan identitas digital. Setahun terakhir ini, ada beberapa alat yang muncul dan dapat mengeksplorasi interaksi antara jejaring sosial, reputasi, dan identitas terdesentralisasi, termasuk proyek seperti soulbound token, ENS, POAP, dan Lens. Alhasil, fokus terhadap reputasi dan identitas seperti ini juga berpotensi akan mengalami peningkatan di tahun 2023 mendatang.

Apalagi, terobosan ini juga akan difasilitasi oleh peningkatan penggunaan wallet digital serta non-fungible token (NFT). Di mana keduanya telah sukses menemukan use case baru yang lebih besar dalam satu tahun terakhir ini. Contohnya saja, seperti kesadaran publik yang lebih besar akan wallet digital tahun ini melalui perusahaan media sosial besar yang mengenalkan langsung, seperti Reddit, Instagram, hingga Twitter. Pada bulan November 2022, sekitar 80 juta crypto wallet telah tercetak, dan sekitar 6% di antaranya telah berinteraksi dengan DeFi. Oleh karena itu, tren peningkatan adopsi wallet seperti ini nantinya akan dengan mudah berkontribusi pada pertumbuhan sektor decentralized finance pada tahun depan.

NFT dan DeFi

Sementara itu, sebagai pengidentifikasi unik, NFT juga akan berperan penting di sektor DeFi dalam membantu membangun identitas terdesentralisasi. Misalnya, suatu hari nanti pengguna dapat menyumbangkan NFT aset sebagai likuiditas ke liquidity pool DEX. Tidak hanya itu, mereka juga dapat meminjam aset kripto dengan menggunakan NFT tersebut untuk berinvestasi pada produk yield-bearing lainnya.

Di samping pengaplikasian decentralized finance secara langsung, NFT juga dapat berperan penting dalam hal tokenisasi lisensi dan kredensial akademik. Kredensial yang dapat diverifikasi juga akan menjadi standar untuk kredensial serta pengesahan off-chain. Dengan iterasi pertama dari sistem reputasi yang dapat diskalakan tersebut dibangun menggunakan alat; seperti MetaMask Snaps, DID, dan VC.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi tren DeFi di tahun 2023 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori