Harga Cardano (ADA) telah diperdagangkan di dalam pola korektif sejak menyentuh puncak tertinggi tahun 2023, tepatnya pada tanggal 14 Desember.
Namun, pada tanggal 11 Januari 2024, ADA gagal menembus pola tersebut dan harganya terus menukik sejak saat itu. Lantas, akankah harga ADA segera breakout atau malah anjlok?
Cardano Terkoreksi setelah Breakout
Analisis teknikal pada time frame harian menunjukkan bahwa ADA telah diperdagangkan di dalam saluran paralel naik (ascending parallel) sejak Juni 2023. Usai beberapa upaya breakout yang gagal, harga ADA akhirnya berhasil menembus garis tren resistance dari saluran tersebut pada bulan Desember. Baru kemudian, harganya melesat naik secara parabolik.
Selanjutnya, pada 14 Desember, aksi breakout tersebut berpuncak pada rekor tertinggi tahunan yang baru di angka US$0,68. Namun, ADA telah tergelincir tajam sejak saat itu, hingga melahirkan dua sumbu atas (upper wick) yang panjang (ikon merah). Terlebih, sumbu ini umumnya dianggap sebagai pertanda dari adanya tekanan jual.
Di samping itu, RSI harian juga menampilkan pembacaan bearish. RSI sendiri adalah indikator momentum yang trader gunakan untuk mengevaluasi apakah pasar sedang overbought (jenuh beli) ataukah oversold (jenuh jual). Dari sini, mereka dapat menentukan kapan waktu yang optimal untuk membeli ataupun menjual aset.
Adapun pembacaan di atas 50 dan tren naik mengindikasikan bahwa bull masih unggul, sementara RSI di bawah 50 mengatakan hal yang sebaliknya. Indikator RSI ADA sendiri kini bertengger di bawah 50 dan trennya turun (lingkaran merah). Alhasil, keduanya merupakan sinyal dari tren bearish.
Apakah Penurunan Harga ADA Masih Mengintai?
Sama halnya dengan time frame harian, time frame enam jam ADA juga tidak mampu memberikan arah yang jelas untuk tren masa depannya. Hal ini disebabkan oleh aksi harga dan pembacaan RSI yang ada.
Pertama, aksi harganya menunjukkan bahwa ADA telah diperdagangkan di dalam saluran paralel menurun (descending parallel) sejak tanggal 14 Desember. Yang perlu dicatat, saluran semacam ini kerap berisi pergerakan korektif. Selanjutnya, pada tanggal 8 Januari (ikon hijau), harga ADA berhasil memantul di garis tren support saluran tersebut. Dengan demikian, aksi pemantulan ini juga sekaligus memvalidasi level support Fibonacci retracement 0,5 di US$0,46.
Sayangnya, harga ADA gagal breakout dari saluran terkait. Sebaliknya, ia justru tertolak pada tanggal 11 Januari (ikon merah) dan telah menukik sejak saat itu. Sementara untuk saat ini, harganya tengah diperdagangkan di bawah garis tengah saluran. Ditambah lagi, RSI enam jamnya juga sedang berada di bawah angka 50.
Oleh karena itu, bagaimana pola saluran ini terpecahkan nantinya akan menentukan arah tren masa depan ADA.
Keberhasilan ADA untuk breakout berpotensi menyebabkan kenaikan sebesar 30% menuju puncak harga tahun 2023 di dekat US$0,70. Namun, sebaliknya, terjadinya breakdown dari saluran terkait bakal memicu penurunan sedalam 25% menuju support terdekat di US$0,37.
Bagaimana pendapat Anda tentang analisis harga Cardano (ADA) dalam upaya breakout dari pola korektif 35 hari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.